Mohon tunggu...
Wahyuni Susilowati
Wahyuni Susilowati Mohon Tunggu... Penulis - Penulis, Jurnalis Independen

pengembaraan raga, penjelajahan jiwa, perjuangan menggali makna melalui rangkaian kata .... https://www.youtube.com/c/WahyuniSusilowatiPro

Selanjutnya

Tutup

Money Artikel Utama

Stephen King dan Strategi Menulis untuk Menjual 350 Juta Buku

28 Juli 2019   20:10 Diperbarui: 29 Juli 2019   21:28 535
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Stephen King menulis untuk bersenang-senang (doc.Orange Cineday/ed.Wahyuni)

Tak terasa hampir setengah abad berlalu sejak Stephen Edwin King (72) mulai menghibur sambil terus menerus menakut-nakuti para penggemar yang tak terhitung jumlahnya di seluruh dunia. Film-film yang dibuat berdasarkan adaptasi karya-karyanya begitu banyak di masa lalu dan dinamika perkembangan jaman telah melahirkan kebutuhan untuk memproduksi ulang (remake) tayangan layar lebar itu agar bisa mengakomodir kekinian.

Pada tahun 2017, film berdasarkan novel Stephen yang berjudul "It" telah membuahkan keuntungan senilai USD700 juta, 27 tahun setelah badut menyeramkan yang tinggal di gorong-gorong itu meneror para penonton televisi melalui format miniseri yang ikonik (Variety, 4 Februari 2019). Tahun 2019 ini, para pencinta tayangan horor disuguhi film remake teror klasik "Pet Sematery" yang versi awalnya dibuat 30 tahun silam.

Saat ini, menurut situs bisnis film dan TV IMDb, ada hampir 50 proyek yang tengah digarap Stephen dalam berbagai tahap produksi/pengembangan karya-karyanya seperti pembuatan sekuel film "Shining" dan "It", sesi ketiga serial televisi "Mr. Mercedes", dan sesi kedua serial "Castle Rock".

Nama Stephen pertama kali terendus oleh media hiburan Variety tahun 1974 saat produser Holywood Paul Monash memperoleh hak untuk memfilmkan novel Stephen pertama yang diterbitkan berjudul "Carrie":. Novel itu baru dipasarkan di toko buku beberapa minggu sebelumnya dan mencatat penjualan yang biasa-biasa saja untuk versi hardcover, namun versi paperbacknya sukses menjadikan "Carrie" buku pertama Stephen yang terjual jutaan kopi.

Stephen King merupakan salah satu pengarang paling produktif sekaligus sukses secara komersial selama setengah abad belakangan ini. Dia telah menulis lebih dari 70 buku bertema horor, fiksi ilmiah, dan fantasi. Total buku yang telah terjual sampai saat ini diperkirakan telah mencapai 350 juta kopi.

Salah satu buku Stephen yang layak dibaca oleh penulis yang ingin meningkatkan kualitas karyanya, terlepas dia penggemar sang maestro atau bukan, adalah bestseller-nya yang berjudul "On Writing: A Memoir of The Craft". Buku itu separuhnya berisikan berbagai kenangan yang dimiliki Stephen sebagai seorang penulis dan separuhnya lagi tentang kodifikasi strategi-strategi terbaiknya dalam menulis. Buku yang terbit 16 tahun silam ini telah menjadi semacam panduan klasik di kalangan para penulis.

Buku tersebut memuat delapan strategi menulis, sebagaimana dilansir oleh Inc.com, yang direkomendasikan Stephen dan telah terbukti sangat membantunya menjual 350 juta buku meliputi hal-hal sebagai berikut :

Ceritakan yang sebenarnya

Kita bisa menulis tentang apa saja yang diinginkan selama kita menuliskan yang sebenarnya, "Tulis apa yang anda sukai, lalu biarkan kehidupan anda mengilhaminya dan buatlah tulisan itu unik dengan memadukan ke dalamnya pengetahuan pribadi anda tentang kehidupan, persahabatan, hubungan antar manusia, seks, dan pekerjaan ... Apa yang anda ketahui akan membuat anda menjadi unik dalam berbagai cara. Jadi beranikan diri," papar Stephen.

Jangan gunakan kata-kata yang rumit bila yang sederhana sudah cukup

"Salah satu hal buruk dalam menulis adalah memamerkan perbendaharaan kata, mencari kalimat-kalimat panjang karena anda merasa sedikit malu dengan kalimat-kalimat pendek yang sudah ditulis. Itu jadi seperti memakaikan gaun malam pada binatang peliharaanmu."

Pergunakan paragraf dengan kalimat tunggal

Karya fiksi bukanlah tentang ketepatan tata bahasa namun lebih pada membujuk para pembaca siap menerima lalu kitapun menceritakan sebuah kisah untuk membuat mereka, sebisa mungkin, lupa bahwa mereka sebenarnya sedang membaca sebuah cerita.

Paragraf dengan kalimat tunggal lebih menyerupai percakapan ketimbang tulisan dan itu bagus. Tulisan adalah godaan sementara percakapan yang menyenangkan adalah bagian dari godaan. Kalau itu tidak benar, lantas kenapa banyak pasangan yang memulai kencan dengan makan malam dan mengakhirinya di ranjang ?"

Menulislah untuk pembaca ideal Anda

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun