Mohon tunggu...
Reno Dwiheryana
Reno Dwiheryana Mohon Tunggu... Blogger

blogger harus punya dedikasi dan harga diri. bersyukur seminim apapun keadaan. umur kian bertambah, jatah hidup di dunia semakin berkurang. mati-matian manusia demi dunia, akan tetapi dunia tidak manusia bawa mati. sebanyak apapun harta manusia tidak akan mencukupi hidup yang singkat ini.

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Jelang Laga Chelsea Vs Man City, Final Kepagian

7 Mei 2021   12:38 Diperbarui: 7 Mei 2021   13:08 163 8 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Jelang Laga Chelsea Vs Man City, Final Kepagian
ilustrasi Chelsea vs Man City (Tribunnews)

Hasil semifinal Champion lalu mempertemukan All England Final Liga Champion antara Chelsea dan Manchester City. Pada selasa dini hari waktu Indonesia, Chelsea mampu menaklukkan juara Champion terbanyak (13 kali) Read Madrid dengan skor 2-0, aggregate 3-1. Arsitek Chelsea Thomas Tuchel tercatat dalam sejarah sebagai menjadi juru taktik pertama yang lolos ke final Liga Champions dua kali beruntun bersama dua klub berbeda.

Di hari berikutnya, satu wakil dari negeri Ratu Elizabeth lainnya yaitu Manchester City mampu memupuskan harapan wakil Perancis PSG lolos ke babak final dengan skor 2-0, aggregate 4-1. Atas raihan ini, tim asuhan Pep Guardiola lolos untuk pertama kalinya ke babak final Liga Champion dan mematahkan kutukan yang menghantuinya selama mengarsiteki Machester City.

Jika tanpa aral melintang kedua tim akan dijadwalkan bertemu pada tanggal 30 Mei 2021 mendatang di Ataturk Olympic Stadium, Istanbul, Turki. Mengacu pada ambisi masing-masing tim yang ingin memperebutkan trofi si Kuping Besar ini, besar kemungkinan keduanya akan tampil all out.

Melihat perjalanan baik Chelsea maupun Manchester City di Liga Champion mungkin bisa dibilang unik dan menarik.

Tim Roman Abramovich sebenarnya tampil cukup baik di fase grup Liga Champion dan lolos. Namun siapa yang menyangka pihak manajemen kemudian mengambil keputusan memecat Frank Lampard dari kepemimpinan dan merekrut Thomas Tuchel sebagai pengganti.

Kehadiran Tuchel cukup memberi pengaruh bagi Chelsea untuk memperbaiki posisi tim di klasemen Liga Inggris. Akan tetapi di Liga Champion, Penulis melihat penampilan tim asuhannya masih kurang meyakinkan untuk sampai merebut juara. Kekalahan Madrid atas Chelsea cukup mengejutkan dimana Madrid sebenarnya tampil mendominasi, sedangkan Chelsea lebih baik dalam memanfaatkan peluang berujung gol.

Keadaan Chelsea sangat berbeda jauh dengan kondisi yang dialami oleh tim asuhan Pep Guardiola. Setelah menjuarai Carabao Cup, Manchester City saat ini diambang "treble winners". Nasib mereka bisa saja sangat mujur dengan menjuarai Liga Inggris maupun Liga Champion sekaligus apabila mampu mengalahkan tim yang sama, yaitu Chelsea.

Penentuan tim Pep Guardiola merengkuh juara Liga Inggris sebetulnya bisa lebih cepat jika saja pada laga hari Minggu (2/5) lalu Machester United kalah melawan Liverpool. Akan tetapi laga tersebut harus ditunda dikarenakan demonstasi pendukung MU yang merangsek ke dalam stadion.

Laga antara Manchester City dan Chelsea pada hari Sabtu besok (8/5) bisa dikatakan sebagai final kepagian selayaknya tim ini akan bertemu kembali di Istanbul 3 pekan berikutnya.

Penulis yakini tim asuhan Pep Guardiola akan tampil ngotot selayaknya mereka sebagai tuan rumah. Moral dan rasa percaya diri yang tinggi pada pemain Manchester City jelas menjadi modal utama menghadapi Chelsea, ditambah motivasi untuk segera merengkuh juara Liga Inggris maka jelas akan menjadi sebuah ancaman nyata bagi Tuchel.

Akan tetapi jangan terlebih dahulu menganggap remeh Chelsea. Sampai saat ini Tuchel sudah pernah dua kali menghadapi tim asuhan Pep Guardiola dimana ia kalah 1-3 pada laga Liga Inggris dan menang 1-0 pada laga FA Cup.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x