Mohon tunggu...
Salma Azzah
Salma Azzah Mohon Tunggu... Mahasiswa - FKIP Biologi Universitas Sebelas Maret

berkreativitas

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Tekno

Peran Penting Masyarakat dalam Menyongsong Pembangunan Berkelanjutan Berbasis Ekowisata

30 Juni 2022   06:00 Diperbarui: 30 Juni 2022   06:11 140 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilmu Alam dan Teknologi. Sumber ilustrasi: PEXELS/Anthony

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki keindahan alam dengan keanekaragamannya yang berada dari ujung Sabang hingga Merauke. Letak geografis Indonesia menyebabkan adanya kekayaan alam mulai dari hutan, perkebunan, sungai, pegunungan, danau, pantai, laut yang dapat ditemukan di berbagai wilayah di Indonesia.  Indonesia merupakan negara dengan kelimpahan sumberdaya alamnya yang tersebar di seluruh Indonesia yang perlu dijaga dan dilestarikan dengan maksimal tanpa melakukan perusakan suatu ekosistem lingkungan. Seiring dengan perkembangan teknologi serta kemajuan tingkat sumber daya manusia, pengelolaan kekayaan alam serta pemanfaatannya juga ikut mengalami perkembangan. Pentingnya pengelolaan sumber daya yang kreatif dan inovatif untuk kemajuan negara Indonesia di tengah pesatnya perkembangan zaman dengan teknologi yang sedemikian rupa. 

Dalam konteks ini, perlunya digerakan pembangunan nasional yang bertujuan untuk kesejahteraan bangsa Indonesia, memajukan kualitas masyarakat dari segi pendidikan maupun ekonomi, dan mengembangkan potensi alam pada setiap daerah untuk mengayomi masyarakat Indonesia. Pembangunan nasional merupakan suatu bentuk pengembangan untuk mengadakan suatu perubahan bangsa Indonesia untuk maju dan bersaing dengan negara-negara di seluruh dunia. Pembangunan nasional ini telah tercantum pada pembukaan UUD 1945 pada alinea keempat. Dengan demikian, pentingnya pembangunan nasional adalah sebagai wujud warga negara dalam mengimplementasikan isi dari UUD 1945 tersebut.

Negara Indonesia memiliki potensi yang besar yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa Indonesia. Perekonomian merupakan suatu komponen esensial yang dapat menjadi tolok ukur suatu negara dikatakan maju atau berkembang. Dalam meningkatkan tingkat perekonomian suatu negara, dibutuhkan pembangunan nasional yang dapat berdampak langsung terhadap pemasukan negara atau devisa negara. Hal tersebut dapat diwujudkan melalui pengelolaan sumber daya alam yang melimpah yang dapat ditemukan di tanah air ini. Pengelolaan sumber daya alam dapat diwujudkan dalam bentuk pelestarian sekaligus pengembangan menjadi sebuah destinasi wisata yang mampu mendorong tingkat perekonomian Indonesia yang lebih maju. Sebagai bentuk dari perwujudan pembangunan nasional, masyarakat harus campur tangan dalam hal ini. Masyarakat Indonesia memiliki peranan penting dalam pengelolaan sumber daya yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia (Fandeli, 2000).

Pembangunan berkelanjutan dapat diartikan sebagai pembangunan yang dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan di masa sekarang hingga masa depan. Pembangunan berkelanjutan ini diharapkan mampu untuk memperbaiki perekonomian, meningkatkan kualitas hidup dan mengembangkan infrastruktur yang belum memadai menjadi memadai dan layak, serta menjaga kelestarian lingkungan dengan segala sumber daya alamnya (Rosana., 2018). Dalam pembangunan berkelanjutan sekaligus untuk mencapai perekonomian yang merata dan stabil di setiap wilayah dapat diwujudkan dengan pembangunan kawasan berbasis ekowisata.

Ekowisata merupakan suatu wisata yang dilandasi dengan prinsip konservasi alam. Ekowisata adalah suatu wisata alam yang pelaksanaannya bertujuan untuk konservasi lingkungan guna melestarikannya serta sebagai sumber pendapatan daerah. Dalam pengembangkan pembangunan wisata berbasis ekowisata ini menggunakan strategi konservasi alam yang berprinsip pada keaslian dan keutuhan suatu ekosistem di area alam, sehingga mampu mempertahankan kelangsungan hidup keanekaragaman di dalamnya. Pembangunan berkelanjutan suatu ekowisata ini berwawasan lingkungan. Berwawasan lingkungan merupakan wujud pelestarian alam tanpa mengeksploitasi alam, namun hanya menggunakan jasa alam yang digunakan untuk pemenuhan pengetahuan, fisik, dan psikologis masyarakat. Konsep dari ekowisata ini tidak terpaku hanya pada wisatawan saja, namun segala bentuk daya tarik wisata alam dan budaya diupayakan untuk mengkonservasi alam.

Pembangunan nasional berkelanjutan melalui pengembangan sumber daya alam seperti hutan dapat menjadi salah satu ide yang dapat menjadi gambaran untuk pembangunan suatu kawasan wisata berbasis ekowisata. Dengan pengembangan hutan sebagai destinasi wisata berbasis ekowisata merupakan suatu upaya konservasi alam dan meningkatkan suatu pembangunan yang berkelanjutan pada suatu potensi alam yang yang belum dikembangkan. Tidak hanya hutan saja yang dapat menjadi suatu tempat wisata namun mulai dari daerah sekitaran danau, sungai, dan rawa dapat dijadikan tempat wisata. Seperti pembuatan taman di sekitar danau atau wisata pasar terapung di Banjarmasin yang dapat dikunjungi karena memiliki konsep yang unik karena pasar tersebut berada diatas air sungai dengan menggunakan perahu. Keunikan konsep pada pasar tersebut dapat mengundang ketertarikan wisatawan untuk berkunjung. Konsep yang diusung pada pasar terapung turun-temurun dari kebudayaan di Kalimantan Selatan (Ardy, 2014).

Bentuk dari konservasi alam dapat berupa pembangunan taman wisata yang mengusung prinsip ekowisata, dimana pembangunan ini tidak memfokuskan pada aspek ekonomi saja, namun dalam pembangunan suatu taman wisata ini yang paling utama adalah melakukan konservasi sumber daya alam, mengenalkan kepada pada wisatawan terhadap kekayaan serta keindahan alam di tanah air yang patut untuk dijaga dan dilestarikan. Selain itu, pembangunan taman wisata pada suatu daerah yang memiliki potensi untuk dikembangkan akan berpengaruh besar terhadap perkembangan daerah itu pula, yang dapat dilihat dari segi ekonomi maupun segi sosial.  Dengan adanya pembangunan wisata dengan prinsip ekowisata bertujuan untuk tidak mengeksploitasi alam namun menjaga kelestarian lingkungan dan pembangunan destinasi berbasis ekowisata ini guna untuk melakukan kebutuhan edukasi bagi pelajar sampai mahasiswa, sebagai sumber penelitian suatu penemuan maupun riset, atau sekedar untuk referensi wisata di akhir pekan (Rachmanto & Aliyah, 2018). Disamping hal itu semua, pembangunan tersebut harus berdasarkan pada pembangunan berkelanjutan dimana adanya keseimbangan antara lingkungan dan alam.

Masyarakat memiliki peran penting dalam menggerakan upaya pelestarian dan pengawasan terhadap lingkungan yang merupakan sumber daya alam yang dimiliki negara. Masyarakat perlu menjadi pengontrol dalam pelaksanaan pengelolaan lingkungan terhadap segala bentuk tindakan masyarakat lain seperti pengunjung/wisatawan yang dapat mempengaruhi kelangsungan hidup suatu ekosistem lingkungan. Peran masyarakat disini sebagai pihak yang melakukan pengawasan dan pengelolaan serta wajib berpartisipasi aktif dalam upaya menjaga dan melestarikan lingkungan. Masyarakat sebagai pengawas dan pengontrol dapat membuat kebijakan hukum dan sanksi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam melestarikan destinasi wisata berbasis ekowisata ini. Dengan adanya kebijakan-kebijakan yang disusun guna membatasi tindakan yang beresiko terhadap kelangsungan dan kelestarian ekosistem lingkungan saat berkunjung di kawasan wisata.

Keterlibatan atau partisipasi masyarakat akan memudahkan dalam pemberian sanksi yang sesuai terhadap orang yang melakukan pelanggaran-pelanggaran di area ekowisata, dalam rangka membantu pemerintah dalam pengawasan dan pengelolaannya (Wibawa, 2019). Oleh karena itu, keterlibatan masyarakat secara aktif mampu mendorong pelaksanaan pembangunan berkelanjutan dalam sektor pariwisata berbasis ekowisata yang lebih maju. Peran keikutsertaan masyarakat dalam kegiatan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup telah diatur dalam Pasal 70 UU PPLH yang berisi tentang pemberian kesempatan yang tidak terbatas untuk turut berpartisipasi aktif dalam pengelolaan dan perlindungan sebagaimana hal tersebut merupakan kewajiban sebagai warga negara untuk melindungi ekosistem lingkungan.  Dalam pasal tersebut berisi bahwa masyarakat dapat berperan dalam pengawasan sosial, segala bentuk pemberian kritik dan saran serta pengaduan, dan penyampaian informasi. Masyarakat harus berperan aktif dalam menyongsong pembangunan berkelanjutan berbasis ekowisata.

Untuk membangun perekonomian melalui wisata yang berbasis ekowisata ini harus adanya integrasi antara komponen pendukung seperti masyarakat, pemerintah, dan lingkungan. Dalam mewujudkan perekonomian yang merata di setiap daerahnya perlunya kesadaran masyarakat dalam melihat suatu peluang yang terdapat pada setiap daerahnya. Peran masyarakat dalam setelah melihat suatu potensi di suatu daerah kemudian direalisasikan dengan pembangunan ekowisata yang mampu mendorong perekonomian di wilayah tersebut. Hal tersebut apabila diterapkan di setiap wilayah di Indonesia akan memicu perekonomian yang maju dan merata hingga ke daerah pelosok. Dalam bahasan tulisan ini untuk membangun perekonomian yang maju melalui pembangunan suatu destinasi wisata yang berbasis ekowisata. Dalam pembangunan destinasi wisata di daerah seperti hutan diutamakan pada kelangsungan hutan tersebut, hutan disini bukan merupakan kawasan hutan lindung yang berisi satwa liar ataupun tanaman yang dilindungi, supaya keanekaragaman hayati beserta ekosistemnya tetap terjaga.

Masyarakat sebagai penggerak perekonomian bangsa Indonesia harus dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan inovatif untuk melaksanakan pembangunan destinasi wisata berbasis ekowisata ini. Pembangunan tempat wisata ini merupakan bentuk dari otonomi daerah untuk mengembangkan perekonomian di daerah tersebut. Banyak peluang yang dapat berhasil jika dalam pembangunan suatu destinasi wisata menggunakan analisis pembangunan yang tepat, agar dapat menekan resiko yang terjadi. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan