Mohon tunggu...
Salma KhairunN
Salma KhairunN Mohon Tunggu... mahasiswa

virgo gurl

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Perspektif Hukum Islam dalam HAM

24 Juni 2021   13:00 Diperbarui: 24 Juni 2021   13:03 49 1 0 Mohon Tunggu...

Salma Khairun Nisa

30801900040

S1 Sastra Inggris (L2)

Dosen: Dr. Ira Alia Maerani, S.H., M.H.

Abstrak

HAM adalah anugerah Allah kepada manusia dalam menjalankan tugas sebagai khalifatullah tanpa diskriminasi antara satu orang dengan yang lainnya. HAM didasarkan pada prinsip bahwa setiap orang dilahirkan setara dalam harkat dan hak-haknya. HAM tidak dapat dicabut dalam keadaan apapun. Sejak awal Islam telah mengakui perlindungan HAM. Sebagai salah satu negara Muslim, Indonesia di era Reformasi ini telah berkomitmen untuk melakukan perlindungan dan penegakan HAM sejalan dengan penerapan sistem demokrasi.

Kata kunci: Hukum Islam, Hak Asasi Manusia

A.Pendahuluan

Hak asasi manusia (HAM) merupakan suatu hak dasar yang melekat pada diri tiap manusia karena hak tersebut bukanlah pemberian dari seseorang maupun negara melainkan karunia tidak ternilai dari Allah swt. Akan tetapi banyak manusia termasuk diantaranya umat Islam tidak menyadari eksistensi hak-haknya tersebut.

Pada saat ini hak asasi manusia (HAM) dan demokrasi menjadi isu penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hak asasi manusia (HAM) dan demokrasi adalah dua hal yang saling terkait satu sama lain. Suatu negara yang mengabaikan HAM dapat dipastikan menjadi sasaran kritik oleh dunia dan negara itu akan terasing dari pergaulan internasional.

Sebagai salah satu negara Muslim, Indonesia telah berkomitmen untuk melindungi HAM sejak awal kemerdekaan, sebagaimana prinsip dari UUD 1945. Islam mengajarkan pentingnya penghormatan dan penghargaan terhadap sesama manusia, karena Islam sebagai agama yang membebaskan dan memanusiakan manusia, hal ini tercermin dalam Al-qur’an surah ke 49: 13. Konsep HAM berakar dari penghargaan terhadap martabat manusia sehingga menempatkan manusia sebagai mahluk yang sangat berharga dan menempatkan manusia sebagai subjek bukan objek, yang memandang manusia sebagai makluk yang dihargai dan dihormati tanpa membedakan jenis kelamin, ras, ideologi, suku bangsa, bahasa dan agama.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN