Mohon tunggu...
Reno Dwiheryana
Reno Dwiheryana Mohon Tunggu... Full Time Blogger - Blogger/Content Creator

walau orang digaji gede sekalipun, kalau mentalnya serakah, bakalan korupsi juga.

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Taktik "Bunuh Diri" Indonesia Jika Keluar dari AFF

22 Juli 2022   08:23 Diperbarui: 22 Juli 2022   08:26 375
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Timnas U19 (Kompas)

Lalu bandingkan 5 anggota EAFF lain dengan peringkat diatas Indonesia, seperti Jepang peringkat 24 FIFA, Korea Selatan peringkat 28 FIFA, Cina peringkat 78 FIFA, Korea Utara peringkat 112 FIFA, dan Hongkong peringkat 145 FIFA. Dengan peringkat yang bisa dikatakan hampir seperti langit dan bumi ini maka apakah ada peluang agar Indonesia naik kelas?

Menurut Penulis dengan kualitas Indonesia seperti sekarang untuk sejajar bahkan mendekati peringkat yang dimiliki Jepang dan Korea Selatan kiranya butuh effort yang sangat besar dan jangka waktu yang cukup lama. Setidaknya Indonesia harus terlebih dahulu dapat melewati sederet negara dengan kualitas sepakbola yang lebih baik dan lebih maju di kawasan Asia Tengah (CAFA), Asia Selatan (SAFF), dan Asia Barat (WAFF)

Kemudian jangan lupakan ada Vietnam di peringkat 97 FIFA, Thailand di peringkat 111 FIFA, Philipina di peringkat 134 FIFA, Malaysia di peringkat 147 FIFA. Sedangkan Indonesia terbaru ada di peringkat 155 FIFA.

Kiranya fakta diatas bukan rangking sembarang rangking yang dibuat asal-asalan. Rangking tersebut merupakan cerminan bukan hanya capaian suatu negara baik dari kompetisi maupun laga uji coba melainkan pula gambaran seberapa kompetitif sepakbola suatu negara.

Kembali kepada pertanyaan, apakah kompetisi di Indonesia sudah baik?

"semut di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak tampak"

Ya menilik kepada situasi kondisi capaian Tim Nasional Indonesia tentu harus kembali bercermin akan bagaimana kualitas kompetisi lokal yang merupakan perigi lahirnya bibit-bibit berbakat untuk memajukan sepakbola Indonesia dan meraih prestasi.

Benar ada kalimat mengatakan "bola itu bundar", akan tetapi Penulis yakin bahwa sepakbola itu bukanlah balap Tamiya dimana semudah Anda cukup ganti dinamo dan batere maka prestasi Indonesia langsung topcer.

Bukan banyak hal yang Indonesia perlu pertimbangkan sebelum keluar dari AFF, melainkan banyak yang perlu Indonesia benahi kalau ingin bisa lebih berprestasi. Apakah itu kompetisi lokal-nya, kualitas SDM-nya, fasilitas pendukungnya, ataupun langkah produktif lain agar bagaimana atmosfir sepakbola nasional berkembang, modern, dan lebih maju.

Prihal tuntutan warganet. Penulis menilai respon warganet yang menginginkan Indonesia keluar dari AFF lebih dikarenakan bentuk kekanakan dari kekecewaan sesaat pasca kompetisi AFF U19. Toh sejatinya Thailand dan Vietnam yang dituding melakukan kecurangan justru tidak menjadi juara sama sekali dalam kompetisi itu. 

Di sini kita sebagai bangsa juga harus berbesar diri atau tumbuh dewasa untuk menerima kekalahan. Hal tersebut bagian dari sportifitas yang notabene Penulis lihat sampai detik ini Indonesia masih kurang. Kita cenderung kepada pepatah "semut di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak tampak". 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun