Mohon tunggu...
Reno Dwiheryana
Reno Dwiheryana Mohon Tunggu... Blogger

blogger harus punya dedikasi dan harga diri. bersyukur seminim apapun keadaan. umur kian bertambah, jatah hidup di dunia semakin berkurang. mati-matian manusia demi dunia, akan tetapi dunia tidak manusia bawa mati. sebanyak apapun harta manusia tidak akan mencukupi hidup yang singkat ini.

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Akankah Gerindra Menjadi "Duri dalam Daging"?

22 Oktober 2019   10:41 Diperbarui: 22 Oktober 2019   10:57 0 2 0 Mohon Tunggu...
Akankah Gerindra Menjadi "Duri dalam Daging"?
Prabowo Subianto (kompas)

Setelah lama menjadi bahan pembicaraan publik, teka-teki akan siapa saja sosok yang akan mengisi Kabinet Kerja Jokowi jilid 2 mulai sedikit demi sedikit terungkap. Tepatnya hari Senin, 21 Oktober 2019 beberapa tokoh tampak hadir di istana memenuhi panggilan Presiden Jokowi, seperti Mahfud MD, Nadiem Makarim, Wishnutama, Erick Tohir, Prabowo Subianto, dan lain sebagainya.

Dari nama-nama tokoh tersebut beberapa disinyalir kuat akan mengisi jabatan Menteri di periode kedua Jokowi memimpin. Namun belum diketahui secara pasti posisi apa saja yang akan diemban oleh mereka. Presiden Jokowi menurut rencana akan mengumumkan susunan Kabinet Kerja jilid 2-nya berikut melantiknya pada hari Rabu 23 Oktober 2019 jam 07.00 WIB.

Jika diamati secara seksama, tokoh-tokoh yang dikabarkan akan menjadi Menteri dalam Kabinet Kerja jilid 2 sesuai dengan kriteria yang Jokowi beri sinyal beberapa waktu lalu dimana diisi oleh baik dari kalangan politisi, non politisi, profesional, maupun muda. Pun bilamana diluar prediksi sebelumnya, hal tersebut lebih dikarenakan iklim politik yang dinamis.

Tentu dibalik hingar bingar pemberitaan susunan Kabinet Kerja jilid 2 yang seolah mentiadakan isu hangat prihal UU KPK yang baru, segudang harapan keinginan publik agar Menteri-menteri yang terpilih kelak dapat menjalankan tugas dan tanggungjawabnya dengan baik serta tidak terjerat kasus korupsi yang seperti mendarahdaging di negeri ini. Lebih lagi beberapa lini di kementerian memiliki pekerjaan rumah yang belum terselesaikan di periode sebelumnya maka peran aktif mereka sudah pasti akan menjadi sorotan.

Terspesial bagi pos Menteri yang diisi oleh elit politik dari Partai Gerindra. Sebagai pihak yang sebelumnya menjadi oposisi dan kini berubah haluan mengikrarkan diri turut bergabung dalam pemerintah, tentu bukan hal yang mudah bagi siapapun mereka yang mewakili nantinya.

Walau elit politik berdalih telah berkonsolidasi bersatu untuk membangun Indonesia, namun riak pasca Pemilihan Presiden 2019 lalu kiranya belum berakhir. 

Cibiran publik akan ketidakbecusan kinerja pos Menteri merupakan konsekuensi yang mungkin saja dihadapi oleh Partai Gerindra. Bahkan bisa menjadi lebih buruk digadang-gadang sebagai "duri dalam daging" pemerintahan Jokowi. Akan tetapi sebaliknya bilamana kinerja pos Menteri dari Partai Gerindra dinilai baik oleh publik maka senantiasa pamor Partai Gerindra akan turut terangkat.

Prabowo sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra tentu perlu mewaspadai hal ini. Boleh jadi mereka akan memilih jabatan pos Menteri strategis yang secara kinerja tak terlalu terekspos oleh publik. Namun demikian keputusannya untuk mengikutsertakan partainya dalam koalisi pemerintahan pada hakikatnya masih menjadi tanda tanya besar. 

Akan seperti apa ketika sebuah partai dimana kader-kadernya begitu vokal mengkritisi pemerintahan Jokowi di periode awal, kini banting stir. Apakah para Singa masih akan mengaum dengan lantang ataukah mereka justru layaknya Kucing yang tertidur pulas karena belaian majikannya?

Menarik untuk disimak bagaimana cerita akan berlanjut. Dikala polarisasi publik pasca Pilpres 2019, resonansi ketidakpuasan publik terhadap situasi politik terkini masih akan terdengar. Tinggal bagaimana upaya pemerintah untuk meyakinkan publik apakah mereka benar-benar sejalan ataukah hanya menunggu "bom waktu" politik kepentingan. Demikian artikel Penulis, mohon maaf bilamana ada kekurangan dikarenakan kekurangan milik Penulis pribadi. Terima kasih.