Mohon tunggu...
Ryo Kusumo
Ryo Kusumo Mohon Tunggu... Profil Saya

Menulis dan Membaca http://ryokusumo.com

Selanjutnya

Tutup

Analisis Artikel Utama

Alasan Mengapa Pendukung Jokowi Kurang Greget

11 Desember 2018   20:19 Diperbarui: 12 Desember 2018   08:47 0 44 66 Mohon Tunggu...
Alasan Mengapa Pendukung Jokowi Kurang Greget
Jokowi| Kompas.com/Roderick Adrian Mozes

Pendukung Jokowi mendapat kritik: Kurang greget, kurang menggigit dan terkesan malas untuk membangun narasi yang kuat. Pertama, harus diakui dulu, pendukung Jokowi memang melempem. Payah.

Di media sosial, warganet pendukung Prabowo-Sandi menunjukkan eksistensi yang menonjol. Tagar tentang dukungan Prabowo-Sandi jumlahnya jauh melampaui tagar #01JokowiLagi atau #2019TetapJokowi yang mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin.

Tingkah Sandi yang sengaja bertingkah konyol adalah strategi untuk selalu eksis di media sosial, terbukti Sandi men-twit sehari bisa enam kali.

Disini kita perlu bicara akun palsu. Medsos tidak lepas dari akun palsu, akun palsu "dibutuhkan" dalam menggiring opini massa. Kedua pihak memiliki sistem fake yang massif.

Kita lihat kerjanya. Sistem kerja akun palsu paling terlihat di polling. Di polling yang dilakukan oleh pendukung Jokowi-Ma'aruf, maka persentase naiknya suara Prabowo-Sandi akan muncul diakhir-akhir. Begitupula sebaliknya. 

Akun palsu juga kerap muncul untuk "nyampah" dikomentar yang pro Jokowi. Gunanya? Tentu menggiring opini swing voters. Caranya khas, mereka bertipe kick and rush. "Nyampah" dan kabur. 

Akun palsu mudah terdeteksi, kuncinya pun sudah ketemu. Jadi jangan ge-er dulu pola Trump di US akan terulang.

Lantas mengapa hasil survei riil yang dilakukan lembaga survei tetap menunjukkan elektabilitas Jokowi-Ma'aruf stagnan? Berkisar diangka 53%-54%.

Karena tim pemenangan Jokowi-Ma'aruf memang payah. Mereka terlihat melempem karena Jokowi sendiri, lho kok?

Sumber: www.liputan6.com
Sumber: www.liputan6.com
Gini, om dan tante..

Jokowi bukanlah politikus bau kencur, faktanya beliau adalah politikus paling berhasil di Indonesia. Beliau naik dari Pengusaha menjadi Wali Kota lantas menjadi Gubernur dan kemudian Presiden tanpa pergolakan berarti. Tanpa banyak tingkah, pokoknya smooth

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
KONTEN MENARIK LAINNYA
x