Mohon tunggu...
Dewi Sabrina Meidyanti
Dewi Sabrina Meidyanti Mohon Tunggu... Mahasiswa - Malang, Indonesia

Hi, Nice To Meet You!

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Teknologi

Hi World: Fight The pandemic, Buku Coronavirus dengan 3D AR Dilengkapi 16 Bahasa Daerah Karya Mahasiswa UM

19 Juli 2021   08:12 Diperbarui: 5 Agustus 2021   06:11 85 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Hi World: Fight The pandemic, Buku Coronavirus dengan 3D AR Dilengkapi 16 Bahasa Daerah Karya Mahasiswa UM
Dokumen pribadi

Dilansir dari covid19.go.id terhitung hingga 13 Juni 2021, terdapat 1.911.358juta jumlah kasus positif covid-19 di Indonesia dengan 52.879 jumlah kasus kematian dan 1.745.091 juta jiwa yang telah sembuh. Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan bahwa 11,3 persen dari total Covid-19 di Indonesia adalah anak-anak, artinya, 1 dari 9 atau 10 orang yang terinfeksi itu adalah anak atau di bawah 18 tahun.

Jumlah yang tidak sedikit tersebut membuat Sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang terdiri dari Dewi Sabrina Meidyanti, Annas Tohuri, Masqurriah, Hernanda Ade Apriansyah, dan Dedi Candra berinisiatif menciptakan buku berbasis teknologi yang dapat menekan angka positif covid serta berperan dalam pelestarian budaya. Adalah buku Hi World: Fight The Pandemic, buku cerdas coronavirus berfitur oximeter terintegrasi 16 ragam bahasa daerah pertama di Indonesia.

"Kami membuat buku interaktif pembelajaran coronavirus menggingat tingginya kasus positif covid-19 di Indonesia. Materi buku disajikan dalam berbagai ilustrasi berwarna yang menarik. Di beberapa lembar ilustrasi, terdapat kode QR yang akan memunculkan animasi berbentuk audio visual yang berasal dari program 3D augmented reality, selain itu terdapat pula kode QR yang menuju vidio penjelasan dan artikel ilmiah " ungkap Hernanda Ade

Hi World: Fight The Pandemic bukanlah sekedar buku pembelajaran coronavirus biasa, terdapat code QR yang mengarahkan pembaca menuju ilustrasi 3D augmented reality yang menarik, artikel kesehatan, serta, vidio pembelajaran yang membuat buku ini cocok menjadi bacaan untuk kalangan sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama.

Augmented reality sendiri merupakan sebuah teknologi  yang menggabungkan benda-benda di dunia maya ke dalam sebuah lingkungan nyata. Dalam hal ini, buku ciptaan mahasiswa Malang ini dikombinasi dengan aplikasi yang bisa diunduh di perangkat Android.

Penggunaan program pada buku cukup mudah. Program yang telah terinstal dalam android akan terintegrasi dengan aplikasi kamera, untuk menikmati animasi, artikel serta vidio pembelajaran cukup arahkan kamera pada setiap QR code yang ada. Animasi, artikel, srta vidio akan muncul pada layar dan menggambarkan bagian materi yang divisualisasikan lewat telepon genggam sehingga alternatif menikmati isi buku bisa lebih beragam dan menarik.

Selain menstimulasi pembaca dengan metode penyampaian materi serta fakta menarik  yang disajikan, Sabrina dkk. juga mengangkat beragam bahasa daerah, seperti jawa, sunda, madura, dll. dalam rangka melestarikan serta memperkenalkan keberagaman bahasa daerah yang ada di Indonesia.

Masqurriah dan Dedi yang bertanggung dalam bidang produksi dan pemasaranan mengungkapkan bahwa buku Hi World: Fight The Pandemiic dipasarkan dengan harga Rp. 150.000,- melalui linktree yang tertera pada platform ig @hallo.hiworld yang mengarah ke platform jual beli online Shopee, Lazada,dan Tokopedia

Tim yang mengemban tugas dalam ajang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang kewirausahaan tahun 2021 tersebut mengungkapkan, nantinya kegiatan ini tidak saja berhenti pada capaian dalam bentuk buku dan software, namun juga diharapkan mampu menjadi starting point dalam mengembangkan produk lainnya. Bisa dalam bentuk film pendek, komik, maupun merchandise.

Mohon tunggu...
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan