Mohon tunggu...
Sobran Holid
Sobran Holid Mohon Tunggu... wiraswasta -

Pelaku usaha yang mengharapkan Indonesia lebih ramah terhadap rakyat kecil. toko onlinehttps://www.bukalapak.com/u/holids https://www.bukalapak.com/u/holids jangan lupa mampir bagi kompasianer dan pembaca yang membutuhkan sparepart motor .

Selanjutnya

Tutup

Analisis

Caleg Gagal Stres, Pelaksana Meninggal, Saatnya Evaluasi UU Pemilu

2 Mei 2019   11:27 Diperbarui: 2 Mei 2019   11:47 68
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Hari hari ini ada saja berita caleg gagal tidak terima kenyataan.

Tentu ini banyak sekali yang kalah, namanya sebuah pertandingan satu berbanding 16, kalau satu yang jadi maka 15 yang kalah .

Ada yang meninggal caleg PDIP tasikmalaya pada saat sadar dirinya kalah, ada yang menarik bantuan di masjid, bahkan di Rancaekek wetan ada caleg  DPRD Golkar Linda menarik alat Senam karena Kalah di RW tersebut.

Kedepan Perlu pemerintah dan DPR RI membuat UU baru tentang sistem pemilu yang lebih baik , tidak hanya buat caleg tapi buat pelaksana dan rakyat Indonesia.

Pertama untuk Usulan  kepada pemerintah dan DPR RI 2019 2024 dalam UU pemilu baru :

1. PILEG  DRD KAB PROPINSI DAN DPR RI   DILAKUKAN TERPISAH DENGAN PRESIDEN DAN DPD RI.

Dengan hanya 3 kertas surat suara waktu perhitungan lebih sedikit untuk mencegah korban.

2.Pembatasan partai politik dengan menaikkan elektoral Threshold menjadi 5 persen .

3. Masih maraknya politik uang maka perlu peraturan yang lebih ketat dan pengawasan . Tahun 2109 politik uang lebih masif dibanding tahun tahun sebelumnya.  Maka perlu bantuan dari KPK atau kepolisian karena pemilu kali ini Bawaslu gagal total mencegah politik uang.

4. Sistem no urut perlu dipertimbangkan , sehingga caleg tidak jor joran mengeluarkan biaya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Analisis Selengkapnya
Lihat Analisis Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun