Mohon tunggu...
Hr. Hairil
Hr. Hairil Mohon Tunggu... Administrasi - Menulis itu kebutuhan, bukan hiburan.

Institut Tinta Manuru

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Daya Inspirasi dari Kekalahan

21 November 2017   07:28 Diperbarui: 21 November 2017   08:46 508
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Foto Ilustrasi : Inspirasi & strategi

Pada tahun 2017 ini, banyak sudah realita dalam setiap cerita dibanyak pertarungan. Orang bisa jadi menerima kekalahan tapi tidak bisa menerima resiko dari kekalahan itu sendiri

Mengapa demikian?

Kita ambil contoh, misalkan pada sebuah kompetisi mencari pemimpin baik, bijak dan arif.

Dalam kompetisi ini ada dua orang yang harus menerima kenyataan.  Dan kenyataan itu, keduanya tidak bisa menghindari dengan cara apapun, sungguh sangat tidak bisa. 

Pada puncak kompetisi ini (Output) nantinya kita akan melihat siapa yang keluar sebagai pemenang (Win) dan yang keluar sebagai yang kalah (Lose) . 

Kalau kita lihai dalam mengelola konflik, kegagalan atau apapun yang ada kaitannya dengan potensi diri kita, pastilah kemenangan adalah satu langkah maju begitu pun kekalahan. 

Tapi apakah kekalahan adalah satu langkah mundur?

Sebelum kita kaji sedikit lebih dalam perkara inspirasi dari kekalahan ini. Kita sedikit koreksi ajang mencari pemimpin yang dianalogikan diatas. Biasanya dalam banyak organisasi, komunitas, kelompok dan lembaga besar lainnya mencari pemimpin dengan dua cara. Demokrasi dan musyawarah mufakat.

Didalam ilmu manajemen, kalau kita bersandar pada musyawarah mufakat dan demokrasi seperti realita berpolitik mengusung pemimpin sekarang ini. Kita telah menemui kegagalan besar. 

Demokrasi dalam hal perpolitikan yang kita dapat sebagai pemimpin adalah hasil negosiasi. Pada perkara ini, tentunya kualitas dan kreadibilitas di abaikan. 

Sedangkan musyawarah mufakat, meskipun dalam mengusung pemimpin hasilnya sebagai kesepakatan bersama, bisa jadi kualitas bukan ukurannya. Besar kemungkinan soal siapa yang paling tua akan di hargai sebagai pemimpin. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun