Gaya Hidup

Makna Kepahlawanan di Era Milenial

9 November 2018   16:44 Diperbarui: 9 November 2018   18:35 178 1 0

"Pahlawan Generasi Milenial"

Seperti setiap generasi lainnya, kepahlawanan era milenial menampilkan sifat-sifat umum dan unik. Latar belakang ekonomi, politik, dan sosial memengaruhi budaya dan menciptakan dampak yang langgeng.

Perubahan tidak dapat sepenuhnya dipahami untuk beberapa waktu, biasanya sekitar waktu karakteristik unik dari generasi berikutnya menjadi diakui. Jejak bergerak melalui siklus kehidupan individu, membuat kesan yang lebih signifikan pada pemuda ketika mereka membentuk nilai-nilai inti mereka.

Tentu saja, peristiwa kemasyarakatan ini mempengaruhi generasi lain, meskipun mereka sering ditafsirkan secara berbeda melalui lensa kedewasaan dan pengalaman. Akhirnya, orang dewasa muda dari satu generasi menjadi tua-tua, dan membawa unsur-unsur pengaruh generasi diantara mereka yang pada gilirannya membuat dampak yang langgeng pada masyarakat.

Jika setiap generasi memiliki kepribadian, maka dapat dikatakan bahwa "baby boomer" adalah idealis, yang dibentuk oleh watak kritis lingkungan yang dinamis yang jauh berbeda cara pandangnya dari pada para pahlawan terdahulu yang berjuang untuk kemerdekaan.

Kini pahlawan baru ini menjadi tumpuan karena memiliki landasan berpikir berbeda dalam mempertahankan kemerdekaan dengan cara cara non-tradisional.

Oleh karena itu  dapat dimengerti bahwa sikap yang fanatik dan ambisius "stereotype" mungkin kritis terhadap orang yang tidak memiliki etika dan nilai yang sama. Generasi yang lalu seringkali dinilai independen bahkan mungkin tidak menghargai orientasi tim dan keinginan untuk umpan balik yang tampaknya konstan. Pada saat yang sama, di era milenial, kaum muda yang berpikiran sosial mungkin tidak memahami prioritas generasi lain.

Kepahlawanan hari ini tentunya dapat dilihat dari suatu perubahan dari perkembangan peradaban kita dari waktu ke waktu. Generasi sekarang tidak lagi berhadapan dengan musuh yang sama dengan seabad atau 70 tahun lalu. Musuh generasi sekarang adalah persoalan keadilan dan kesejahteraan yang belum bisa dinikmati secara merata oleh masyarakat Indonesia.

Generasi milenial, kini memiliki pekerjaan rumah yang berat yaitu menjadikan negara yang kuat dan punya daya saing yang baik untuk berhadapan dengan negara-negara lainnya di Indonesia.

Untuk itu, jiwa kepahlawanan saat ini mensyaratkan banyak hal antara lain, generasi yang disebut milenial harus mengubah diri agar lebih dapat fokus untuk meningkatkan mutu diri mereka sendiri. Dengan begitu mereka dapat bermafaat untuk sekeliling, kemudian bagi bangsa dan negara.

Ada beberapa orang yang lahir di generasi millenial yang punya kisah sukses yang mereka raih dengan cara-cara mereka sendiri. Berbagai aktivitas dengan cara-cara yang menyenangkan dan modern.

Dengan cara mereka dapat memberikan harapan dan rasa optimisme ke pihak lain, bahkan bagi bangsa dan negara. Mereka yang  berasal dari generasi milenial ini juga layak disebut sebagai pahlawan.

"Nilai Generik Kepahlawanan"

Cinta Tanah Air, rela berkorban, dan berani merupakan nilai-nilai kepahlawanan yang ingin dimiliki masyarakat. Keinginan melaksanakan nilai kepahlawanan harus dimulai dari lingkup terkecil dalam keluarga.

Nilai-nilai itulah yang diperlukan untuk menjaga keutuhan bangsa di tengah isu suku, agama, ras, dan antar-golongan. Nilai kepahlawanan itu berupa kerelaan berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara. Nilai-nilai itu relevan pada masa kini untuk menjaga persatuan, khususnya bagi generasi muda.

Cinta Tanah Air menjadi salah satu nilai umum yang paling ingin dicapai. Selain itu, cinta Tanah Air, sikap rela berkorban dan keberanian merupakan urutan berikutnya dari nilai-nilai kepahlawanan yang ingin dimiliki.

Cinta Tanah Air berarti cinta pada negeri tempat memperoleh penghidupan. Seseorang yang cinta pada Tanah Air senantiasa berusaha agar negerinya tetap aman, damai, dan sejahtera.

Publik menilai bahwa untuk melaksanakan nilai-nilai perjuangan kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari dapat dimulai dari lingkup terkecil, yaitu keluarga. Sebagai contoh dengan menanamkan semangat berkorban, disiplin, kebersamaan, dan motivasi untuk berprestasi bagi keluarga merupakan nilai-nilai generik yang dapat diaplikasikan dalam keluarga.

"Kepahlawanan Dalam Arti Luas"

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya. Kalimat ini tegas mengingatkan kita untuk selalu mengenang jasa pengorbanan dan perjuangan pahlawan yang telah mengabdikan diri untuk negeri ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2