Mohon tunggu...
Sang Santri
Sang Santri Mohon Tunggu...

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Kenapa Harus "Fushah-fushahan"

10 Desember 2018   22:42 Diperbarui: 10 Desember 2018   22:50 0 0 0 Mohon Tunggu...

Masih teringat jelas jawaban atas pertanyaanku ke ustadz uril tentang bahasa arab. Diskusi ini sungguh menarik. Oleh karena itu, walau sudah terlewati 3 tahun lamanya, diskusi ini masih membekas didada.

 Apa yang menjadi problem saya waktu itu adalah jika memang bahasa fusha tidak digunakan diarab kenapa  kita tetap harus belajar bahasa fusha?. Masyarakat disana dari cerita dosen2 yang sempat tinggal di wilayah arab lebih senang menggunakan bahasa setempat(amiyyah) daripada bahasa fusha. Karena fungsi bahasa sendiri adalah menghubungkan antar individu atau kelompok, bukankah percuma kita belajar fusha jika itu tidak bisa menghubungkan kita dengan orang arab??

Baru-baru ini saya menemukan bukti baru bahwa masyarakat arab lebih banyak  menggunakan amiyyah. Saya mengeceknya dari trending di youtube. Dari posisi pertama sampai posisi terakhir sangat jarang sekali saya menemukan bahasa fusha digunakan oleh orang arab. Video vlog, comedy, sinema hampir semuanya menggunakan amiyyah. Hanya berita mungkin satu satunya acara tv disana yang menggunakan bahasa fusha. Hal ini saya cek di beberapa belahan negara arab dan hasilnya sama bahasa yang digunakan kebanyakan amiyyah.

Pak uril memberikan jawaban yang cukup menarik akan apa yang saya tanyakan. Pada mulanya beliau membenarkan hubungan kemasyarakatan yang lebih baik tidaklah dengan fusha tapi amiyyah. Namun menurut beliau, ada hal lain yang lebih penting dari itu yang kemudian menuntut kita untuk belajar bahasa fusha.

 Kebutuhan itu adalah dikarenakan fusha merupakan bahasa alquran. Dengan memahami fusha maka bahasa yang ada didalam alquran tidak menjadi lenyap dimasyarakat. Mata rantai bahasa akan berjalan. Membuat alquran masih bisa dikonsesuskan mana makna yang tepat dari kalimat-kalimatnya.

Akan berbeda jadinya jika bahasa Al quran ditinggalkan layaknya bahasa ibrani dalam zabur atau injil misalnya. Karena tidak adanya persambungan dan ahli yang banyak dalam mengurai makna dari bahasa itu, perubahan-perubahan terjadi tanpa disadari. Pada akhirnya nilai hakiki dari teks suci itu tidak bisa sampai pada pembacanya. Membuat orang bingung mana ayat yang asli dari tuhan sang pencipta alam.

Islam dulunya pernah jaya dengan alquran. Didalamnya ada persatuan dan daya dorong untuk bisa memajukan peradaban. Ini kitab suci yang perlu kita pahami selamanya.  Oleh karena itu, Jadi penting rasanya mempelajari bahasa yang akan mengantar kita paham pada surat tuhan yang akan memperbaiki kita dalam segala bidang.

Inilah kebutuhan sesungguhnya dalam belajar bahasa fusha. Bagi para pembelajar bahasa fusha jangan berkecil hati melihat prospek duniawi yang serasa tak menjanjikan.  Sesungguhnya ada prospek yang jauh lebih besar tepat didepan mata. Karena Bisa dipastikan ridhoNYA akan selalu menemani orang-orang yang berjuang menjaga kalamNYA dan menegakkan agamanya. 

Ridho itu merupakan kunci utama dari keberhasilan di dunia maupun diakhirat. Prospek ini jauh lebih menjanjikan dari yang hanya sekedar pekerjaan yang menghasilkan uang yang tidak tentu membahagiakan. Jadi ketahuilah para pembelajar bahasa. Sungguh kalian sudah berada di tempat yang tepat.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x