Mohon tunggu...
Ryan Kardiyanto
Ryan Kardiyanto Mohon Tunggu... Kelahiran, Palembang 18 September 1998

Seorang lelaki yangg menulis tentang dirinya sendiri sepanjang hidup. secara tidak langsung juga ia tengah menulis semua orang yang di kenalnya sepanjang waktu.

Selanjutnya

Tutup

Travel Pilihan

Catatan Jejak (Krui, Lampung Barat)

1 Maret 2021   05:40 Diperbarui: 1 Maret 2021   06:01 162 3 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Catatan Jejak (Krui, Lampung Barat)
Catatan Jejak/Dokpri

Sebuah catatan singkat untuk kisah yang panjang di tahun pertama. 11 September 2017, Untuk kali ini saya mengunjungi Daerah Lampung Barat yang tidak jauh dari daerah Oku Sumatera Selatan. 

Menuju kesana saya menghabiskan waktu sekitar 3 jam, di karenakan transportasi yang saya gunakan adalah mobil sayur. Memang terdengar lucu, tapi mau bagaimana lagi. 

Menuju Lampung barat dari Oku tidaklah mudah, di tambah lagi belum ada Bus atau Ojek yang mau menuju sana. Mau tidak mau saya nekat untuk melakukan numpang sana sini demi menuju daerah pesisir barat itu.

Hampir 30 menit lebih saya menyusuri pinggiran jalan. Akhirnya ada juga mobil yang mau memberi saya tumpangan. Sungguh tiada duanya bahagia hati setelah di perbolehkan menumpang mobil pick up yang mengangkut sayur - mayur dari desa Oku menuju pasar Lampung Barat. 

Tidak habis di situ saja perjalanan saya, ada sekitar 1 jam saya menuju pesisir Pantai Krui Lampung Barat tersebut. Itu juga ada untungnya, rute menuju Pantai harus melewati kota Lampung Barat. 

Begitu banyak wisata Alam di situ, hanya saja. Saya belum ingin singgah di wisata lain. Seperti biasa, tidak membeli makanan instan, ubi kayu pun jadi. Sebenarnya sudah ada rencana ketika sampai di pesisir saya ingin bakar ubi. 

Terbilang murahan memang, tapi percayalah hal yang seperti itu belum tentu kita bisa menikmati ketika keadaan sedang di tuntut oleh rutinitas kehidupan di kota. Bukan berarti saya membenci Kota, hanya saja. Terbilang menjengkelkan kalau kita harus di tuntut mati oleh pekerjaan yang tidak terlalu kita suka.

Setelah apa yang saya beli sudah cukup. Akhirnya saya lanjut, menuju Pantai itu. Kali ini semesta menyambut saya dengan indah - indahnya. Awan terang di langit membuktikan tidak ada lagi gedung - gedung tingga yang menjulang. Yang ada hanya burung Cerek berterbangan kesana - kesini mencari makan. 

Begitu pun deru ombak yang menyanyi di jemari kaki. Awalnya saya sedikit terpesona oleh keadaan tersebut. Sehingga lupa untuk mendirikan tenda. Saya masih ingat waktu itu, dimana saya sedang asik - asiknya mendengarkan lagu kesukaan bersamaan tenda yang saya dirikan.

Ada yang asik menerjang keras ombak  dengan canda gura anak - anak Pesisir pantai Krui. Pemandangan yang membuat saya berhenti mendengarkan musik. Tidak lupa juga mereka menyapa. "Abang, Abang dari mana" Ujarnya dengan badan telanjang. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x