Mohon tunggu...
Sans Sastra
Sans Sastra Mohon Tunggu... Mahasiswa - Penulis

Penulis lahir di Bone, Sulawesi Selatan tahun 2003. Saat ini menempuh pendidikannya di salah satu Universitas di Indonesia. Suka menulis Fiksi Remaja, Cerpen, Puisi dan Senandika di platform online.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi: Menunggu Dirinya di Bawah Cahaya Putih

1 September 2022   20:47 Diperbarui: 2 September 2022   12:16 106 3 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

di balik tiang, di sudut kiri, belakangnya.

terduduk sendiri, lebih banyak mendengarkan.

merangkai butiran sunyi berselimutkan angin malam

tertusuk jarum hidup, hingga terbang darah merahku.

kutampar keras sedemikian rupa

hingga kedahsyatan bertimbul luka

usapan-usapan menggemulai menenangkan

lantas akhir, meringis disambung murka

menunggu dirinya di bawah cahaya putih

bersama setia yang nyata daripadaku

luluh; lembut, lebur di dalam bentuk

angan masih tulus, menggapai percaya di balik keluh

Ikhtiar, di sudut kiri, di belakangnya, 2022

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan