Dhul Ikhsan
Dhul Ikhsan Content Writer

"Confidence is fashion" -- Seorang pria biasa yang terobsesi kepercayaan diri tinggi melalui karya-karya yang dapat dinikmati publik banyak. Twitter : @sandzarjak IG : @sandzarjak See you there.

Selanjutnya

Tutup

Tekno Pilihan

Earbud MARS, Inovasi Percakapan Lintas Bahasa Tanpa Penerjemah

13 November 2017   21:53 Diperbarui: 14 November 2017   05:24 460 0 1
Earbud MARS, Inovasi Percakapan Lintas Bahasa Tanpa Penerjemah
Penampakan Earbud Mars dan box-nya

Bayangkan, ketika tanpa perlu belajar bahasa asing bertahun-tahun, atau tanpa bantuan penerjemah, kita dapat berkomunikasi dengan native speaker dari negara lain.

Kini, hal itu bukan lagi sekedar angan-angan. Melalui teknologi Artificial Intelligence (A.I), semua orang akan termediasi oleh suatu perangkat yang akan menerjemahkan perbincangan lintas bahasa secara real time

Earbud MARS namanya. Inovasi teknologi lanjutan ini merupakan salah satu deretan produk milik Line yang dikembangkan melalui platform A.I berbasis Cloud yang juga disebut sebagai Cloud Virtual Assistant atau disingkat Clova.

Clova sendiri merupakan platform yang diperkenalkan pertama kali saat ajang Mobile World Congress berlangsung di Barcelona, Spanyol, pada Maret kemarin. Awalnya Clova dikembangkan secara mandiri oleh Line Corporation. Namun berikutnya, Line membuka diri berkolaborasi dengan Naver Corporation, perusahaan internet terkemuka di Korea Selatan. 

Sistem Clova mirip Siri, Alexa, dan Google Assistant. Dengannya, pengguna dapat menikmati musik, melakukan pengecekkan cuaca, dan mengendalikan perangkat Internet of Things (IoT), semuanya hanya dengan perintah suara yang sederhana. Dibangun di atas serangkaian big data dan konten digital milik Line, Clova merupakan satu-satunya platform A.I yang dikembangkan dari dasar untuk para pengguna dan bahasa di Asia. 

Maka untuk mengakomodir penerjemahan secara real-time, Clova diintegrasikan dalam produk headphone dan membantu antar pengguna bahasa berbeda untuk berkomunikasi satu sama lain secara praktis. Produk inilah yang disebut dengan MARS.

Diluncurkan oleh Naver Papago, platform penerjemah secara real-time, MARS mendukung teknologi penerjemahan dari telinga-ke-telinga. Tanpa perlu perangkat eksternal, MARS hanya memerlukan satu set earbud untuk melakukan terjemahan. Earbud ini dilengkapi dengan teknologi Clova A.I dan teknologi penghambat suara yang memastikan earbud tetap dapat digunakan meski keadaan sedang berisik.

Earbud MARS memanfaatkan sambungan wireless bluetooth stereo untuk menjembatani kesepahaman antar pengguna bahasa lintas negara.  Tidak seperti headphone penerjemah lainnya, MARS hanya membutuhkan satu set earbud. Setiap orang cukup menggunakan salah satu earbud,yang akan langsung terhubung dan dapat melakukan terjemahan secara real-time. Headphone in-ear ini dapat menerjemahkan 9 bahasa, diantaranya: Indonesia, Inggris, Korea, Jepang, China, Spanyol, Perancis, Vietnam, dan Thailand.

Earbud mungil ini selain sebagai alat penerjemah dapat juga digunakan untuk keperluan lain dengan perintah suara
Earbud mungil ini selain sebagai alat penerjemah dapat juga digunakan untuk keperluan lain dengan perintah suara

Dengan mikrofon yang diletakkan di "dalam" earpiece, MARS mengenali suara pengguna secara langsung melalui saluran telinga, menghalangi suara dari luar, dan memberikan kualitas panggilan telepon yang jernih. Bahkan saat digunakan di lokasi yang bising, seperti di konser ataupun jalan yang sibuk, suara pengguna masih dapat terdengar dengan jelas oleh mikrofon earbud.

MARS dijadwalkan akan rilis pada awal 2018. Integrasi Clova dengan MARS akan tersedia di Korea terlebih dahulu, dan selanjutnya akan menyusul di negara lainnya.

Tidak ada yang tahu berapa kisaran harga yang akan dipatok saat earbud MARS ini rilis nantinya. Namun yang pasti, MARS memenangkan Penghargaan Inovasi Terbaik dalam kategori 'Headphones' di CES Innovation Awards 2018 - New York pada hari Jumat lalu (10/11).

Lebih jauh mengenai Earbud MARS dapat dilihat di: