Mohon tunggu...
Sandi Saputra
Sandi Saputra Mohon Tunggu... Konsultan - Tenang saja, aku hanya belajar.

Mahasiswa S2 yang sedang menjalani mimpinya di Kutub Utara

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Pilihan

ISIS Ingin Pulang ke Indonesia?

28 Maret 2019   19:45 Diperbarui: 28 Maret 2019   19:50 398
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Perempuan dan anaknya asal Indonesia di kamp pengungsian Al-Hol. AFSHIN ISMAELI, BBC Indonesia

Milisi ISIS saat ini sudah terdesak diujung kekalahan total setelah Syrian Democratic Forces (SDF) atau Pasukan Demokratis Suriah pimpinan suku Kurdi yang didukung oleh koalisis Amerika serikat merebut kantong terakhir ISIS, Baghuz.

Menurut salah satu pejabat Kurdi yang dikutip oleh AFP mengatakan bahwa, saat ini terdapat sekitar 70.000 pengungsi di kamp pengungsi Al-Hol, yang terletak di Suriah bagian Timur. Kondisi ini sangat memperhatinkan karena, kamp tersebut diperuntunkan untuk pengunsi dengan kapasitas tidak lebih dari 20.000 orang. Terdapat lebih dari 9.000 keluarga yang merupakan pendukung ISIS dari luar negeri.

ISIS yang didirikan pada tahun 1999 dipimpin oleh Abu Bakr al-Baghdadi merupakan pecahan dari Al-Qaeda yang memulai pergerakan secara massif dengan milisi dari seluruh dunia pada tahun 2014 di Iraq dan Suriah.
Respon masyarakat internasional?

Watawan BBC, Aleem Maqbool mewawancarai pejabat Kurdi, Abdul Karim Omar mengatakan, dirinya sangat kecewa dengan pemerintahan masyarakat internasional yang seolah membiarkan kekacauan yang terjadi di kamp pengungsi.

Menurut beliau saat ini mereka kewalahan menangani para tahanan dan sangat menyayangkan keputusan beberapa negara yang mencabut kewarganegaraan bekas milisi ISIS sehingga tidak dapat kembali ke negara asalnya sehingga memperburuk masalah di kamp AL-Hol.
Sumber PBB mengemukakan bahwa saat ini petempur ISIS terdiri lebih dari 40.000 yang berasal dari 110 negara yang berangkat dari negara asal ke Irak dan Suriah.

Eks ISIS ingin pulang ke Indonesia
Di antara ribuan pengungsi di Al-Hol terdapat anak-anak dan perempuan yang berasal dari Indonesia. Mereka mengatakan ingin pulang ke Indonesia, dikutip dari BBC yang disampaikan oleh wartawan Lepas Afshin Ismaeli.

Salah satu dari mereka adalah Maryam berasal dari Bandung, Jawa Barat yang memiliki empat anak menyatakan ingin pulang ke Indonesia.
"Saya dengan empat anak dan keluar dari Baghuz...kami ingin pulang ke negara asal kami, ke Indonesia" Afshin mengatakan ke pada BBC Indonesia "Kondisi di kamp itu sangat, sangat buruk dan memprihatinkan. Tidak cukup untuk menampung ribuan orang, tidak ada bantuan. Ada yang membagi makanan tapi tak cukup untuk semua."

Bagaimana reaksi pemerintah Indonesia?
Kementerian Luar Negeri melalui juru bicaranya, Armanatha Nasir mengatakan bahwa akan menerima kepulangan WNI jika dapat dibuktikan melalui verifikasi, namun dia mengatakan akan melalui proses yang panjang karena, banyak WNI yang berangkat ke Suriah dan Irak tidak memiliki dokumen yang cukup karena hancurnya kota-kota ISIS dan tidak melapor ke kedutaan sehingga Kementerian Luar Negeri tidak memiliki datanya.

"Apakah mereka benar-benar WNI. Setelah itu ada tahap selanjutnya, yaitu melihat situasi mereka, keadaan mereka, terkait psikologisnya, radikalisme mereka dan sebagainya, itu terus kita kawal, sampai nanti ada keputusan bagaimana kita bisa membantu mereka". Dikutip dari BBC News Indonesia dari laporan Arin Swandari.

Menurut Armanatha, yang pasti proses ini akan melibatkan banyak pihak yaitu pihak Imigrasi, kepolisian, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme BNPT.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun