Mohon tunggu...
Handika Weh
Handika Weh Mohon Tunggu... Freelance in the world

Seorang penulis recehan yang terlahir di bumi Pasundan

Selanjutnya

Tutup

Humor

Apapun yang Berbau Gratis Pasti Menggoda Walaupun Bajakan

14 Oktober 2020   13:02 Diperbarui: 14 Oktober 2020   12:58 29 2 0 Mohon Tunggu...

Mungkin sudah kodratnya orang Indonesia yang lebih memilih sesuatu berdasarkan harga yang lebih murahlah yang akan dipilih. Apalagi jika ada yang gratis aka tidak berbayar. Wess jangan ditanya lagi kalau disandingkan yang berbayar tak akan dilihat sedikitpun itu.

Contohnya saja aplikasi premium yang berbayar di playstore, ada ribuan mulai dari game , App sampai Buku dan Film untuk memilikinya harus mengeluarkan kocek seharga barang yang dibeli. Versi Premium sudah pasti dibekali dengan keunggulannya, seperti untuk Emulator MyBoy, dalam full version semua fitur dapat digunakan mulai dari aktifnya cheat, aktifnya save cepat dan fitur multiplayer yang sudah dibuka. Begitupun dengan yutup premium, game minecraft dan App lainnya.

Hanya saja semua keunggulan itu harus dibayar menggunakan saldo dan uang, harga 100 ribu untuk sebuah game minecraft bagi sebagian besar orang memang terasa sakit. Coba bayangkan uang itu dibelikan mie instan dan sudah pasti 1 bulan itu kita terselamatkan dari badai kelaparan. Kenapa harus bayar film di netplik jika mbah gugel dengan situs terbaiknya memberikan bajakan versi HD, kenapa harus beli full version berbayar jikalau ada versi mod gratis.

Satu sampai seratus orang mungkin dirugikan tapi 10 ribu sampai 1 juta orang menikmati sangat hal demikian. Coba kita kira berapa banyak situs bajakan film di internet yang setiap tahunnya hilang satu tumbuh seribu, App yang mod premium jauh lebih banyak pengunduhannya dibanding yang versi ori sampai novel dilan dalam bentuk pdf bertebaran cuma-cuma di blog hosting gratis.

Dulu Ane pernah unduh game versi mod full version yang harganya kalau di PS senilai 10 mangkuk bakso urat. Dari fitur, grafik sampai gameplaynya tidak ada yang dikurangi alias sama persis dengan versi ori-nya. Satu-satunya yang membedakan adalah versi mod gratis dan versi ori berbayar. Dan gilanya total pengunduhan jauh lebih banyak dari versi ori.

Dan mungkin bukan hanya ini saja, semua aspek yang berbau lebih murah dan gratislah primadonanya. Ane juga pernah beli sendal dengan merek aligher, salah satu barang KW dari merek sendal yang sangat populer pada saat itu, dari warna dan desain seakan pinang dibelah dua. Hanya perbedaannya ada di harga dan merek yang sedikit diplesetkan, namun sayang untuk barang pakai memang yang ori jauh lebih baik. Sendal saya yang harganya 50 ribuan hanya bertahan sekitar 2 bulan saja, akan terasa banyak kendala seiring berjalannya waktu. Dibandingkan dengan harga ori yang berkisar 300 ribuan, sendal ini jauh lebih handal memang, pemakaian untuk sendal ini bertahan hampir 2 tahunan lebih.

Jikalau bicara masalah hak cipta dan kekayaan intelektual, itu memang tidak dibenarkan oleh hukum dan melanggar undang-undang. Namun salahnya adalah hukum di negeri ini katanya kan bisa dibeli, nah kalau ada yang murah apalagi gratis apa boleh buat kan.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x