Ekonomi

Jangan Terlambat Menyiapkan Kompetensi Anak Bangsa dalam Era Industri 4.0

16 April 2018   20:58 Diperbarui: 16 April 2018   21:05 577 0 0

Era Industri 4.0 mempunyai ciri-ciri  kecanggihan pada bidang manufaktur, implementasi sistem robotika untuk produksi yang terkait kontrol dengan jaringan internet, yaitu, aktuator dan sensor tertanam, jaringan mikrokomputer, dan menghubungkan mesin ke rantai pemesanan user. Era ini lebih lanjut menganggap peningkatan digital dan reengineering produk, dan juga ditandai dengan produk yang sangat terdiferensiasi serta kombinasi produk dan layanan yang terkoordinasi, nilai tambah layanan dengan produk atau layanan yang sebenarnya pada rantai pasokan yang efisien.

Pada Prakteknya  sumber daya manusia (SDM) dianggap sebagai salah satu sumber utama dimana SDM dibentuk kompetensi, kemampuan inovasi, sikap kerja tim dan optimisme, sebagai karyawan industri untuk dicapai tujuan industri 4.0

Era Industri 4.0, merupakan tantangan bagi SDM Indonesia, yang membutuhkan kesiapan Kompetensi, sikap berinovasi dan pembelajaran berkelanjutan, yang bergantung pada sarana dan prasarana serta kemampuan Negara dalam mempersiapkan Anak Bangsa ini menuju Era Industri 4.0.

Sesuai kondisi yang ada di negara kita, terlambat dengan persiapan sarana dan prasarana taxi on-line sehingga menimbulkan dampak di masyarakat.

Kekuatiran ini akan terjadi untuk persiapan SDM era industri 4.0,  kompetensi memainkan peran penting dalam pengembangan kemampuan dinamis dan pembelajaran/pelatihan yang efektif serta peran aktif dunia industri dalam pengembangan kompetensi anak bangsa.

Tulisan ini bertujuan menawarkan sudut pandang praktis dan terbaik dalam mempersiapkan kompetensi anak bangsa didalam era Industri 4.0 yang sesuai iklim yang ada di Indonesia, harus dimulai saat ini dengan  pembelajaran dan pelatihan pola yang benar  terorganisasi, dan  memfasilitasi sarana dan prasarana sesuai dengan industri 4.0. Jangan sampai terlambat mempersiapkan kompetensi anak bangsa dalam menghadapi Industri 4.0, didasari pertimbangan potensi kedepan dimana kita akan mengalami generasi emas pada tahun 2030. 

Potensi positif akan terjadi pada generasi emas Indonesia jika  tidak terlambat melakukan pengembangan pendidikan dan pelatihan didalam meningkatkan kompetensi SDM. Kesiapan menetapkan pola pendidikan dan pelatihan mencapai kompetensi SDM, juga sebagai pengantar Industri menuju era Industri 4.0 dan  merupakan bagian integral dari ekonomi apa pun. 

Pada era Industri 4.0 faktor kunci keberhasilannya adalah pola pendidikan dan pelatihan yang harus dipersiapkan negara berdasar pada Kompetensi dan inovasi dibidang industri 4.0, berarti pemilihan pola pendidikan harus selalu mengikut sertakan industri didalam mencapai kompetensi dan inovasi lulusannya. Pola demikian merupakan dual system yaitu melakukan pembelajaran disekolah dan pelatihan di industri dengan kurikulum dan kompetensi sesuai kebutuhan industri.  

Mengapa pola pendidikan SDM itu sangat penting sekali karena lulusan pendidikan sesuai untuk menjadi karyawan kompeten  bekerja sesuai dengan kebutuhan industri 4.0, dan bidang kompetensi selalu berkembang dan sangat penting untuk menyediakan iklim inovasi sehingga pembelajaran/pelatihan yang menunjang industri.

Indonesia harus segera menyiapkan pola dual system yang menunjang industri 4.0, menyertakan Industri didalam membuat kurikulum yang menunjang kompetensi industri 4.0 dengan waktu pendidikan yang relatif lebih fokus pada pengembangan kompetensi, dan jangan terlambat.....