Reno Dwiheryana
Reno Dwiheryana Independent Blogger

blogger harus punya dedikasi dan harga diri. bersyukur seminim apapun keadaan. umur kian bertambah, jatah hidup di dunia semakin berkurang. mati-matian manusia demi dunia, akan tetapi dunia tidak manusia bawa mati. sebanyak apapun harta manusia tidak akan mencukupi hidup yang singkat ini.

Selanjutnya

Tutup

Media Pilihan

Blogger Bukan Sekadar Menulis

7 Mei 2018   12:58 Diperbarui: 7 Mei 2018   13:08 392 5 3
Blogger Bukan Sekadar Menulis
Image dari Populatedigital.com

Seiring waktu berjalan dunia blogger semakin hari kian berkembang, walau belum bisa pastikan berapa jumlah keseluruhan blogger di Indonesia akan tetapi dengan semakin banyaknya platform dan komunitas blogger baru menandakan laju pertumbuhan yang positif. Hal ini mengacu kepada bahwa hakikatnya blogger tetap membutuhkan wadah selayaknya tempat mereka menuangkan kreativitasnya agar dapat disebarluaskan serta tempat mereka dapat saling berinteraksi.

Kebebasan menjadi blogger mengekspresikan diri dalam kegiatan menulis, ragam materi yang diekspos, menambah teman/relasi/koneksi, sebagai penghasilan utama/sampingan, dan segala bentuk motivasi yang mendukung dibelakangnya menjadikan blogger kian dilirik dan tidak lagi dipandang sekadar hobby (menulis) semata tetapi blogger sebagai sumber yang dapat diberdayakan menjadi bisnis potensial.

Dan ini menjadi satu dari sekian persamaan baik platform maupun komunitas dikarenakan keduanya sama-sama mengkoordinir blogger sebagai landscape dari bisnis mereka. Pihak-pihak yang membutuhkan jasa blogger dapat menjalin kerjasama dengan platform maupun komunitas tergantung seberapa besar influence yang diperlukan. Secara harfiah semakin besar influence-nya maka semakin besar resource yang dikelola dan semakin besar pula nominal yang digelontorkan.

Namun kesemua itu bukan tanpa tantangan. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa sekarang-sekarang ini tak sedikit pihak ketiga yang membutuhkan jasa mulai memangkas alur komunikasi mereka dengan para blogger. Mereka tak lagi mengontak flatform atau komunitas sebagai perantara akan tetapi mereka mengkoordinir sendiri blogger-blogger kredensial sebagai garda "corong" terdepannya. Dengan demikian nominal biaya yang dikeluarkan dapat ditekan dan besaran influence yang ditargetkan dapat dicapai.

Kemudian jangan lupakan bahwa tidak sedikit pula blogger-blogger yang kini tak segan lagi menanggalkan dari platform atau komunitas mana mereka berawal. Umum mereka-mereka yang telah memiliki personal branding yang kuat mulai mengeksplorasi diri mencoba menjalin kerjasama dengan pihak luar guna mendapatkan penghasilan yang lebih optimal. Mereka sadar dengan kemampuannya bahwa di luar sana peluang terbuka lebar dan satu dua atau lebih relasi cukup menjadi ladang penghidupannya.

Hal ini bukan berarti tabu atau dilarang, mencari penghidupan diluar selama tidak melanggar hukum maka hal tersebut sah-sah saja. Mungkin yang membedakan blogger-blogger macam seperti ini bilamana datang ke acara blogger adalah mereka bukan mencari informasi bahan tulisan, tetapi menambah koneksi dan menjalin komunikasi dengan pihak penyelenggara.

Dan yang terakhir dengan semakin banyaknya platform dan komunitas blogger maka akan terbentuk persaingan bisnis diantaranya. Masing-masing baik platform maupun komunitas akan saling berupaya menjadi siapa yang paling bernilai, siapa yang punya influence paling besar, dan siapa yang dapat menghimpun blogger paling banyak. Tak mustahil bilamana kesemua hal ini terjadi maka salah satu ada yang gugur.

Platform tentu mempunyai nilai plus disini terlebih mereka yang mempunyai modal yang besar maupun basis koneksi yang luas memungkinkan mereka dapat bertahan selama proses bisnisnya berjalan lancar. Selain itu mereka punya daya tarik yang kuat dan takkan berpengaruh sekalipun ditinggal oleh penghuni lamanya. Tidak demikian dengan komunitas, resource yang serba terbatas, tidak adanya regenerasi, serta hadirnya komunitas-komunitas blogger yang lebih menarik memungkinkan komunitas harus bersusah payah agar tetap modis (dilirik). Lantas pertanyaannya siapa yang akan tetap bertahan, platform ataukah komunitas? Demikian artikel Penulis, mohon maaf bilamana ada kekurangan dikarenakan kekurangan milik Penulis pribadi. Terima kasih.