Mohon tunggu...
Saepullah
Saepullah Mohon Tunggu... Aku adalah manusia pembelajar, berusaha belajar dan juga berbagi info yang baik untuk perbaikan diri selaku manusia. Melihat info yang kubagikan bisa melalui: https://www.ceritasae.blogspot.com https://www.kompasiana.com/saepullahabuzaza https://www.twitter.com/543full https://www.instagram.com/543full https://www.youtube.com/channel/UCQ2kugoiBozYdvxVK5-7m3w menghubungi aku bisa via email: saeitu543@yahoo.com

Aku adalah manusia pembelajar, berusaha belajar dan juga berbagi info yang baik untuk perbaikan diri selaku manusia. Melihat info yang kubagikan bisa melalui: https://www.ceritasae.blogspot.com https://www.kompasiana.com/saepullahabuzaza https://www.twitter.com/543full https://www.instagram.com/543full https://www.youtube.com/channel/UCQ2kugoiBozYdvxVK5-7m3w menghubungi aku bisa via email: saeitu543@yahoo.com

Selanjutnya

Tutup

Musik Pilihan

Cita Rasa Musik Generasi Milenial Tertuang di Sound of Borobudur

16 Mei 2021   22:34 Diperbarui: 16 Mei 2021   22:37 50 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Cita Rasa Musik Generasi Milenial Tertuang di Sound of Borobudur
whatsapp-image-2021-05-16-at-22-25-32-1-60a139d3d541df47bb4403c3.jpeg

Siapa sih yang tidak suka musik? Sebuah alunan nada dan irama berpadu indah itu sudah disukai oleh generasi manapun. Sebuah riset dari CSIS tentang hobi para generasi milenial saat ini yaitu menempatkan musik pada urutan kedua setelah olahraga. Riset yang diadakan pada akhir tahun 2017 tersebut menyebutkan ada 19 persen mengungguli hobi menonton film dengan 13,7 persen.


Sebuah nilai-nilai indah musik yang ada di Indonesia bisa ditelusuri pula dari sebuah peninggalan budaya yaitu Candi Borobudur, Wonderful Indonesia. Pada candi peninggalan masa wangsa Syailendra ini memang banyak terdapat relief-relief penanda kehidupan. Ada terdapat sekitar 1.460 panel relief cerita dan ada 1.212 panel relief dekoratif. Sekitar 60 jenis alat musik yang tertuang pada 40 panel yang terdapat di lebih dari 200 relief tersebut.


Sebuah relief di Borobudur sejak 13 abad yang lalu yang menandakan sebagai cita rasa musik juga ada yang berbentuk alat musik petik, tiup, pukul, dan membran. Alat musik tersebut pula ada dari berbagai daerah di Nusantara maupun banyak negara di dunia. Inilah sebuah penanda bahwa bangsa Indonesia juga memiliki cita rasa tertinggi pada musik. Akankah relief tersebut menandakan sebuah alat musik yang ada pada relief itu hasil karya nusantara atau bahkan bisa saja menjadi sebuah pertemuan semacam konser musik pada zaman lampau. Namun, itu merupakan sebuah penanda bahwa Indonesia memiliki cita rasa musik yang tinggi melalui relief yang ada di Candi Borobudur.


Ya, tidak bisa dipungkiri, bahwa sebuah perpaduan unik dalam cita rasa musik turut dihadirkan dalam Sound of Borobudur pada 7 - 9 April 2021. Ini menandakan bahwa Borobudur pusat musik dunia. Pada agenda permulaan tersebut, ditampilkan sebuah cita rasa musik dari relief yang ada di Borobudur. Memang, menurut pengakuan dari panitia belum semua relief alat musik di Borobudur yang tertuangkan dan ditampilkan dengan perpaduan nada yang indah. Akan ada pula pada periode berikutnya untuk bisa pembuatan alat musik yang lainnya yang sejenis dengan yang ada pada relief.


Bagaimana dengan komposisi nada yang indah tersebut memenuhi standar generasi milenial?


Menurut pandangan hemat saya yang awam dengan musik maupun alat-alat musiknya, saya lebih memilih sebuah komposisi menarik nan indah dari hasil perpaduan musik. Jika generasi milenial saat ini masih kental dengan musik ala pop,bahkan musik elektrik ini menjadi sebuah tantangan dalam Sound of Borobudur. Tentu saja cita rasa nada nan indah harus bisa dihadirkan dalam alat musik hasil revitalisasi dari relief alat musik tersebut. Ya, relief Karmawibhangga, Lalitavistara, wadariaJtaka, dan Gandawyuha yang memiliki lukisan alat-alat musik seperti suling, simbal, Lute, ghanta, cangka, saran dan gendang.


Eits, ternyata sebuah harapan generasi milenial dalam nada indah sudah tercipta, meski belum perpaduan yang diinginkan. Namun, sebuah harapan untuk hasilnya nada musik nan menawan juga menjadi sebuah harapan dari saya yang awam ini.


Nah, Sound of Borobudur ini kan merupakan sebuah movement. Jadi sebuah pergerakan yang tidak berhenti juga harus diteliti dan terus dikembangkan dan dihadirkan kembali. Nilai rasa musik bukan sekedar musik pada era sebelum milenial, namun bisa memadukan cita rasa musik bagi generasi milenial tanpa menghilangkan nilai-nilai yang terkandung dalam relief Borobudur.


Ya, namanya sebuah musik kan berdasarkan hasil keindahan indera pendengaran, dan peninggalan berupa hasil nada pada relief alat musik di Candi Borobudur juga belum ada. Makanya sebuah bentuk alat musiknya (mungkin) bisa tercipta, dengan menghasilkan nada yang sesuai dengan cita rasa milenial.


Akankah sebuah mimpi jika milenial bisa menikmati keindahan sejarah pada Candi Borobudur? Sepertinya bukan hal yang sulit, bahkan juga bukan hal yang mudah. Hal ini tentu hasil perjuangan bagi para pelaksana dari Trie Utami, Dewa Budjana, dan Purwa Tjaraka serta tim musisi lainnya yang telah memperjuangkan hasil alat musik yang tertuang dari Candi Borobudur di negeri Indonesia maupun dunia.


Nah, sebuah asa ini semoga bisa terwujud dalam sebuah cita rasa musik milenial dari Sound of Borobudur. Sehingga musik penuh semangat ala generasi milenial dengan perpaduan genre pop atau rock bisa indah terdengar untuk menghasilkan kecintaan generasi milenial pada warisan leluhur melalui musik.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x