Sosbud

Pentingkah "Social Awareness" dalam Bermasyarakat?

8 November 2018   21:17 Diperbarui: 12 November 2018   08:03 178 0 0

Pada hakikatnya tiap-tiap individu tidak ada yang sempurna, masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihan. Kekurangan tersebut akan terpenuhi manakala melakukan interaksi social. Manusia adalah makhluk sosial, yang tak dapat hidup sendiri tanpa adanya bantuan dari orang lain. Semua anggota masyarakat menciptakan suatu sistem nilai dan norma yang berlaku dalam bersosial dan berinteraksi antara satu dengan lainnya. 

Tanpa adanya nilai dan norma, masyarakat akan cenderung melakukan peran dan aksi sosial yang menyimpang. Hal tersebut akan berdampak timbulnya ketidakseimbangan sosial. Di bentuknya sistem nilai dan norma yang di berlakukan tidak serta merta akan membentuk masyarakat yang tertib, seimbang dan harmonis, namun diperlukan juga adanya "kesadaran sosial" dari seluruh anggota masyarakat.

Kesadaran sosial atau bisa disebut dengan Sosial Awareness adalah kesadaran seseorang akan hak dan kewajibannya sebagai anggota masyarakat serta cara seseorang untuk menganalisa akan dirinya sendiri dan orang lain. kewaspadaan individu terhadap situasi sosial yang dialami oleh diri sendiri dan orang lain, sehingga diri dapat menjadi tahu dan menyadari hal- hal yang terjadi di sekelilingnya juga kesempatan dan tantangan untuk ikut berperan mengatasi peristiwa yang terjadi di sekitarnya.

Kesadaran sosial dapat ditumbuhkan sejak anak masih berusia dini. Biasanya, kepekaan sosial ini sering dikaitkan dengan empati, bagaimana seorang anak dapat melihat sudut pandang orang lain. Anak dengan kepekaan sosial yang baik biasanya peduli pada kondisi orang lain di sekitarnya. Kesadaran sosial ini perlu diajarkan kepada anak, agar mereka dapat belajar mengatasi masalah, serta berbagai pilihan penyelesaiannya. Perilaku ini dapat diapresiasi agar anak menyadari bahwa perilakunya positif dan sesuai harapan lingkungan.

Bentuk kesadaran sosial yang digunakan oleh orang-orang dalam kehidupan sosialnya dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Pengalaman diri dilihat dari perspektif diri sendiri.
Bentuk kesadaran sosial ini dapat terjadi ketika seseorang berusaha mengerti apa yang ia  rasakan.
2. Penampilan diri dilihat dari sudut pandang orang lain.
Bentuk kesadaran sosial ini dapat terjadi ketika seseorang yang mengenakan pakaian tertentu dan berjalan di depan orang banyak, ia menyadari bahwa orang lain sedang memperhatikan dirinnya yang mengenakan pakaian tersebut.
3. Pengalaman orang lain dilihat dari cara pandang dirinya.
Bentuk kesadaran sosial ini dapat terjadi ketika seseorang seakan-akan juga merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain dan dan dengan berpikiran "Saya juga akan merasa marah jika berada di posisi dia"

Kesadaran sosial juga dapat ditunjukkan dalam beberapa hal seperti berikut ini :
1. Adanya kesadaran bahwa seluruh anggota masyarakat memiliki tanggung jawab utama dalam menciptakan keseimbangan, keharmonisan dan keserasian dalam hidup bermasyarakat dan bersosial.
2. Adanya kesadaran bahwa dimasyarakat multikultur (bermacam-macam budaya) seluruh anggota masyarakat harus memahami serta menoleransi setiap perbedaan yang ada.
3. Adanya kesadaran bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa adanya orang lain.
4. Adanya kesadaran bahwa setiap individu yang hidup bermasyarakat harus mematuhi sistem nilai dan norma yang berlaku di masyarakat.
5. Adanya kesadaran bahwa masing-masing individu melaksanakan peran dengan penuh tanggung jawab dengan memperhatikan nilai dan norma yang berlaku.
6. Apabila seluruh anggota masyarakat memiliki tingkat kesadaran sosial yang tinggi maka tujuan untuk kehidupan bermasyarakat yang harmonis akan terwujud.

Semoga bermanfaat :)