Mohon tunggu...
Salma Sakhira Zahra
Salma Sakhira Zahra Mohon Tunggu... Lahir di Jakarta, 28 Februari 2002. Alumni TK Putra III (2007/2008), SDSN Bendungan Hilir 05 Pagi (2013/2014), dan SMPN 40 Jakarta (2016/2017). Kini bersekolah di SMAN 35 Jakarta.

Nama : Salma Sakhira Zahra TTL : Jakarta, 28 Februari 2002 Agama : Islam Jenis Kelamin : Perempuan

Selanjutnya

Tutup

Novel

Normal dan Psikopat (8)

13 Oktober 2020   01:43 Diperbarui: 13 Oktober 2020   02:22 11 1 0 Mohon Tunggu...

"Hm!" suara imut Faris tanda ia selesai membuat novel tersebut. Ada 10 bab dan harus dikirimkan. Ia pakai nama pena "Ris Black". Faris tersenyum lebar dan menyiratkan keusilan yang tak tahu apakah ada yang bisa menghentikannya.

"Ragatha, kamu tak apa?" tanya Tina melihat Ragatha seperti stress. "Tidak!" jawab Ragatha. Ragatha mengirim karyanya ke penerbit dekat rumah.

Ragatha, ia dengar Tina sudah pulang dari rumah sakit karena sakit berat yang ia derita. Ragatha sedih karena tak bisa menjenguknya. Lagu suram yang ia dengar entah kenapa membawanya pada sosok Tina sebagai sahabatnya.

"Hai, bisakah kalian menemukan mereka? Kami butuh penjelasan"

Faris pindah sendiri saat beranjak remaja dan menjadi lulusan muda di SMA karena menjalankan program lompat kelas dan sekolah di luar negeri.

Ragatha harus pindah ke luar negeri dan negara baru sepertinya akan benci padanya.

Berita pencarian seseorang di negara Faris dan Ragatha tersebar, mencari mereka berdua. "Kasihan, banyak yang ketakutan. Ada yang pingsan hingga meninggal!".

"Dia punya maksud terselubung apa?"

"Untung kamu bukan kepompong menjadi kupu-kupu!"

Novel Faris sudah terbit dan dibaca oleh banyak orang.

Kutipan novel :

BAB 1

"Halo, aku adalah anak beranjak remaja yang baru memasuki masa perkuliahan. Aku mengambil program studi yang lagi naik daun disana. Aku sendiri dan bergumul dengan tugas sehingga teman saja aku tak punya.

Suatu hari aku mempunyai pria yang sangat kugemari karena sifatnya. Ia sedang dekat dengan wanita berambut panjang hitam lurus. Ia femini dan anggun, tiap ke kampus memakai baju rok pendek selutut.

Aku sedang sangat suka dengannya.

Tapi mengapa ia pergi dengan yang lain?

Perempuan itu bernama Ayunita, aku sempatkan mengirim makanan dan minuman ke rumahnya dengan surat beramplop 'I LOVE YOU' tanpa pengirim. Ia cuek tapi dimakan, aku kesal.

"Sudah kuduga pasti ia menolak"

Ayunita harus terbujur di rumah, harus teriak di rumah. "Sayang, sabar ya, muaa!!!" "


BAB 2

"Deva, pria yang ku kagumi hanya bisa melihat dari jendela kamar, keluarga memutuskan untuk mendiamkan dia. Deva harus menemani di luar pintu sampai ia melihat dengan mata kepalanya mulut Ayunita berbusa dan hilang dengan sendirinya.

Selalu seperti itu

"Aku kenapa?" tanya Ayunita. Tiap tengah malam, aku selalu melihat wajah cantiknya ketika tidur. Hm...

Paginya, jantungnya harus dinormalkan karena ada bercak darah di lantainya. Ayunita menangis sesenggukkan.

"Kenapa kamu?" "


BAB 3

"Deva memasukkan setangkai mawar merah ke kacanako kamar Ayunita.

Berita terhangat, Ayunita kembali teriak karena cat merah di tembok kamarnya bertulis "MATI KAU" "


BAB 4

" "Ayunita..." senandung kecil dari seseorang yang membuat keringat Ayunita bercucuran.

"Cepat sembuh Sa... yang..." kata-kata pria itu membuat Ayunita memotong rambut karena frutasi. Kedengaran kok, Sayang!"


BAB 5

"Ayunita memberanikan diri keluar dan ditemani oleh Deva. Ayunita tiba-tiba mencengkik leher Deva dan dibalas pukulan tinju Deva di bagian perut membuat Ayunita pingsan.

"Ayunita, bangunlah!" "


BAB 6

"Kata dokter, otak dan jantung Ayunita semakin parah. Sayang, gadis idamanku, apakah kamu akan sembuh?

Ayunita entah kenapa terobsesi pada pisau. Suara potongan bawang di dapur oleh Deva membuatnya ingin melakukan sesuatu.

"Ayunita, jangan memutus nadimu!" "


BAB 7

"Ayunita pingsan, Sayang, bangunlah, aku butuh mata sejukmu!"


BAB 8

"Kaki Ayunita harus kesakitan karena ada yang menusuk ketika tidur. Suara itu makin memperparah keadaan perempuan cantik itu!"


BAB 9

"Tusukkan di perut Ayunita membuatnya pingsan!"


BAB 10

"Ayunita tewas karena semua perbuatan dari awal dari aku, pria yang tak mau disakiti, apalagi oleh gadis impian seperti Ayunita.

Aku pembunuh dan selamat jalan Sayangku, Ayunita!!!"


Bab demi bab yang ditulis Faris membuat gempar masyarakat di negara Faris. Faris masih normal, menyusun semuanya dengan normal. He's body very normal.

Di sisi lain, ada Ragatha dengan novel bernama pena "Help Ragatha".

Kutipan novel :

BAB 1

"Halo, aku masih sehat!"


BAB 2

"Halo, aku sangat suka sirup, jadi aku minum sirup tiap bulan!"


BAB 3

"Halo, aku penyuka coklat!"


BAB 4

"Aku suka bergaul!"


BAB 5

"Aku adalah murid berprestasi!"


BAB 6

"Sakit yang kukira akan sembuh dalam waktu sehari malah membuatku harus minum obat. Kasmaran mungkin aku pada obat!"


BAB 7

"Halo, aku lagi suka film action, dari struktur hingga beladiri ku kuasai!"


BAB 8

"Halo, aku lagi di depan rumah temanku tiap pkl.01.00!"


BAB 9

"Selamat tinggal Kawan, gara-gara mie racun buatanku? Kok aku belum ketahuan!"


BAB 10

"Aku bunuh diri Sobat, memanfaatkan tubuhku yang terlalu sehat. Bye Bye!!!"

"Tenang semua!" dukungan dari berbagai negara tersalur ke negara Faris dan Ragatha.

Hi Ragatha, you're psikopat and that's right.

Faris yang normal, Ragatha sang psikopat. Bagaimana itu?

Oh ya, Ragatha membunuh Tina Kawan...

SELESAI

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x