Mohon tunggu...
Salman Gafur
Salman Gafur Mohon Tunggu... pekerja cahaya

300 tahun kita dibodohi penjajah, saatnya kita merdeka dalam berpikir

Selanjutnya

Tutup

Politik

Penyelesaian Corona Butuh Kerja Sama Bukan Drama, Risma Sebaiknya Mundur Saja

8 Januari 2021   11:22 Diperbarui: 8 Januari 2021   11:36 272 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Penyelesaian Corona Butuh Kerja Sama Bukan Drama, Risma Sebaiknya Mundur Saja
Tri Rismaharini, Sumber: Rakyat Merdeka

Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak henti-hentinya menghimbau dan mengajak seluruh pihak untuk bersatu dan kerja sama untuk menghentikan laju virus Corona (Covid-19) di Indonesia. Bahkan saat rekan satu partainya di PDIP yang menjabat Menteri Sosial (Mensos), Juliari Batubara terciduk KPK, Jokowi memberikan pernyataan bahwa dirinya telah berulang kali mengingatkan agar pejabat negara tidak memakan hak rakyat, khususnya di kala pandemi Covid-19 saat ini.

Namun sayang, di tengah upaya Jokowi membangkitkan kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan negara terkait penanganan Covid-19, Mensos baru yang juga berasal dari PDIP, Tri Rismaharini justru terlibat "drama" yang membuat publik menjadi geram. Tak tanggung-tanggung, publik bahkan menyematkan gelar "Ratu Drakor (drama kotor)" kepada Wali Kota Surabaya yang rangkap jabatan ini.

Diketahui, sejak ditunjuk menjadi Mensos menggantikan Juliari, Risma rajin blusukan di Jakarta. Mulai dari kolong jembatan hingga menemui tunawisma dilakukan Risma untuk membuktikan perhatian dan kelayakannya sebagai seorang Mensos. Namun sayang, dedikasi Risma yang "dipelototi" publik berakhir dengan terbongkarnya dugaan pencitraan politik.

Di awal-awal, Risma mengunjungi salah satu kolong jembatan di Jakarta. Publik pun menilai, apa yang dilakukan Risma selaku Mensos baru di tengah pandemi Covid-19 tidak tepat dan sebenarnya bisa diwakilkan oleh setingkat kepala dinas daerah setempat. Dibandingkan "plesir" ke kolong jembatan, publik lebih mengharapkan bagaimana terobosan Risma dalam mengalokasikan belanja Kementerian Sosial yang menjadi Belanja Kementerian/Lembaga nomor empat terbesar di 2021, agar tepat sasaran dan tidak menjadi ladang bancakan korupsi seperti sebelum-sebelumnya.

Namun, hiruk pikuk dan kebisingan di Ibu Kota tak membuat Risma terlalu merespon pendapat publik tersebut. Risma kembali melanjutkan "aksinya". Kali ini, seperti banyak tersebar di portal berita online, Risma menghampiri tunawisma di jalan Thamrin-Sudirman, Jakarta. Publik pun mempertanyakan kebenaran blusukan Risma tersebut. Pasalnya, sudah lama sekali publik tak lagi melihat keberadaan tunawisma di kawasan Jalan Thamrin-Sudirman.

Berbagai investigasi ala netizen dan jurnalistik pun dilakukan. Sebagaimana diberitakan oleh Pikiran Rakyat, yang mewawancarai salah satu juru parkir yang sehari-harinya bekerja di kawasan tersebut, terungkap fakta bahwa selama ia bekerja sebagai juru parkir tidak pernah bertemu tunawisma yang menetap bahkan sampai tidur beralaskan kardus.

Aksi blusukan Risma yang diiringi kontroversi ini dianggap Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, sarat dengan motif "kepentingan". Menurutnya, blusukan Risma bisa saja bermotif unjuk diri sebagai Mensos baru dan bisa juga bermotif langkah awal memperkenalkan diri dan membentuk citra di masyarakat untuk kepentingan Pilkada DKI Jakarta 2022 dan Pemilu 2024.

Apapun motif Risma saat menjabat mensos hari ini, sangat penting baginya mentaati arahan Jokowi. Seperti yang diungkapkan Jokowi ketika di awal periode kedua pemerintahannya, "Perlu saya ulang, bahwa tidak ada visi menteri, yang ada visi misi presiden". Jika Risma selaku pembantu tak bisa menunaikan amanat presiden, sebaiknya Risma tahu diri dan mundur dari sekarang.

VIDEO PILIHAN