Mohon tunggu...
Said Kelana Asnawi
Said Kelana Asnawi Mohon Tunggu... Dosen - Dosen pada Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie

Dosen-Penyair, menulis dalam bidang manajemen keuangan/investasi-puisi; Penikmat Kopi dan Pisang Goreng; Fans MU

Selanjutnya

Tutup

Puisi Artikel Utama

Puisi: Di Seberang Selat Sunda

3 November 2022   15:05 Diperbarui: 7 November 2022   11:56 291
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi kapal yang berada di laut lepas. Sumber: Pexels.com/Peter Fazekas

Rumah Puisi Indonesia

Pada kapal yang memecah gelombang rendah, aku memandang jauh

Tentang menahan rindu yang membuncah, sebelum kapal melempar sauh

Beberapa burung berlarian di udara, menyibak angin dingin

Aku mengejarnya dengan tatapan mata, mengurai tentang ingin

Kau disini dan aku menghampiri

Dengan membawa sepotong cinta yang terpelihara

Terbungkus rapi di dalam doa

Di selat sunda, kapal menyusur laut nan tenang

Aku terpekur duduk sendirian, di pojokan dan menghitung camar berterbangan

Seperti kau yang berpergian,

Hari yang lembut, matahari memberi sinar sekadarnya tanpa kabut

Dan kerinduan kupungut

Kenangan kecil tentangmu, kubingkai mengikuti waktu

Sebagian masih terpatri di hati,

Sebagian lainnya, aku simpan dalam doa

Hingga kapal bersandar, dan aku tersadar

Engkau di seberang selat sunda, aku kan sana

menatap rumah nun jauh di sana (Dokpri)
menatap rumah nun jauh di sana (Dokpri)

Di seberang selat sunda, pada rumah sederhana

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun