Mohon tunggu...
Wahyuni Susilowati
Wahyuni Susilowati Mohon Tunggu... Penulis, Jurnalis Independen

pengembaraan raga, penjelajahan jiwa, perjuangan menggali makna melalui rangkaian kata .... https://web.facebook.com/wahyuni.susilowati

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup

6 Faktor Kemakmuran yang Membuatmu Kaya

23 Juli 2019   21:33 Diperbarui: 23 Juli 2019   21:39 30 0 0 Mohon Tunggu...

Semua orang punya peluang untuk menjadi kaya raya asalkan mereka tahu dan menjalankan langkah-langkah yang tepat untuk mewujudkannya. Salah satu jalan yang bisa ditempuh adalah dengan membangun kebiasaan-kebiasaan positif dalam menata gaya hidup, pola pikir, dan manajemen finansial.

Sarah Stanley Fallay, direktur riset Affluent Market Institute yang juga salah satu penulis buku The Next Millionaire Next Door : Enduring Strategies for Building Wealth, telah melakukan survei terhadap lebih dari 600 orang milyuner di Amerika Serikat dan menemukan ada enam kebiasaan atau dia menyebutnya 'enam faktor kemakmuran' yang berpotensi menjadikan setiap orang, lintas usia lintas penghasilan, menjadi lebih kaya (Business Insider US, 15/1/2019).

Keenam faktor itu terdiri atas :

  • Berhemat, memiliki komitmen untuk menabung, memastikan pengeluaran seminimal mungkin, dan tetap berpegang pada anggaran
  • Keyakinan, percaya diri dalam mengelola keuangan, berinvestasi, dan menjalankan kepemimpinan di lingkup rumah tangga
  • Bertanggung jawab, siap menjalankan peranan signifikan dalam mengelola hasil keuangan dan tidak menggantungkan diri pada faktor keberuntungan
  • Terencana, konsisten dalam merencanakan atau menetapkan tujuan masa depan finansial Anda
  • Fokus, menjalankan tugas sampai selesai secara tuntas tanpa terusik dengan berbagai gangguan yang muncul
  • Berani tampil beda, tidak akan tergoda membeli barang baru hanya karena pertimbangan gengsi atau ikut-ikutan semata.

Sikap hemat memang dibutuhkan dalam upaya membangun kemakmuran, namun tak perlu sampai kelewat kikir sampai keluarga kekurangan gizi. Para ahli merekomendasikan 20 persen dari pendapatan untuk ditabung dan membiayai kebutuhan hidup dengan 80 persen sisanya.

Keyakinan diperlukan saat harus berinvestasi dengan layak dimana stabilitas emosi harus betul-betul terkendali agar terhindar dari sikap terburu-buru untuk mengambil profit. Biarkan saham atau modal yang ditanamkan bertumbuh dan tetap fokus pada rencana investasi jangka panjang, bersabarlah dengan dinamika pasang-surutnya untuk mendapat hasil terbaik. Tapi pastikan ada rasa tanggung jawab dalam proses investasi dari awal sampai akhir.

Rasa bertanggung jawab yang dimiliki para milyuner, menurut Sarah yang juga diamini oleh Chris Hogan penulis buku Everyday Millionaires : How Ordinary People Built Extraordinary Wealth -- and How You Can Too, membuat mereka berusaha secara bersungguh-sungguh dan bukannya mengandalkan keberuntungan untuk mencapai tujuan.

"Mereka tidak bergantung pada orang lain untuk menjadi kaya dan mereka juga tidak menyalahkan orang lain saat harus mengalami kegagalan."Tulis Chris,"Mereka fokus pada hal-hal yang dikendalikan dan menyesuaikan kebiasaan sehari-hari mereka agar bisa menunjang pencapaian tujuan yang telah ditetapkan."

Chris juga mendapati bahwa para milyuner tergolong pekerja keras yang berorientasi pada hasil. Kedua hal itu menjadikan mereka mampu membuat perencanaan finansial dan fokus mengamati bagaimana rencana tersebut berjalan. 92 persen milyuner yang menjadi responden melakukan perencanaan jangka panjang dalam mengelola keuangan mereka dan 97 persen di antaranya sukses mencapai target yang mereka tetapkan sendiri.

Karakter-karakter di atas membuat para milyuner berani tampil beda dalam kehidupan sosial, tidak gampang silau dengan gemerlap pergaulan, karena mereka tidak fokus pada kebahagiaan sesaat namun pada upaya membangun kemakmuran jangka panjang.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x