Mohon tunggu...
Elang Salamina
Elang Salamina Mohon Tunggu... Serabutan

Ikuti kata hati..itu aja...!!!

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Geliat Sepak Bola Eropa dan Nasib Kompetisi Liga Indonesia

18 Juni 2020   13:05 Diperbarui: 18 Juni 2020   13:03 56 19 10 Mohon Tunggu...

SEMPAT vakum beberapa bulan lamanya gara-gara mewabahnya pandemi virus corona atau covid-19, perlahan namun pasti liga-liga sepak bola eropa kembali menggeliat.

Satu per satu liga-liga top eropa mulai menjalankan sisa roda kompetisinya. Walau tentu laga-laga yang dimainkan tidak seperti sebelum kompetisi di hentikan sementara oleh otoritas tertinggi liga masing-masing negara yang tentunya atas seizin UEFA sebagai pengendali sepak bola eropa.

Laga-laga yang dimainkan oleh peserta atau klub-klub liga  benar-benar harus memperhatikan protokol kesehatan covid-19. Dimana syarat paling utamanya adalah supporter masing-masing klub dilarang datang ke stadion. Alias pertandingan digelar tanpa penonton.

Selain itu ada beberapa aturan lain yang harus dipenuhi. Misal, di bench atau tempat duduk pemain cadangan, biasanya kita lihat di layar kaca antar pemain sering kali kali tertangkap layar kamera sedang asik ngobrol atau hal lainnya. Sesuai protokol kesehatan, sekarang tempat duduk mereka harus mengatur jarak.

Untuk pertandingan liga-liga top eropa yang biasanya rinduh rendah oleh yel-yel supporter, atribut yang penuh warna-warni hingga selebrasi kegembiraan saat terjadi gol, memang terasa janggal saat semua itu tidak terlihat lagi.

Kendati demikian, life must go on, pun dengan kehidupan dunia sepak bola. Selain harus merampungkan sisa kompetisi demi penentuan jawara, juga harus "menyelamatkan" sektor lainnya. Sebut saja neraca keuangan klub, kontrak hak siar, kontrak pemain dan tentu saja "menghilangkan" dahaga para pencinta sepak bola dunia atas tontonan cabang olah raga paling populer ini.

Bundesliga Pertama Move On

Liga top eropa pertama yang "berani" kembali menjalankan roda kompetisinya pasca vakum adalah liga sepak bola Jerman atau Bundesliga.

Bundesliga Liga Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi setelah berhenti pada pertengahan Maret 2020 karena pandemi. Liga negaranya legenda sepakbola Franc Beckeunbaeur ini kembali melanjutkan roda kompetisinya pada pekan ke-26 pada medio bulan Mei 2020 lalu.

Sekarang liga sepak bola Jerman telah menyelesaikan 32 laga. Pimpinan klasemen sementara masih dipegang olek klub raksasa Bayern Munchen dengan 76 poin, diikuti Borusia Dorrmund di urutan kedua dengan 66 poin, lalu FC Leipzig 63 poin.

Persaingan Panas Dua Klub Raksasa La Liga

Seperti halnya Bundesliga, kompetisi liga sepak bola Spanyol atau La Liga, kembali melanjutkan roda kompetisinya. Setelah sebelumnya sempat terhenti pada pekan ke-27 dengan alasan yang sama, yakni pandemi covid-19.

Kerap terjadi pada musim-musim sebelumnya. Persaingan sengit musim ini pun masih seputaran dua klub raksasa Spanyol, yakni Real Madrid dan Barrcelona.

Hingga pekan  ke-29, Barcelona masih unggul atas rival abadinya itu dengan raihan 64 poin. Sedangkan Madrid membuntutinya dengan poin 59. 

Meski begitu, klub yang bermarkas di Stadion Bernabeu ini masih memiliki satu pertandingan sisa, sehingga jika berhasil dimenangkan, maka jarak poin akan terpangkas. Hanya terpaut dua poin saja.

Selisih poin yang sangat dekat ini pastinya akan menjadikan sisa laga semakin sengit untuk kedua tim. Terpeleset sedikit saja bisa alamat bencana bagi kedua tim dalam perburuan gelar musim ini.

Lazio Ancaman Superioritas Juventus

Hampir satu dekade ini tak ada yang menyangsikan kalau di kompetisi liga Serie-A Italia, Juventus adalah klub yang paling mendominasi.

Tim berjuluk si nyonya tua ini sukses menyabet gelar prestisius liga domestik 8 kali berturut-turut. Jelas ini merupakan prestasi besar dan tidak sembarangan tim bisa melakukannya.

Namun untuk musim 2019-2020 ini, Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan harus hati-hati dan extra kerja keras jika mahkota juaranya tidak ingin dicuri tim lain.

Betul, hingga pekan ke 26,  tim besutan Maurizio Sarri ini masih bercokol di urutan klasemen sementara dengan 63 poin. Namun, jumlah poin tersebut masih jauh dari kata aman. Sebab, Lazio yang berada di urutan ke-2 klasemen hanya terpaut satu poin saja.

Jika Juve kurang hati-hati atau lengah sedikit saja, boleh jadi pasukan Simone Inzagi ini bakal mampu menyalip dan meruntuhkan kedigdayaan Juventus selama ini.

Liverpool Diambang Juara


Pindah ke Liga Primer Inggris. Sepertinya lanjutan kompetisi liga sepak bola terbaik di dunia ini hanya sebagai pengukuhan gelar juara bagi Liverpool.

Sebelum kompetisi dihentikan pertengahan Maret lalu, Si Merah Julukan Liverpool nyaman di puncak klasemen dengan 82 poin dari 29 pertandingan, unggul jauh dari pesaing terdekatnya Manchester City yang baru mengoleksi 57 poin dari 28 laga.

Dengan begitu, Liverpool hanya butuh dua kemenangan untuk memastikan gelar juara setelah puasa selama tiga dekade lamanya. Si Merah terakhir juara pada musim 1989/1990.

Jika dua kemenangan ini diraih, jumlah poin tim besutan Jurgen Klopp ini menjadi 88. Jumlah poin ini sudah tak mungkin bisa dikejar lagi Manchester City. Dengan menyisakan 10 laga, pasukan Pep Guardiola ini maksimal hanya meraih 87 poin.

Sebagai tambahan, tadi malam Manchester City berhasil memangkas jarak dengan Si Merah setelah sukses menumbangkan Arsenal tiga gol tanpa balas. Dengan begitu, jumlah poin Kun Arguero dan kawan-kawan menjadi 60.

Liga Prancis Dihetikan, PSG Juara

Tidak seperti keempat liga top eropa di atas yang memutuskan untuk melanjutkan roda kompetisi, otoritas sepak bola Prancis lebih memilih untuk menghentikannya di pekan ke-28.

Otoritas sepak bola setempat akhirnya memutuskan juara liga adalah PSG. Hingga pekan ke-28, Neymar dan kawan-kawan sukses memuncaki klasemen dengan 68 poin dari 27 laga. Unggul 12 poin dari pesaing terdekatnya, Marseille yang sudah memainkan 28 laga.

Itulah geliat sepak bola eropa pasca dihentikan akibat pandemi covid-19. Dengan begitu para pecinta sepak bola liga-liga eropa di tanah air kembali akan disuguhkan laga-laga menarik dengan permainan ciamik yang ditunjukan bintang-bintang sepak bola dunia.

Menunggu Liga Indonesia

Seperti halnya liga-liga eropa yang sudah mulai melanjutkan roda kompetisinya, tentu saja kita juga rindu liga sepak bola di tanah air kembali bergulir.

Sayang kepastian tentang lanjutan liga sepak bola tanah air ini maaih abu-abu. Meski, Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan atau yang biasa dipanggil Iwan Bule berencana akan melanjutkan kompetisi tersebut pada bulan September atau Oktober 2020 mendatang.

PSSI terus merumuskan konsepnya, yang nanti diputuskan di rapat Komite Eksekutif (Exco).

"Pastinya protokol kesehatan akan kami jalankan betul," imbuh Iwan Bule. Dikutip dari Liputan6.com.

Masih dikutip dari Liputan6.com, Iwan Bule berbicara banyak dalam acara webinar bertema: Sepak Bola Nasional Pasca COVID-19: Sudah Siapkah Kompetisi Bergulir?  Kamis (11/6/20).

Acara yang digelar secara virtual dengan memakai aplikasi Zoom ini, Iwan mengatakan rencana kelanjutan liga Indonesia ini adalah menyangkut untuk kepentingan klub, kedua tim nasional, ketiga ekonomi.

Kepentingan Timnas Indonesia turut menjadi pertimbangan dalam memutar lagi roda kompetisi. Oleh karena itu, banyak pihak yang diuntungkan dengan diselenggarakannya lagi kompetisi.

"Sebentar lagi kita juga menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021. Kita sudah ketinggalan hampir tiga bulan tanpa pemusatan latihan yang memadai," tutur Iwan Bule.

Salam

VIDEO PILIHAN