Mohon tunggu...
Safiya Fadlulah
Safiya Fadlulah Mohon Tunggu... Lainnya - Master's Student at PTIQ Jakarta

Melakukan kebaikan bagaikan nafas dalam hidup manusia. Bukan harap jasa dan imbalan manusia semata, namun Ridho Allah yang utama. Maka melakukan kebaikan sebanyak mungkin dalam hidup adalah target terbesar dan dengannya lahirlah target-target lainnya. Karena hidup manusia itu harus bertarget.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Merindumu Dalam Doa

18 Desember 2020   14:57 Diperbarui: 18 Desember 2020   15:02 237
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ibu...

Sungguh berat merindumu

Setelah sekian lama tak menatap wajahmu

Hanya mampu mendengar suaramu

Bahkan ku takut katakan "Rindu"

Kemana lagi muara rindu selain doa

Kemana lagi ku mengadu selain pada-Nya

Hanya mampu ku titipkan rindu pada-Nya

Karena doa merupakan puncak dari rasa cinta

Belum mampu diri ini membuatmu bahagia

Hanya sebatas doa yang mampu ku kirimkan

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun