Mohon tunggu...
Saidatun Nia
Saidatun Nia Mohon Tunggu... Pengisi waktu luang

Mahasiswa

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Tahapan Proses Belajar Menurut Jerome Bruner

4 Maret 2020   17:20 Diperbarui: 4 Maret 2020   19:37 128 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Tahapan Proses Belajar Menurut Jerome Bruner
Sumber: bobo.grid.id

Jerome S. Bruner merupakan seorang yang ahli di bidang psikologi perkembangan dan psikologi kognitif. Pendekatannya tentang psikologi adalah elektik. Menurut Burner, inti dari belajar yaitu bagaimana cara seseorang dalam memilih, mempertahankan, dan mentransformasi informasi secara aktif.

Bruner menyebut pandangannya tentang belajar atau pertumbuhan kognitif sebagai konseptualisme instrumental. Pandangan ini berpusat pada dua prinsip. Pertama, pengetahuan seseorang tentang alam, didasarkan pada model-model tentang kenyataan yang dibangunnya. Kedua, model-model semacam itu mula-mula diadopsi dari kebudayaan seseorang, kemudian model-model itu diadaptasikan pada kegunaan bagi orang bersangkutan.

Persepsi seseorang tentang suatu peristiwa merupakan suatu proses konstruktif. Dalam proses ini orang itu menyusun suatu hipotesis dengan menghubungkan data inderanya pada model yang telah disusunnya tentang alam, lalu menguji hipotesisnya terhadap sifat-sifat tambahan dari peristiwa itu. Jadi, seorang pengamat itu tidak dipandang sebagai organisme reaktif yang pasif, tetapi sebabagai seseorang yang memilih informasi secara aktif, dan membentuk hipotesis perseptual.

Jarome Bruner menjelaskan bahwa dalam proses belajar terdapat tiga tahapan, yaitu:

Tahap informasi (penerimaan materi). Dalam tahap ini, seorang siswa mendapatkan pengetahuan mengenai materi yang sedang dipelajari. Pengetahuan yang telah diperoleh ada yang baru da nada yang berfungsi sebagai tambahan, perluasan, pendalaman, atau bisa juga sebagai pertentangan dengan pengetahuan yang sudah dimiliki sebelumnya.

Tahap transformasi (pengubahan materi). Tahap ini merupakan tahapan dimana pengetahuan yang telah diperoleh anak diubah menjadi bentuk yang abstrak atau konseptual, hal ini sebagai upaya agar pengetahuan dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang lebih luas. Dalam hal ini bantuan guru sangatlah dibutuhkan.

Tahapan evaluasi (penilaian materi). Pada tahap ini, anak menilai seberapa jauh informasi yang telah didapatkan dan ditransformasikan dalam memahami gejala atau memecahkan masalah yang lain. Tidak dijelaskan bagaimana cara evaluasinya, namun analog dengan peristiwa retrieval sebagai respon atas stimulus yang sedang dihadapi.

Dari ketiga tahapan tersebut, lama tidaknya tergantung pada hasil yang diharapkan, motivasi murid, minat, keinginan untuk mengetahui, dan dorongan anak untuk menemukan sendiri.

VIDEO PILIHAN