Mohon tunggu...
Widodo Judarwanto
Widodo Judarwanto Mohon Tunggu... Dokter - Penulis Kesehatan

Dr Widodo Judarwanto, pediatrician. VIRTUAL MEDICINE CALL TODAY: 021.29614252 - 021.5703646 ** www.drwido.com ** www.kesulitanmakan.com ** www.alergiku.com ** www.pickyeatersclinic.com ** www.klinikbayi.com ** www.dokteranakindonesia.com **

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Benarkah Aku Alergi Debu?

30 Juli 2012   02:30 Diperbarui: 25 Juni 2015   02:27 4622 2 1 Mohon Tunggu...

Benarkah Aku Alergi Debu ?

BENARKAH DEBU SEBAGAI PENYEBAB UTAMA ALERGI ?

  • Selama ini sebagian besar penderita alergi pasti mengatakan: "Aku Alergi Debu". Dokter yang merawatpun juga mengatakan bahwa debu sebagai penyebab utama alergi.
  • Anehnya keluhan alergi lebih berat saat pagi dan malam hari, saat siang hari membaik. Justru saat pagi debu sedikit dan siang hari debu lebih banyak
  • Selain itu selama ini alergi dianggap karena dingin atau hujan. Tetapi juga aneh, saat siang hari di kantor atau saat tidur siang AC nya sangat dingin keluhan alergi justru membaik dan napas menjadi lega. Justru saat tinggal di Eropa 2 minggu sedang musim dinginpun atau saat tertentu sering minum es gejala alergi tidak timbul
  • Benarkah debu sebagai penyebab utama? Kalau bukan apakah memang benar alergi makanan sebagai penyebab alergi yang berkepanjangan tersebut?

Ilustrasi kasus :

  • Sandiaz, laki-laki 4 tahun setiap malam dan pagi hari bangun tidur sering mengalami batuk dan pilek yang tak kunjung hilang selama 3 bulan, Telah berbagai dokter dikunjungi baik dokter anak, dokter paru, dokter THT, dan berbagai obat antibiotika terbaik dan obat yang termahal pun sudah dikonsumsi hasilnya tetap tidak menunjukkan perubahan. Sebagian besar dokter menyatakan bahwa Sandiaz alergi debu ? Benarkah alergi debu ? Karena rasanya semua sudut rumah sudah super bersih tetapi keluhan alergi itu tetap saja timbul. Tetapi setelah diadviskan seorang dokter untuk menghindari sementara beberapa makanan penyebab alergi makanan ternyata tidak dalam waktu lama keluhan tersebut membaik.

Latar Belakang Kontroversi Alergi

  • Penatalaksanaan Alergi sulit dan sering tidak optimal. Penatalaksanaan Alergi pada anak khususnya alergi pada saluran napas dan hidung sering sangat sulit dan tidak optimal. Hal ini terjadi karena sampai saat ini banyak klinisi kesulitan dalam mencari penyebab alergi. Permasalahan ini terjadi karena banyak klinisi kesulitan dalam mencari penyebab alergi. Jadi fakta yang kita hadapi selama ini adalah hanyalah mengobati akibat penyakitnya tetapi tetapi tidak mencari akar permasalahan kenapa penyebab penyakit itu bisa timbul jangka panjang dan hilang timbul. Berbagai pemeriksaan alergi ternyata akurasi dan spesifitasnya sangat rendah. Hal inilah yang tampaknya menjadi penyebab utama mengapa kasus alergi sulit sekali dalam mengatasinya.
  • Dokter Memvonis Alergi tetapi Tidak Memberitahu Penyebab Alergi. Seringkali dokter memvonis alergi pada keluhan batuk dan pilek yang berkepanjangan. Tetapi pada umumnya pasien tidak pernah mendapatkan informasi yang lengkap dari dokter apakah penyebab alergi tersebut. Hal ini terjadi karena memang untuk mencari penyebab alergi adalah merupakan kesulitan terbesar yang dialami oleh dokter dan juga penderita.
  • Memastikan Penyebab Alergi Bukan dengan Tes Alergi. Pemeriksaan alergi berupa tes kulit, dan RAST sangat terbatas sebagai alat diagnosis. Untuk memastikan penyebab alergi makanan hanya dengan eliminasi provokasi. Sehingga sebaiknya tidak boleh menghindari makanan penyebab alergi berdasarkan karena tes kulit alergi. Pemberian obat terus menerus bukanlah jalan terbaik dalam penanganan alergi. Paling ideal dalam mencegah timbulnya alergi adalah menghindari pencetus atau penyebabnya. Hal ini memerlukan pengamatan yang cermat dan kerjasama yang baik antara dokter, pasien dan keluarga. Untuk mendapatkan hasil penanganan alergi yang optimal harus dipahami perbedaan antara penyebab dan pencetus alergi.
  • Ilmu kedokteran dan teknologi semakin maju pesat tetapi kasus alergi semakin meningkat. Keunikan lainnya adalah saat ini kemajuan dan teknologi kedokteran sangat maju pesat tetapi justru penyebab alergi semakin meningkat pesat. Hal ini sangat mungkin karena kesulitan terbesar alergi bukan pengobatannya tetapi mencari penyebabnya dan hal ini hanya membutuhkan diagnosis klinis tanpa alat canggih dan mahal, tetapi sayangnya hal ini jarang dilakukan dengan benar. Beberapa ahli mengatakan penyebab utamanya karena polusi. tetapi pendapat ini patut disangsikna karena justru saat polusi bayak saat siang harui justru keluhan alergi berkurang. Memang pada penderita alergi saat saluran napasnya terganggu adanya asap rokok atau polusi membuat gangguan semakin berat. Tetapi hal ini juga terjadi pada orang sehat meski lebih ringan,. Pada penderita alergi yang sedang terganggu kronis bisa berdampak lebih berat karena permukaan mukosa saluran napas sudah terjadi kerusakan ringan atau sering disebut remodelling saluran napas.
  • Timbul Berbagai Komplikasi. Bila tidak ditangani dengan baik dan berkepanjangan maka sering timbul komplikasi. Komplikasi yang sering terjadi pada penderita alergi adalah daya tahan tubuh menurun. Sehingga penderita alergi mudah sakit infeksi saluran napas. Bila sering terjadi infeksi berulang hilang timbul dalam jangka panjang dapat terjadi tonsilitis (radang amandel), sinusitis, radang telinga, gangguan saluran napas, THT atau berbagai gangguan organ tubuh lainnya

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI, PENYEBAB DAN PEMICU ALERGI PENYEBAB ALERGI : Penyebab alergi adalah faktor yang secara langsung dapat menimbulkan tanda dan gejala alergi timbul

  • Makanan
  • Hirupan
  • Kontak Kulit dengan benda logam dsbnya
  • Obat-obatan

PEMICU ALERGI : Pemicu alergi adalah faktor yang memperberat dan secara tidak langsung memperberat tanda dan gejala alergi bila sudah terkena penyebab alergi. Bila penyebab alergi seperti debu atau makanan dihindari maka meski terdapat penyebab alergi maka pemicu seperti dingin, stres, aktifitas meningkat tidak akan berpengaruh.

  • Infeksi Virus (demam, badan meriang, sakit kepala, panas, batuk, pilek)
  • Aktifitas meningkat (menangis, berlari, tertawa keras)
  • Udara dingin atau Minuman Dingin
  • Udara Panas
  • Stres
  • Gangguan hormonal: (kehamilan, menstruasi)

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI :

  • Genetik (menurun dari orangtua)
  • Imaturitas Saluran Cerna (Ketidakmatangan saluran cerna)
  • Paparan (kontak terhadap penyebab alergi)

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADI ALERGI Terdapat 3 faktor yang mempengaruhi terjadinya alergi makanan, yaitu faktor genetik, imaturitas usus, pajanan alergi yang kadang memerlukan faktor pencetus.

  • Faktor genetik. Alergi dapat diturunkan dari orang tua atau kakek/nenek pada penderita . Bila ada orang tua, keluarga atau kakek/nenek yang menederita alergi kita harus mewaspadai tanda alergi pada anak sejak dini. Bila ada salah satu orang tua yang menderita gejala alergi maka dapat menurunkan resiko pada anak sekitar 17 – 40%,. Bila ke dua orang tua alergi maka resiko pada anak meningkat menjadi 53 – 70%. Untuk mengetahui resiko alergi pada anak kita harus mengetahui bagaimana gejala alergi pada orang dewasa. Gejala alergi pada orang dewasa juga bisa mengenai semua organ tubuh dan sistem fungsi tubuh.
  • Imaturitas usus (KETIDAKMATANGAN USUS). Secara mekanik integritas mukosa usus dan peristaltik merupakan pelindung masuknya alergen ke dalam tubuh. Secara kimiawi asam lambung dan enzim pencernaan menyebabkan denaturasi allergen. Secra imunologik sIgA pada permukaan mukosa dan limfosit pada lamina propia dapat menangkal allergen masuk ke dalam tubuh. Pada usus imatur system pertahanan tubuh tersebut masih lemah dan gagal berfungsi sehingga memudahkan alergen masuk ke dalam tubuh.
  • Paparan alergi . Papaparan alergi yang merangsang produksi IgE spesifik sudah dapat terjadi sejak bayi dalam kandungan. Diketahui adanya IgE spesifik pada janin terhadap penisilin, gandum, telur dan susu. Pajanan juga terjadi pada masa bayi. Pemberian ASI eksklusif mengurangi jumlah bayi yang hipersensitif terhadap makanan pada tahun pertama kehidupan. Pemberian PASI meningkatkan angka kejadian alergi

DEBU BUKAN PENYEBAB UTAMA ?

  • Debu Bukan Penyebab Utama. Debu memang bisa menjadi penyebab timbulnya alergi tetapi bila dicermati bukan sebagai penyebab utama. Karena selama ini sebagian besar alergi timbul justru saat pagi hari dan malam hari. Justru saat itu jumlah debu sangat sedikit. Sebaliknya debu lebih banyak saat siang hari justru keluhan berbagai alergi berkurang.
  • Debu Bangunan Rumah Bukan Penyebab. Demikian juga debu bangunan rumah sering dituding sebagai penyebab alergi. Tetapi anehnya justru saat siang hari tukang bekerja keluhan alergi lebih ringan atau hilang. Justru saat tukang tidak bekerja saat malam dan pagi hari, malahan keluhan alergi semakin berat.
  • Debu Rumah Dalam Jumlah Banyak Sebagai penyebab Alergi. Debu bisa menjadi penyebab alergi adalah debu rumah atau "House Dust". Juga akan menganggu bila jumlah debu rumah yang terpapar sangat banyak dan debu lama seperti seperti rumah yang tidak ditinggali lebih dari seminggu, bila bongkar-bongkar kamar, bila terdapat karpet tebal yang permanen, bila masuk dan bongkar-bongkar gudang, boneka atau baju yang lama disimpan dalam gudang atau lemari.
  • Benarkah debu sebagai penyebab. Paling tidak informasi dan anggapan yang sering timbul baik dari masyarakat awam dan beberapa dokter pasti menyebutkan debu sebagai penyebab. Saran untuk menghindari debu dan membersihkan semua ruangan rumah bahkan ditambah lagi memakai purifier udara dan AC paling canggihpun sudah diikuti tetapi tetap tidak membuahkan hasil. Benarkah debu jadi penyebab ? Kalau bukan apakah memang benar alergi makanan sebagai penyebab alergi yang berkepanjangan tersebut?
  • Penggunaan Karpet Menurun kejadian Alergi meningkat. Fakta Ilmiah terbaru Di Swedia, pemakaian carpet berkurang tetapi justru sebaliknya kejadian alergi malah semakin meningkat, benarkah debu sebagai penyebab utama alergi ?
  • Tes Alergi kulit sering menunjukkan bahwa Debu Positif dan Makanan banyak negatif. Tes alergi atau skin tes hanya sensitif penyebab alergi reaksi cepat seperti debu dan makanan tertentu seperti udang atau cumi. tetapi penyebab makanan reaksi lambat sering negatif, padahal saat dikonsum dapat menimbulakan reaksi lambata atau sekitar 6-8 jam setelah makan. Hal inilah yang mengakibatkan debu divonis sebagai biangnya alergi tetapi alergi makanan sering diabaikan sebagai penyebab

Infeksi Virus Penyebab Utama Gangguan

  • Sebenarnya gangguan asma, sesak, batuk, pilek dan gangguan kulit bisa disebabkan karena alergi dan seringkali diperberat oleh adanya infeksi virus atau infeksi lainnya. Gejala infeksi virus kadang ringan seperti badan hangat, sakit kepala, badan pegal atau kecapekan, batuk dan pilek. Karena ringannya keluhan selama ini infeksi virus tersebut dianggap sebagai masuk angin, terlalu capek, mau flu tidak jadi atau panas dalam. Justru saat ke dokter penyebab tersering dan lebih berat adalah infeksi virus bukan alergi. Sebaliknya justru alergi timbul lebih ringan dan penderita tidak ke dokter. Sehingga sering asma kambuh lagi saat flu, sinusitis kambuh lagi saat flu, nyeri perut atau gejala maag timbul saat flu atau sesak timbul lagi saat batuk yang keras dan demam. Tetapi sayangnya penderita bahkan dokter sekalipun kadang sulit membedakan antara virus dan alergi. Seringkali gejala alergi disebut infeksi sebaliknya infeksi virus dianggap sebagai alergi.
  • Penderita Alergi Mudah Sakit. Penderita alergi asma atau dengan gangguan fungsi saluran cerna seringkali mengalami daya tahan tubuh menurun sehingga mudah terkena sakit infeksi atau flu. Seringkali dokter memberi antibiotika saat gejala alergi timbul. Padahal antibiotika hanya untuk kasus infeksi, karena memang gangguan itu timbul bukan sekedar alergi. Sebenarnya antibiotika pada umumnya tidak perlu diberikan karena infeksi paling sering timbul adalah infeksi virus. Hal ini terjadi karena mekanisme pertahanan tubuh sebagian besar berada di saluran cerna. Bila saluran cerna sering terganggu maka daya tahan tubuh menurun dan akan mudah sakit.
  • Pada penderita alergi bila sakit infeksi virus lebih berat. Infeksi virus bila terkena beberapa ternyata dapat menimbulkan gangguan yang berbeda dan memperberat alergi yang ada. Pada orang sehat mungkin hanya pegal atau seperti flu tidak jadi . Tetapi pada penderita alergi dengan bakat asama, saat terkena infeksi virus menjadi sesak. Penderita alergi dengan kulit sensitif bila terkena virus lebih gatal atau terjadi urtikaria. Pada bayi dengan hipersekresi bronkus bila terkena virus napasnya akan menjadi grok-grok, Pada pendeirta sensitif saluran cerna menjadi nyeri perut atau muntah lebih sering. Pada penderita sensitif hidung menjadi mimisan atau bersin dan hidung buntu lebih hebat.

PENCETUS ALERGI LAINNYA

  • Penyebab atau Pencetus Timbulnya gejala alergi bukan saja dipengaruhi oleh penyebab alergi, tapi juga dipengaruhi oleh pencetus alergi. Beberapa hal yang menyulut atau mencetuskan timbulnya alergi disebut faktor pencetus. Faktor pencetus tersebut dapat berupa faktor fisik seperti dingin, panas atau hujan, kelelahan, aktifitas berlebihan tertawa, menangis, berlari,olahraga. Faktor psikis berupa kecemasan, sedih, stress atau ketakutan.
  • Faktor hormonal Faktor hormonal juga memicu terjadinya alergi pada orang dewasa. Faktor gangguan kesimbangan hormonal itu berpengaruh sebagai pemicu alergi biasanya terjadi saat kehamilan dan menstruasi. Sehingga banyak ibu hamil mengeluh batuk lama, gatal-gatal dan asma terjadi terus menerus selama kehamilan. Demikian juga saat mentruasi seringkali seorang wanita mengeluh sakit kepala, nyeri perut dan sebagainya.
  • Faktor pencetus sebetulnya bukan penyebab serangan alergi, tetapi menyulut terjadinya serangan alergi. Bila mengkonsumsi makanan penyebab alergi disertai dengan adanya pencetus maka keluhan atau gejala alergi yang timbul jadi lebih berat. Tetapi bila tidak mengkonsumsi makanan penyebab alergi meskipun terdapat pencetus, keluhan alergi tidak akan muncul. Pencetus alergi tidak akan berarti bila penyebab alergi makanan dikendalikan. Hal ini yang dapat menjelaskan kenapa suatu ketika meskipun dingin, kehujanan, kelelahan atau aktifitas berlebihan seorang penderita asma tidak kambuh. Karena saat itu penderita tersebut sementara terhindar dari penyebab alergi seperti makanan, debu dan sebagainya. Namun bila mengkonsumsi makanan penyebab alergi bila terkena dingin atau terkena pencetus lainnya keluhan alergi yang timbul lebih berat. Jadi pendapat tentang adanya alergi dingin mungkin keliru.

DINGIN SEBAGAI PEMICU BUKAN PENYEBAB

  • Dingin memang benar hanya sebagai faktor pemicu alergi bukan penyebab. Sebagai pemicu artinya saat keluhan alergi datang atau saat sakit flu maka sebaiknya udara dingin dihindarkan karena akan memperberat keluhan. Tetapi saat sehat sebenarnya udara dingin tidak terlalu berpengaruh
  • Dingin atau AC sering juga dianggap biang keladi penyebabnya. Mungkin memang benar dingin sebagai pemicu atau memperberat gangguan yang sudah ada. Tetapi pendapat ini tidak sepenuhnya benar karena banyak penderita alergi batuk saat tidur siang dengan AC yang sangat dingin tidak timbul gejala batuk tersebut. Hingga saat ini masih belum diketahui mengapa gejala alergi atau asma sering timbul saat malam hari. Diduga peranan hormonal sirkadial yang mengakibatkan fenomena gejala saat malam dan pagi hari lebih sering terjadi.
  • Minuman dingin sebagai penyebab sakit ? Demikian juga es atau minuman dingin. Dingin memang benar hanyalah sebagai faktor pemicu alergi bukan penyebab. Sebagai pemicu artinya saat keluhan alergi datang atau saat sakit flu maka sebaiknya jangan minum minuman dingin karena akan memperberat keluhan. Tetapi saat sehat sebenarnya minuman dingin tidak terlalu berpengaruh pada saat sehat. Justru minuman dingin berpengaruh karena kandungan lain yang ada dalam minuman dingin tersebut, seperti es jeruk, es coklat atau es durian. Justru yang mengganggua bukan dingin esnya tetapi jeruk, coklat atau duriannya. Sakit flu demam dan batuk pilek juga bukan karena minuman dingin karena minuman dingin tidak mengandung virus. Kecuali penularan virus lewat minuman dan itu tidak terjadi hanya pada minuman dingin.
  • Alergi Makanan Berperanan Fakta tersebut di atas lebih menunjukkan bahwa makanan sangat mungkin berperanan penting dalam berbagai kejadian alergi. Proses terjadinya alergi makanan sebagian besar menimbulkan reaksi lambat, gejala timbul setelah 6-8 jam terpapar makanan tertentu seperti ayam, telor, jeruk, coklat dan sebagainya. Sebagian kecil makanan menunjukkan reaksi cepat atau kurang dari 8 jam seperti ikan laut, kacang, mangga dan buah-buahn tertentu lainnya.
  • Gangguan Saluran Cerna Bukti lain bahwa makanan sangat mungkin besar pengaruhnya karena pada penderita alergi saluran napas sering juga mengalami gangguan saluran cerna seperti mual , nyeri perut, BAB sulit, diare (BAB>3kali), konstipasi, mulut berbau, lidah berpulau atau berwarna putih dan sebagainya.
  • Makanan Berminyak Kontroversi lain yang sering timbul bahwa makanan berminyak sering mengakibatkan batuk. Tetapi ternyata fakta yang terjadi adalah makanan berminyak yang mengganggu penderita alergi adalah minyak goreng yang terkandung makanan berpotensi alergi seperti minyak goreng bekas menggoreng ikan laut, kacang tanah atau ayam. Hal ini sering didapatkan pada makanan restoran atau jajanan luar lainnya karena sebagian besar minyak yang dipakai adalah minyak bekas menggoreng bahan lainnya atau ”minyak goreng bekas?” Atau, penderita makan bahan alergi yang digoreng seperti makan udang goreng dan sebagainya. Fakta lain terjadi bila penderita alergi makan makanan dengan minyak goreng yang baru atau bahan makanan yang digoreng relatif aman maka gejala alergi sering tidak timbul.

Cermati Tanda dan gejala Gangguan Saluran Cerna

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x