Mohon tunggu...
sandy Miftah
sandy Miftah Mohon Tunggu... Outdoor enthusiast

Menikmati ragam perjalanan

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

Berkarier Lewat Hobi, Tidak Menyenangkan!

9 Januari 2020   15:24 Diperbarui: 9 Januari 2020   16:27 67 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Berkarier Lewat Hobi, Tidak Menyenangkan!
dokumen pribadi

Hobi adalah suatu hal yang kita sukai dan menyenangkan, sewajarnya membahagiakan, menjadi teman saat suntuk, menjadi penghibur saat jenuh. Sebagian orang beranggapan bahwa ketika melakukan hobi bisa melepaskan beberapa bebam atau kembali merasa tenang, sehingga sangat diwajarkan ketika masing-masing penggiatnya berjuang dan meluangkan waktu untuk memprioritaskannya.

Sebagian pula beranggapan bahwa ketika hobi dijadikan pilihan karir akan menyenangkan, melakukan hal yang disukai lalu dibayar seolah merasa disempurnakan. Dari yang awalnya hanya meluangkan waktu, hingga belanja berbagai kebutuhan dan keperluannya, dalam kata lain menafkahi hobi. Sampai akhirnya tiba pada saat hobi itu bisa menghasilkan pendapatan dan berbagai kesempatan lainnya.

Banyak orang mengharapkan ada di posisi tersebut, satu posisi yang seolah mengagungkan sebuah kenikmatan yang menghasilkan. Tak jarang beberapa orang rela meninggalkan pekerjaan lamanya demi menggeluti hobi, rela berkutat dalam tipisnya egoi dan idealis, mempertaruhkan masa depan demi sebuah bayangan yang menyenangkan.

Padahal ketika hobi dijadikan sebuah pilihan karir sebenarnya tak selalu menyenangkan, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan dan direnungkan. 

Sekalipun itu hobi, ketika terlibat dalam proses karir sewajarnya terikat pada sistem transaksi, dan di sanalah sebenarnya yang jarang diperhatikan. Bahwa ketika terlibat dalam transaksi maka dituntut pula sebuah profesionalitas, di mana kepercayaan dipertaruhkan, dan tanggung jawab diprioritaskan. 

Kenikmatan orsinil dari hobi mungkin akan mulai bergeser, murni dan naturalnya sensasi hobi mungkin tak utuh kita temui. Kebebasan dalam berekspresi seolah dibatasi, dan angan indahnya hobi yang dibayar mungkin sesaat kita sesali.

Sebelumnya, mungkin hobi menjadi penawar dari rasa jenuh. Menjadi sisi lain yang memberikan kedamaian dan kebahagiaan dari suatu pelarian. Dan ketika hobi yang menjadi pusat kejenuhan, maka kemana kita berlari mencari kebahagiaan?

Satu rekan pernah bercerita, hobi dia dalam bidang foto dan videografi. Dulu megunjungi alam bebas untuk kenikmatan pribadi, mengabadikan suasana menjadi hal yang menyenangkan baginya. Sunset dan sunrise adalah bagian yang menarik dalam setiap kegiatannya. Singkat cerita dia bergelut menjadi seorang content creator, bekerja sama  dengan beberapa pihak atas kualitas dari foto dan video yang dihasilkan. 

Banyak daerah yang dikunjungi, ragam budaya ditemui, berkeliling beberapa bagian Indonesia beserta keindahan yang mungkin dulu diimpikan. Tapi dalam porsi dan kemasan yang berbeda, ada tuntuan, harapan, dan kepentingan. 

Hingga satu kondisi dia dihadapkan dengan sunset di atas kapal kecil sekitar Pulau Seribu, dan suasana itu membawa dia untuk merenung. Kenikmatan yang dulu dia miliki, hari ini bergelut dan tersekat berbagai batas. Ada deadline, kepentingan konten, hingga sesederhana waktu sendirian untuk menikmati sajian alam pun sudah terbatas. Tapi itu resiko yang terlanjur menjadi bagian dari pilihannya.

Tak ada yang salah menjadikan hobi sebagai bentuk dari karir yang ditempuh, atau mengandalkan hobi sebagai media untuk mencari pedapatan. Tapi setidaknya kita harus menyadari bahwa hal itu tak selalu menyenangkan, karena ketika menjadikannya karir maka sebenarnya kita harus sudah siap untuk bersikap profesional atas hobi itu sendiri. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x