Mohon tunggu...
Samsudin Simatupang
Samsudin Simatupang Mohon Tunggu... Penulis - Penulis

Penulis kelahiran Palembang pada 13 nopember 1961. Saat ini menjadi anggota PPPSU ( Perkumpulan Penulis Pendidik Sumatera Utara ). Kegiatan sehari hari menulis artikel di Gurusiana Media Guru dan Kompasiana Indonesia, Pemerhati Kegiatan Sosial Kemasyarakatan.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Tari Sigale-gale Penuh dengan Mistik

9 November 2022   04:30 Diperbarui: 9 November 2022   04:30 134
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
(Dokumen Museum Hutabolon Simanindo, Samosir)

Tari Sigale-Gale merupakan  salah satu kesenian tradisional masyarakat suku Batak di Samosir, Sumatera Utara. Sigale Gale sendiri adalah sebuah boneka berbentuk manusia yang dapat digerakan. 

Biasanya Sigale Gale menari dengan diiringi oleh musik tradisional Batak. Tari Sigale Gale biasanya ditampilkan dalam berbagai acara adat dan acara budaya. Saat ini tari Sigale Gale  menjadi salah satu daya tarik bagi para wisatawan yang datang Samosir.

Patung  Sigale Gale sendiri diperkirakan sudah ada sejak  ratusan tahun yang lalu. Kisah patung Sigale Gale ini merupakan cerita seorang raja yang kehilangan anaknya yang sangat dicintainya. Karena memikirkannya sang raja akhirnya jatuh sakit dan berbaga cara dilakukan untuk menyembuhkannya namun tidak berhasil. 

Akhirnya dengan saran penasehat istana maka dibuatlah sebuah patung yang mirip dengan anaknya. Dan dengan kesaktian mereka maka dimasukkan ruh arwah anak tersebut kedalam patung sehingga bergerak. 

Dengan seketika sang raja akhirnya sembuh dan bisa tersenyum kembali. Sejak itu patung Sigale Gale dijadikan tradisi memanggil ruh dan dipercaya oleh masyarakat sekitar. Namun cerita ini masih banyak yang tidak mempercayainya. 

Sebagai bentuk perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten Samosir, maka Tari Sigale Gale dijadikan budaya Samosir dan dapat disajikan kepada para wisatawan yang datang kedaerah ini. Semoga budaya masyarakat seperti ini tetap dilestarikan sebagai warisan budaya Indonesia.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun