Sarwo Prasojo
Sarwo Prasojo Angin-anginan

Suka motret, tulas-tulis dan ini itu. Dan yang pasti suka Raisa

Selanjutnya

Tutup

Humor Pilihan

Humor | Oh My Friend

9 Januari 2019   22:15 Diperbarui: 9 Januari 2019   22:25 663 4 2
Humor | Oh My Friend
id.aliexpress.com

Lima tahun lalu, sebuah rahasia terungkap

Setelah terjebak kemacetan panjang selama perjalanan, akhirnya kami rombongan satu mobil memasuki sebuah kota di Pantura.  Waktu menunjukkan pukul 00.35.  Dan mobil memasuki kota menuju hotel yang telah dipesan.

Hotel berbintang tiga yang sepertinya masih baru. Dini hari itu tak terlihat keramaian yang mencolok.  Hanya segerombolan laki-laki yang duduk di lobi hotel.  Dan mereka teman-teman kami semasa kuliah.

Onot melalui FB mengundang teman seangkatan untuk ikut hadir acara sunatan anaknya.  Kami disediakan hotel untuk menginap semalam.

Kedatangan kami disambut suka cita.  Layaknya reuni, candaan kami dini hari itu tentang masa di kampus.  Beberapa orang teman sudah berada di lobi hotel cukup lama.  Mereka menunggu kami.

Tapi tak lama kemudian, seorang teman, si Kento, disuruh oleh Onot segera keluar ruangan.  "Itu orangnya datang.  Cepat!"

Dengan semangat Bandung lautan Api dia keluar dan memburu mobil taksi yang baru datang.  Seorang perempuan muda keluar dari dalam taksi dan menuju kamar si Kento. Kamar no. 114.

Sama sekali kami tak tahu tentang hal ini. Mereka yang lebih dulu berkumpul di lobi bergelak tawa. Kami  yang datang jadi bertanya-tanya.  Ada apa?

Tak berapa lama, si Onot yang punya hajat sunatan itu mendapat telepon.  Dari seorang perempuan rupanya.
"Dia nelpon," kata Onot kepada kami.  Maksudnya perempuan yang turun dari taksi tadi.

"Berapa?"
"Satu juta, Pak."
"Aih, mahal amat."
"Biasa Pak segitu."
"Enggaklah.  Lima ratus."
"Nggak mau, Pak."
"Ya sudah, delapan ratus."
"Oke Pak."

Kami baru tahu sekarang. Si Kento pengin kencan.  Dia minta tolong Onot untuk mencari.  Agaknya dia lelaki yang menyimpan daftar kupu-kupu malam.  Dan Kento tahu hal itu. Dia tunjukkan kepada kami foto-foto mereka.  

Keesokan hari saat sarapan pagi di hotel itu, si Onot bilang ke kami,"Barusan perempuan yang semalam itu telpon.  Katanya si Kento belum bayar."

"Waduh, yang enak siapa, yang bayar siapa....," Lanjutnya.

Tapi saat itu mulai terungkap kelakuan si Kento.  Kata salah satu teman kami, dia pun pernah ditagih seorang perempuan. Minta uang kencan. Teman kami itu pun terkejut.  "Aku nggak merasa kencan sama kamu!"

Memang bukan kamu, kata perempuan itu.  Tapi temanmu, Mas. Mas Kento itu.  Kenal kan?  Katanya suruh minta bayarannya ke kamu, Mas.

Oh my friend!  

Catatan: Onot dan Kento bukan nama sebenarnya.

S_pras, 9 Januari 2019