Mohon tunggu...
Salsabilla Aurelia
Salsabilla Aurelia Mohon Tunggu... Mahasiswa

Kesejahteraan Sosial UNPAD 19

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Dampak Wabah Virus Corona terhadap Kondisi Sosial dan Perkonomian Indonesia

11 Mei 2020   19:00 Diperbarui: 11 Mei 2020   19:05 147 0 0 Mohon Tunggu...

Wabah virus corona (COVID-19) saat ini tengah melanda berbagai wilayah di dunia. Virus ini pertama kali diduga berasal dari Provinsi Wuhan China yang mulai mewabah akhir Desember tahun lalu. Virus ini menginfeksi sistem pernafasan manusia dan dapat menyerang siapa saja dari balita hingga orang lanjut usia. Penyebarannya pada manusia begitu cepat hanya dengan melalui kontak fisik antar manusia yang terinfeksi virus dapat dengan mudah tertular. 

Tingkat kematian pasien yang tertular virus ini dikatakan cukup rendah namun dalam banyak kasus virus ini telah banyak menyebabkan korban jiwa yang rata-rata adalah orang lanjut usia dikarenakan mereka memiliki kekebalan tubuh yang rendah dan diantaranya memiliki riwayat penyakit sebelumnya.

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak virus ini sejak awal Maret 2020. Penyebaran virus ini di Indonesia begitu cepat hingga saat ini jumlah kasus positif corona selalu bertambah setiap harinya, meskipun banyak pasien yang telah dinyatakan sembuh namun masih jauh perbandingannya dari jumlah pasien yang positif terinfeksi virus ini. 

Oleh karena itu, pemerintah Indonesia berusaha menghentikan penyebaran virus ini dengan menetapkan kebijakan pembatasan sosial berupa psycal distancing hingga PSBB selain himbauan untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan diri. Pembatasan sosial dianggap menjadi salah satu cara yang efektif untuk mempercepat pemutusan rantai penyebaran virus ini. Penerapan psycal distancing dan PSBB dimulai dari menghentikan seluruh kegiatan yang melibatkan keramaian masyarakat dan menutup beberapa akses jalan keluar antar daerah hingga provinsi.

Adanya kebijakan pemerintah mengenai psycal distancing hingga PSBB berdampak pada aspek kehidupan sosial masyarakatnya, aktivitas sehari-hari berinteraksi secara langsung dengan sesama manusia berkurang karena masyarakat dihimbau untuk tetap tinggal dirumah dan mengerjakan segala kegiatan menggunakan metode online mulai dari anak sekolah hingga para karyawan kantor. Kemudian beberapa kegiatan yang telah direncanakan sebelumnya harus ditunda hingga terancam dibatalkan seperti konser musik, acara pernikahan, dan berbagai kegiatan lain yang melibatkan banyak orang. 

Tentunya ini memberikan dampak pada perekonomian Indonesia, berbagai jasa tranportasi, restoran, sektor pariwisata, dan usaha kecil hingga menengah mengalami penurunan pendapatan, karena berkurangnya masyarakat yang menggunakan jasa transportasi umum untuk berpergian keluar rumah dan masyarakat yang enggan untuk keluar rumah membeli kebutuhan secara langsung dan lebih memilih berbelanja melalui aplikasi online. 

Selain itu para karyawan pabrik produksi terancam di PHK karena perusahaan tidak mampu membayar gaji, akibat dari tidak berjalannya kegiatan produksi selama pandemi virus ini. Akibat dampak tersebut jumlah pengangguran meningkat, masyarakat kecil menjadi kesulitan mendapatkan penghasilan dan pekerjaan.

Pemerintah telah berupaya untuk tetap menstabilkan perekonomian Indonesia dengan membuat kebijakan yang diharapkan mampu meringankan beban masyarakat seperti penerbitan kartu prakerja, meringankan hingga menunda pembayaran hutang pada perbankan, memberi bantuan sosial, dan sebagianya. 

Namun hal tersebut tentunya dapat berjalan lancar apabila masyarakat memiliki kesadaran untuk bersama-sama dalam upaya pemutusan penyebaran virus ini dengan tetap mematuhi aturan psycal distancing dan PSBB sehingga upaya dapat lebih cepat dilakukan sehingga dapat segera mengembalikan kondisi sosial dan perekonomian di Indonesia yang normal kembali.

VIDEO PILIHAN