Mohon tunggu...
Sabilla Fauzi
Sabilla Fauzi Mohon Tunggu... 21 years old student.

Aku: berekspresi melalui tulisan, kemudian aku membaca tulisanku, hingga akhirnya aku terbawa perasaan oleh karya-ku sendiri.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Pentingnya Membangun Hubungan Baik antara Anak dan Orangtua

16 Januari 2020   11:02 Diperbarui: 16 Januari 2020   11:55 130 0 0 Mohon Tunggu...

Tidak sedikit yang sering menghubungkan antara sikap dan mental orang-orang di lingkungan sosial dengan pendidikan di rumah. Di sisi yang berlawanan, ada juga yang bilang bahwa sikap seseorang di rumah (di depan orang tua mereka) vs di depan orang lain itu sudah pasti beda. Meski begitu, aku tetep setuju sama statement pertama. 

Terlepas dari kesalahan itu ada di pihak anak atau orang tua, keduanya berkaitan. Meski begitu, aku yakin semua orang di dunia PASTI mengusahakan yang terbaik untuk kehidupan masing-masing, hanya saja realita selalu punya cara untuk berkata lain.

Di dalam kalimat orang tua selalu mengusahakan yang terbaik untuk anak-anaknya, itu juga benar. Orang tua terutama yang melahirkan dan membesarkan si anak dari kecil, pasti sedikit demi sedikit menumbuhkan rasa sayang, dan itu akan jadi kebiasaan seumur hidup, gak peduli anaknya udah umur berapa pasti naluri orang tua tetaplah memandang anak mereka sebagai sosok yang harus terus mereka lindungi.

Hanya saja, versi "terbaik" menurut anak dan orang tua seringkali bersinggungan. Misalnya menurut orang tua, dengan memberikan banyak uang adalah hal yang terbaik, sedangkan yang terbaik menurut si anak adalah mendapatkan banyak waktu. Maka, dari sudut pandang orang tua, itu udah cukup. Sedangkan menurut si anak, itu bukanlah hal yang mencukupi sama sekali.

Disinilah proses mendengarkan itu dibutuhkan. Dengarkan dahulu sikap seperti apa yang membuat mereka tidak merasa mendapatkan apa yang mereka butuhkan. 

Mendengarkan tanpa mengedepankan ego sebagai orang tua, yang merasa bahwa kewajiban orang tua adalah memberi perintah dan mengatur segala aspek dalam kehidupan anaknya, bahwa orang tua selalu benar. 

Sebisa mungkin, jadilah pendengar yang baik saat seseorang berbicara meskipun usia mereka jauh lebih muda. Dengan mendengarkan, masing-masing akan fokus memahami, bukan fokus mematahkan pendapat satu sama lain.

Gaya mendidik setiap orang tua sudah pasti beda, dan setiap anak juga punya karakter masing-masing yang secara natural memilih dengan cara seperti apa mereka ingin diperlakukan. Dari proses mendengarkan itu, orang tua akan membaca, cara seperti apa yang pas untuk mereka terapkan pada anak-anak mereka.

Kenyamanan dan kepercayaan semacam ini memang harus dipupuk sejak kecil. Ibarat bertemu dengan orang baru, kita gak bisa langsung paham dan langsung membaca bagaimana ekspektasi orang itu terhadap kehidupan, atau setidaknya memahami bagaimana prinsip orang itu dalam menjalani kehidupannya sendiri, tetap dibutuhkan proses mendengar dan mengamati. 

Tapi juga gak ada salahnya mencoba memupuk kepercayaan itu meski sang anak sudah tidak kecil lagi. Lakukan pendekatan-pendekatan yang membuat anak berpikir bahwa orang tua bukan sosok yang menyeramkan, tapi berwibawa. Jangan hanya fokus membuat mereka patuh, tapi fokus juga untuk membuat mereka merasa senang.

Ketika kepercayaan antara orang tua dan anak sudah terbangun, saat ada masalah BESAR yang belum pernah mereka alami dan membuat mereka bingung, mereka akan jujur dan secara terbuka mengajak orang tua mereka untuk berpikir dan mendiskusikan jalan yang terbaik. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN