Mohon tunggu...
Rusti Dian
Rusti Dian Mohon Tunggu... Mass and Digital Communication Student

Pimpinan Redaksi Teras Pers 2019 | Student Pers of Kumparan 2017 | Pimpinan Redaksi Majalah Pesona Kertas 2016 | Political and Journalism Enthusiast

Selanjutnya

Tutup

Film

Sentuhan Visual Effect Mampu Mempercantik Film "Habibie dan Ainun 3"

29 Agustus 2020   09:25 Diperbarui: 31 Agustus 2020   13:30 177 4 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Sentuhan Visual Effect Mampu Mempercantik Film "Habibie dan Ainun 3"
(Sumber: https://www.pikiran-rakyat.com/entertainment/pr-01326755/selain-maudy-ayunda-dan-reza-rahadian-jefri-nichol-punya-peran-besar-di-habibie-ainun-3)

Siapa sih yang tidak pernah menonton film? Aktivitas yang biasa atau mungkin sering dilakukan oleh orang-orang di waktu luang. Terlebih saat sedang pandemi COVID-19 seperti saat ini, sebagian dari kita akan mengusir rasa bosan selama di rumah saja dengan cara menonton film.  Bahkan ada juga yang sampai marathon untuk menonton film selama seharian penuh. Apalagi film-film saat ini memiliki visual yang lebih menarik dibanding tahun-tahun sebelumnya karena didukung dengan adanya perkembangan teknologi.

Salah satu bukti perkembangan teknologi dalam pembuatan film adalah hadirnya visual effect. Menurut Visual Effect Society (Sulistiyono, 2014, h. 70), visual effect adalah istilah untuk menggambarkan setiap hal khususnya gambar yang akan dibuat, diubah, maupun ditingkatkan untuk film atau moving media lain yang tidak bisa dilakukan atau dicapai saat proses syuting. Visual effect dilakukan setelah pengambilan gambar selesai dilakukan. Visual effect ini dapat ditambahkan dengan teknik matte painting, proyeksi depan atau belakang layar, objek miniatur dan virtual set, serta objek komputer (environment atau compositing dengan gambar lain).

Praktik visual effect ini rupanya juga sudah dilakukan oleh industri film di Indonesia. Hal ini bisa dilihat pada film “Habibie dan Ainun 3” yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo.  Film yang rilis pada tahun 2019 ini berhasil menyulap wajah Reza Rahardian yang memerankan tokoh B. J. Habibie menjadi lebih muda. Selain itu, ada beberapa setting yang semakin mempercantik film tersebut agar terlihat natural dan menyesuaikan dengan latar waktu peristiwa yang diangkat dalam cerita.

Produksi visual effect dalam film “Habibie dan Ainun 3” ini dilakukan oleh VFX Studio. Bahkan, mereka mempublikasikan behind the scenes pembuatan visual effect di channel Dengan memanfaatkan green screen dan stuntman, film “Habibie dan Ainun 3” dapat dinikmati dan membawa penonton seolah berada dalam cerita tersebut. Hal ini selaras dengan konsep visual effect yang dapat memberikan efek realitas atau kenyataan bagi penonton karena sifatnya yang eksperimensial. Sifat tersebut berarti realitas yang menjadi akibat dari pengalaman langsung dan diyakini kebenarannya (Babbie dalam Sulistiyono, 2014, h. 71).

Film “Habibie dan Ainun 3” memberi dampak cukup positif bagi masyarakat. Perjuangan Ainun untuk mematahkan stigma bahwa perempuan tidak pantas untuk berada di Fakultas Kedokteran akhirnya terealisasikan. Bahkan Ainun menjadi mahasiswi terbaik di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Ainun juga berhasil membuktikan bahwa dirinya layak di depan profesornya. Tidak  hanya itu, Ainun juga mengajarkan bahwa menjadi seorang perempuan haruslah memiliki prinsip yang kuat. Hal ini dibuktikan dengan dirinya yang menolak ajakan Ahmad untuk melanjutkan hidup di luar negeri ketika sudah lulus kuliah.

Jadi, film karya anak bangsa tidak kalah berkualitas dibandingkan film karya luar negeri. Khususnya pada film biografi yang mengangkat kisah hidup Habibie dan Ainun. Penggunaan teknologi sudah berhasil dioptimalkan dengan baik oleh segenap kru film tersebut. Tentunya dengan tidak mengubah skenario yang sudah dibuat sebelumnya dan tetap berdasarkan sejarah atau kisah nyata.

Sumber:

Sulistiyono, Arif. (2014). Menengok Kembali Eksistensi Visual Effect Film Indonesia. Jurnal  Seni Media Rekam, 10(1), 69-76

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x