Mohon tunggu...
Salma Mutiana
Salma Mutiana Mohon Tunggu... Anak sekolahan biasa

Lagi pengin belajar realistis saja

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Membandingkan Bung Karno - Nabi? maksain banget!

18 November 2019   07:30 Diperbarui: 18 November 2019   15:51 81 3 0 Mohon Tunggu...
Membandingkan Bung Karno - Nabi? maksain banget!
soekarno2-5dd17fefd541df02fc20d1c2.jpg

Ir Soekarno tak pernah pingsan untuk tetap sadar bahwa Islam adalah suara Sang Maha Pencipta yang derajadnya tak bisa disetarakan dengan apapun di muka bumi, begitu juga dengan para UtusanNya.
Lihat sedikit kutipan ini, supaya tak ada lagi yang mencoba membanding bandingkan hal tak seharusnya :

  1. Bung Karno menghadap Ulama (KH Hasyim Asyari)
    Mau perang kok menghadapnya ke pak Kyai ?
    Intinya beliau meminta fatwa untuk melakukan perang jihad pada 10 November 1945.
    Resolusi Jihadpun digelorakan pak Kyai, dan Bung Tomo diperintahkan meneriakkan "Allahu Akbar !!" melalui radio untuk mengobarkan Jihad Fi Sabilillah. Seluruh muslim diwajibkan perang !. Saat itu banyak komandan pejuang yang berasal dari kalangan santri.
    Jadi.... Pelajaran SD mana yang mengajarkan bahwa pengikut Nabi Muhammad SAW tidak ikut berjuang di abad 20 ?
    Bahwa respon Resolusi Jihad tsb sekaligus adalah pembuktian bahwa kaum ulama sangatlah ikhlas menghargai kerja sama dengan para tokoh kemerdekaan lain bahkan yang berasal dari agama lain.
    Muslim juga menghargai dan menghormati orang lain yang bukan pada kelompoknya saja.  Jadi jangan tanya lagi "Mengapa umat Islam tidak boleh menghargai orang lain di luar kelompoknya?"

  2. Bung Karno dan Buya Hamka
    Tentu sudah banyak yang tahu romantisme versi akhirat kedua sahabat ini.
    Buya Hamka yang berusia 58 tahun dijebloskan ke dalam penjara selama 2 tahun 4 bulan (1964-1966) tanpa proses peradilan. Namanya dihancurkan, perekonomiannya dimiskinkan, kariernya dimatikan dan buku-bukunya dilarang beredar.
    Namun lihatlah wasiat Bung Karno sebelum meninggal :
    "Bila aku mati kelak, minta kesediaan Buya Hamka untuk menjadi imam shalat jenazahku."
    So sweet !!... Mengakui musuhku adalah sahabat sejatiku butuh kebesaran hati luar biasa loh !! gentleman banget. Kenapa bukan minta pejabat lain saja ? kenapa mesti pada orang yang pernah dipenjarakannya beliau minta ditemani menghadap Sang Khalik?
    Pada akhirnya beliau tahu betul mana yang benar -- benar Ulama Akhirat dan mana yang Ulama dunia.
    Pada akhir hayatnya ternyata apa yang beliau definisikan sebagai pelaku radikalisme itulah yang dipercaya menjadi sahabat sejati perjalanan akhir abadinya.

  3. Pidato Maulid Nabi Muhammad SAW di Istana Negara, Jakarta, pada 1963.--
    ... kita sebagai umat islam harus (harus!) menganggap Muhammad itu sebagai pemimpin besar yang terbesar. Bahkan harus kita mengatakan: TIDAK ADA PEMIMPIN YANG LEBIH BESAR DARIPADA MUHAMMAD SAW!!!....
    Nah cukup jelas kan...
    Para pejuang NKRI yang bersimbah darah dan air mata itu memang dipimpin oleh Rasulullah Muhammad SAW.
    Jadi jangan tanya lagi ya !!... pada kemana umat Rasul berada saat perang kemerdekaan ?

  4. Soekarno ziarah ke makam Rasulullah SAW
    Beliau melepaskan tanda-tanda kepangkatannya sebelum memasuki makam.
    "Yang ada di sana Rasulullah SAW. Pangkatnya lebih tinggi dari kita, aku, dan dirimu," begitu kata Soekarno saat ditanya raja Arab mengapa ia melepaskan pangkatnya.
    Ini akan memperjelas lagi bagaimana Soekarno merendahkan dirinya serendah mungkin di hadapan makam utusan Allah SWT.

    Sudah... Stop membandingkan bung Karno dengan Nabi.
    Hidup Bung Karno !
    Allahu Akbar

VIDEO PILIHAN