Mohon tunggu...
Satto Raji
Satto Raji Mohon Tunggu... Wiraswasta - Freelance Worker for Photograpy, Content Writer, Sosial Media,

Belajar Untuk Menulis dan Menulis Untuk Belajar

Selanjutnya

Tutup

Trip Pilihan

Tiba-tiba Jatuh Cinta dengan Danau Toba

11 Desember 2021   17:04 Diperbarui: 9 Januari 2022   15:04 376 9 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Huta Ginjang, lokasi terdekat dari Bandara Internasional Silangit Tapanuli Utara (dokpri)

Saya nggak tahu harus menulis dari mana, tapi yang pasti saya harus berterima kasih kepada punggawa Kompasiana serta tim Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang sudah memberikan kesempatan kepada saya untuk bisa meletakkan jejak kaki, menyesap udara Danau Toba yang sangat fenomenal di antero dunia.

Baiklah kita mulai, Sungguh perjalan yang sangat berat, setelah mendekam 2 tahun tidak menginjak terminal 3 Bandara Soekarna Hatta. Dini hari 12 November 2021 di hari biasa saya masih terlelap, tapi kali ini berbeda. 

Layaknya bocah kegirangan yang diajak pergi ke monas minggu pagi, saya tidak bisa pulas tidur setelah packing ransel ukuran 60 liter. Pesawat dijadwalkan take off jam 06.00, boarding jam 05.00, berarti saya harus pesan taksi online jam 03.00, khawatir membutuhkan waktu lama untuk mencari pengemudi.

Sampai bandara jam 04.30 dan harus melakukan verifikasi tracing antigen/swab di booth (layaknya ATM) yang sudah disediakan. Tidak peduli hasil swab saya sudah terkoneksi di aplikasi Peduli Lindungi, kita harus tetap verifikasi dan harus di foto sebagai bukti yang nanti akan diminta petugas counter check in. Sekali lagi saya ingatkan, jangan lupa untuk di foto bukti verifikasinya ketimbang harus disuruh balik lagi. 

Percumalah itu aplikasi Peduli Lindungi di install di smartphone kita karena kurang berguna, Ehhh berguna sih, untuk mengisi eHAC, nanti saya cerita mengenai ini.

Di counter check in sama bertemu Deny Oey, kompasianer yang juga menjadi salah satu pemenang, kami langsung menuju gate 23 dan bertemu kompasianer hebat lainnya, kang Rifky yang sedang duduk manis (lebih tepatnya tertidur). Yess kami bertiga mewakili daerah jabodetabek sebagai kompasianer yang beruntung bisa mendapatkan kesempatan ke Danau Toba dan mengikuti International Conference yang diadakan di Musium TB Silalahi kota Balige.

Kebodohan kami di penerbangan pertama kali di era pandemi adalah, tidak tahu bahwa di pesawat sudah tidak diberikan makanan ringan ataupun minuman mengikuti standar protokol kesehatan penerbangan. Beruntung saya sempat pesan mie instan dalam kemasan styriofoam, sementara Deny harus gelisah setelah satu jam penerbangan karena belum sempat sarapan saat menunggu diruang boarding.

Sampai di bandara Internasional Silangit di Tapanuli Utara pukul 08.00, tidak ada perbedaan waktu antara Tapanuli Utara dan Jakarta (loohh kok kaya flight attendance yak?). Harus saya akui, bandara yang tidak terlalu besar tapi punya potensi menjadi besar ini, bisa jadi alternatif jika kita ingin ke Danau Toba. Bandara yang begitu kita keluar pesawat langsung disambut cerah matahari, dipadu sejuknya angin sehingga membuat kita tidak merasakan kepanasan, langsung membuat saya jatuh cinta.

Saat tiba di bandara tujuan, kita harus mengisi eHAC (Electronic Health Alert Card) nah disini barulah aplikasi Peduli Lindungi kita butuhkan. Dan pelajaran pentingnya adalah, isi eHAC saat kita sedang menunggu pesawat. Jadi saat turun kita gak kerepotan dan tidak buang-buang waktu mengisi.

Tujuan pertama kami setelah mendarat adalah mencari sarapan, beruntung Kemenparekraf diwakili penyelenggara event mengijinkan untuk menggunakan mobil di hari pertama kedatangan kami di Danau Toba. Dan ini tidak kami sia-siakan begitu saja.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan