Mohon tunggu...
Salma Aini
Salma Aini Mohon Tunggu... Lainnya - Salma Luklu'ul Aini

Saya adalah makhluk sosial memiliki otak paling nesar dari makhluk-makhluk lain berjalan dengan dua kaki dan memiliki dua tangan. Saya akan belajar dan terus belajar.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Apakah Kesehatan Rohani Merupakan Wujud Keberhasilan Psikologi Seseorang dalam Kehidupan Beragama?

24 April 2018   21:38 Diperbarui: 24 April 2018   21:43 933
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Manusia adalah makhluk yang memiliki gharizah.  Gharizah adalah qadar yang duberikan langsung oleh Allah SWT, atau bisa juga disebut dengan naluri dan kebutuhan yang dimiliki oleh setiap makhluk ciptaan-Nya. Gharizah atau naluri ini jika tidak dipenuhi maka akan menimbulkan kegelisahan dan kesempitan pada manusia.

Setiap manusia memiliki naluri agama yang disebut gharizah tadayyun. Gharizah tadayyun mendorong manusia untuk mensucikan sesuatu yang mereka anggap sebagai wujud dari Sang Pencipta, maka dari itu dalam diri manusia ada kecenderungan untuk menyembah atau beribadah kepada sesuatu.

Setiap manusia dengan paham agama yang berbeda memiliki gharizah tadayyun sekalipun orang tersebut atheis. Karena orang-orang dengan paham atheis yang tidak memiliki tuhan, mereka mensucikan orang-orang tertentu semacam lenin dan stelin. Semua itu merupakan perwujudan dari gharizah tadayyun.

Rohani merupakan unsur agama yang terdiri dari ibadah untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Rohani yang baik adalah rohani yang sanggup dan dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan kehidupan. Dengan rohani yang baik, manusia dapat menjadi pribadi yng tenang dan tentram.

Karena rohani yang baik merupakan perwujudan dari keberhasilan psikologi dalam kehidupan beragama seseorang. Karena ketika seseorang menerapkan agama dengan baik, maka yang dirasa adalah ketntraman jiwanya. Menurut Islam ada beberapa cara untuk menjaga kesehatan rohani antara lain:

Memperbanyak ibadah

Memperbanyak dzikir

Husnudzon

Ikhlas

Sabar

Syukur

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun