Mr Sae
Mr Sae profesional

Aktivis Kemasyarakatan dan Pemerhati Kebijakan

Selanjutnya

Tutup

Politik

Trump Tumbal Sejarah Al Quds

7 Desember 2017   22:20 Diperbarui: 8 Desember 2017   07:44 1941 0 0
Trump Tumbal Sejarah Al Quds
israel-5a29e057a7249b063075e172.png

Mata dunia serontak tertuju pada sosok presiden USA D Trump setelah ia menyatakan Al Quds (Yerusalem) adalah ibukota Israel. Statement tersebut mengundang kemarahan masyarakat Palestina yang sepanjang sejarah dan zaman tidak pernah berhenti dari penindasan, penyiksaan dan berbagai tekanan hinggga secara perlahan namun pasti wilayah Palestina semakin menyempit akibat perampasan sistemik oleh Israel. 

Luka dan derita masyarakat Palestina belum redam kini Trump mengobarkan kembali api perlawanan bahkan ingin menciptakan suasan lebih kacau lagi. Trump tidak mungkin melakukan sikap tersebut tanpa ada tekakan dari loby-loby Yahudi yang selama ini menunggangi dan mempengaruhi kebijakan politik USA terutama terhadap timur Tengah. 

Masalah Palestina kontra Israeal bukan fenomena baru, bahkan hingga saat ini tidak ada solusi kongkrit terhadap konflik idiologi tersebut hingga sepanjang tahun mata dunia menyaksikan secara terbuka kebiadaban Israel terhadap warga Palestina. Kekuatan PBB sebagai penjaga ketertiban dunia juga takluk oleh loby-loby Yahudi bahkan gedung putihpun sepanjang sejarah USA tidak beradaya meredam bentuk kejahatan kemanusiaan di Palestina.

Israel tidak hanya memiliki kekuatan dan loby politik yang tinggi terhadap gedung putih, namun secara infrastruktur (militer dan peralatan perang) memilki kekuatan besar. Sementara negara Palestina semakin tertekan dan melakukan perlawanan dengan apa yang mereka punya ditengah embargo dan akses jalur keluar mereka yang sangat sulit. 

Israel semakin menunjukkan kejahatan dan kebiadabanya dimata dunia bahkan tidak ada sedikitpun takut terhadap ancaman dunia Islam termasuk PBB. Nampaknya permalahan akan semakin sulit dan meledak jika statemen Trump tersebut menggelinding menjadi kenyataan politik yaitu AL QUDS/YERUSALEM menjadi ibu kota Israel. 

Tidak hanya masyarakat Palestina yang akan melakukan perlawan, namun ummat Islam seluruh dunia akan ikut ambil bagian demi keutuhan Al Quds yang diyakini ummat Islam sebagai kiblat pertama dan tanah yang disucikan. Pertarungan akan semakin terbuka tidak hanya di lokal Palestina terhadap Israel, namun akan melebar keberbagai belahan dunia termasuk Indonesia terhafap kekuatan Yahudi/Israel terutama terhadap aspek politik, diplomasi dan ekonomi dan seluruh kepentingan Yahudi/Israel.

Pernyataan Trump tersebut akan membuka peluang lebar dan akan membangkitkan kekuatan baru untuk melakukan perlawanan terhadap seluruh kepentingan USA salah satunya adalah bergeraknya seluruh kekuatan dunia untuk melakukan perlawanan baik fisik dan non fisik akibat tersentuhnya dan ternodainya Al Quds Yerusalem. Ini semacam perang terbuka dan Trump sebagai pemicunya, dengan demikian USA sedang berjudi dengan akrobat politik luar negerinya. 

Dalam berbagai leteratur menyatakan bahwa tidak akan terjadi kiamat sebelum Yerusalem dibebaskan kembali oleh ummat Islam setelah dikusai Israel/Yahudi hingga pada akhirnya Yahudi terkalahkan kembali oleh kekuatan ummat Islam global. Jadi pernyataan Trump tersebut seolah membenarkan alur/jalan cerita menuju hari akhir dunia yaitu kiamat. 

Trump merupakan bagian dari taqdir sejarah dan kita akan menunggu, menyaksikan atau terlibat dalam sejarah tersebut?Kita tidak ayang pernah tahu tentang hal tersebut, namun setidaknya pada saat ini kita menyakini bahwa pertempuran 2 kekuatan besar suatu saat akan terjadi yaitu kekuatan Israel/Yahudi melawan ummat Islam. Israel akan terkalahkan dan terpojokkan atas peperangan tersebut dan itulah yang menjadi spirit dan semangat besar ummat Islam dan warga Palestina melawan kekuatan apapun yang ingin merebut Al Quds/Palestina.