Mohon tunggu...
sabrina winds
sabrina winds Mohon Tunggu... Mahasiswa - Seorang Mahasiswi

Seorang Mahasiswi

Selanjutnya

Tutup

Bisnis

Aroma Society 5.0 dan pengaruh terhadap produktivitas tenaga kerja perusahaan

29 Januari 2022   14:30 Diperbarui: 29 Januari 2022   21:26 103 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Bisnis. Sumber ilustrasi: PEXELS/Nappy

Gambaran mengenai masa depan era digital industri perusahaan dalam kemajuan ekonomi dan pergerakan suatu bangsa mulai berani mengepakkan sayap nya, yakni Society 5.0 dimana perkembangan kemajuan industri teknologi memiliki tujuan akan fokus yang baru guna mempersiapkan kemajuan perkembangan revolusi dan kemajuan ekonomi bangsa. Konsep 5.0 Society sendiri berfokus kepada kombinasi pemberdayaan manusia, teknologi dan data. Dimana ruang kehidupan nyata dan dunia maya suatu masyarakat akan saling berkesinambungan dengan tujuan untuk dapat meningkatkan kualitas kehidupan manusia.

Kepakan sayap awal Perkembangan Digitalisasi dan teknologi ini selaras dengan dampak pengaruh Pandemi Covid-19 yang telah berhasil membawa dan memberi perubahan sistem dan perilaku yang sangat signifikan pada pergerakan industri dengan berbasis digital. Kemajuan teknologi ini sudah di depan mata masyarakat Indonesia, dalam artian setiap insan individu dari masyarakat harus dapat beradaptasi dengan kemajuan teknologi ini. Seperti terbiasa menggunakan sistem kerja virtual atau daring, kehidupan dalam dunia social media,Teknologi kecerdasan buatan atau Artificial intelligence pada alat hingga persiapan peralihan Otomatisasi tenaga kerja yang terjadi pada era revolusi 4.0 masa kini.

Sebagai faktor yang paling utama dalam menjalankan produksi perusahaan, tenaga kerja sumber daya manusia (Pegawai) akan selalu mengiringi pertimbangan terpenting dalam produktivitas perusahaan untuk perkembangan teknologi era digital masa depan. Kemajuan teknologi dikhawatirkan dapat menganggu pasar tenaga kerja dalam jumlah besar seiring terjadinya Otomatisasi sistem produksi. Otomatisasi sistem produksi sendiri merupakan sebuah proses pengembangan sistem efektifitas produksi sebuah industri yang berawal dilakukan dengan cara manual otodidak dengan membutuhkan bantuan tenaga sumber daya manusia berubah menjadi sebab sistem otomatisasi berbekal sistem mekanis, elektronik, dan komputerisasi.

Sistem otomatisasi produksi digandrungi berbagai perusahaan karena dinilai sebagai alat bantu  produksi perusahaan dengan jaminan sistem efisiensi yang tinggi, cepat dan akurat dalam menunjang jumlah produksi dan meningkatkan kualitas produksi suatu perusahaan. Pada hakikatnya, kegiatan produksi akan dapat dilaksanakan bila tersedia faktor produksi berupa tenaga kerja, dana, bahan baku dan metode yang baik. Kendati demikian, Peralihan subtitusi tenaga kerja ini menuai perdebatan dan dinilai mengganggu pasar tenaga kerja yang menyebabkan pengangguran. Hal ini terbukti dengan semakin gencar demonstrasi buruh dalam penuntutan hak kenaikan upah dan tenaga kerja. Ancaman pengangguran akibat kemajuan teknologi ini kerap kali mengenai pekerja dengan kualifikasi pendidikan dan keterampilan rendah dimana dapat mengancam stabilitas ekonomi perusahaan hingga negara. Sebab dari itu, setiap individu harus dapat beradaptasi melihat peluang baru dan siap menghadapi tuntutan keterampilan sosial yang kreatif dan inovatif. Karena pada dasarnya sistem otomatisasi produksi sebagai alat bantu tidak akan pernah menggantikan peran pribadi manusia secara menyeluruh. Akan selalu ada peluang baru untuk berkembang bersama kemajuan teknologi.

Sebagai contoh profesi yang baru mulai semarak pada era society 5.0 di Indonesia Profesi posisi ahli untuk pemasaran digital atau  Digital marketing, Social Media Specialist, Content Creator dan masih banyak lagi. Salah satu perusahaan di Indonesia yang telah mampu menyelami Era Society 5.0 ini adalah perusahaan berbasis teknologi applikasi transportasi online dan applikasi penggalangan dana. Perusahaan rintisan ini berhasil menciptakan segmen sistem produktifitas yang baru dengan memberi peluang pekerjaan yang baru pula dengan pemecahan masalah sosial yang sebelum nya dilakukan dengan cara manual.

Sudah lumrah rasanya bahwa proses untuk mencapai peningkatan dan pengembangan kemajuan suatu sistem memerlukan persiapan matang untuk diterima dalam masyarakat seutuhnya.  Untuk itu, peran pemerintah dalam menentukan kebijakan yang adil sangat diperlukan, salah satu langkah yang dapat dilakukan ialah dengan mengasah, melatih dan memberi pembinaan kepada masyarakat mengenai kemajuan dampak kemajuan teknologi sebagai pemberdayaan tenaga kerja yang lebih unggul dan kompeten dengan menjamin kesejahteraan kualitas setiap insan yang terlibat nantinya.  Melalui pembinaan masyarakat menuju visi sdm unggul, maka tujuan dari ekonomi digital bangsa dalam revolusi industri 4.0 menuju Society 5.0 akan dapat mebawa dampak baik bagi perkembangan negara dan kesejahteraan masyarakat.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Bisnis Selengkapnya
Lihat Bisnis Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan