Mohon tunggu...
Sabrina Hana Anata
Sabrina Hana Anata Mohon Tunggu... Pelajar

SMAN 28 Jakarta - XI IPS 1 - 31

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup Pilihan

Antara Manfaat dan Akibat Tren Sepeda yang Sedang Booming

29 Agustus 2020   23:36 Diperbarui: 29 Agustus 2020   23:43 159 6 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Antara Manfaat dan Akibat Tren Sepeda yang Sedang Booming
Sumber: Kompas.com

Akhir-akhir ini, tren sepeda sedang ramai diperbincangkan masyarakat. Menurut catatan dari Institute for Transportation and Development Policy (ITDP), tren sepeda di masa New Normal membuat jumlah pengguna sepeda naik seribu persen dari hari-hari sebelum pandemi.

Sekarang ini, di setiap pagi, jalanan di daerah manapun terlihat penuh oleh para pesepeda, baik perkotaan maupun daerah. Beberapa pemerintah daerah setempat juga sampai ada yang merencanakan kebijakan-kebijakan yang berhubungan dengan tren sepeda ini, seperti pembuatan jalur sepeda, serta penutupan jalan tertentu sehingga masyarakat cenderung beralih dari kendaraan bermotor ke sepeda.

Kembali ramainya tren sepeda ini bukan tanpa sebab. Ada beberapa hal yang menyebabkan tren sepeda ini bangkit. Pertama, rasa bosan masyarakat akibat pandemi.

Pandemi ini memaksa masyarakat untuk berdiam diri di rumah. Hal ini telah berlangsung cukup lama, yakni sekitar 6 bulan. Padahal, sebelum adanya pandemi, masyarakat Indonesia, khususnya di daerah perkotaan, adalah masyarakat yang aktif berkegiatan dan bersosialisasi di luar rumah. Selain itu, tak bisa dipungkiri juga bahwa kebutuhan rekreatif pasti akan selalu ada.

Kedua, kebutuhan rekreatif tersebut dan kebiasaan bersosialisasi dengan orang lain tak bisa dipenuhi dengan di rumah saja, meskipun sudah banyak inovasi teknologi yang diciptakan.

Tetap saja, masyarakat butuh sesekali ke luar rumah agar rasa emosional dan sensasi yang didapatkan lebih berkesan. Oleh karena itu, Peneliti Pusat Studi Pariwisata UGM menyatakan bahwa masyarakat memilih bersepeda sebagai bentuk rekreasi sekaligus olahraga.

Sumber: TribunCirebon.com
Sumber: TribunCirebon.com
Penyebab yang ketiga, yaitu adanya waktu lebih leluasa untuk melakukan kegiatan yang sebelumnya tidak bisa dilakukan. Dalam kondisi pandemi ini, setiap instansi memberlakukan kebijakan WFH (Work From Home) dan untuk sekolah memberlakukan BDR (Belajar Dari Rumah). 

Jam kerja atau jam belajar selama pandemi juga dikurangi. Hal ini menyebabkan setiap individu memiliki waktu lebih luang untuk melakukan kegiatan yang sebelum pandemi ini jarang memiliki kesempatan, seperti bersepeda.

Terakhir, di masa pandemi COVID-19, masyarakat terdorong untuk meningkatkan pola hidup sehat. Masyarakat didorong untuk meningkatkan kekebalan tubuh agar terhindar dari kemungkinan terinfeksi virus corona. Karenanya, masyarakat banyak yang memilih untuk bersepeda karena dengan bersepeda, tubuh dapat membangun lebih banyak vitamin D serta meningkatkan kekuatan sistem imun.

Sumber: Kuyou.id
Sumber: Kuyou.id
Tren sepeda ini juga memberi dampak pada beberapa sektor. Salah satunya, penjualan sepeda. Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Sepeda Indonesia (Apsindo) menyebutkan bahwa permintaan sepeda pada masa pandemi COVID-19 melonjak 3-4 kali lipat dibandingkan sebelumnya.

Di satu sisi, hal ini menjadi suatu "berkah" bagi para pengusaha sepeda untuk mendapatkan penghasilan di tengah krisis pandemi. Namun, di sisi lain, permintaan yang tinggi ini juga berpotensi pada naiknya harga sepeda yang tak wajar, seperti pernyataan dari Kepala Marketing Komunikasi Polygon Indonesia.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x