Mohon tunggu...
Rustian Al Ansori
Rustian Al Ansori Mohon Tunggu... Menulis

Pernah bekerja di lembaga penyiaran, berdomisili di Sungailiat (Bangka Belitung)

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Fenomena Kepala Daerah Kalah Pilkada, Haus Kekuasaankah?

20 September 2018   18:47 Diperbarui: 20 September 2018   18:54 552 8 6 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Fenomena Kepala Daerah Kalah Pilkada, Haus Kekuasaankah?
Anggota DPRD Kabupaten Bangka dalam rapat paripurna (dokpri)

"Jabatan itu sementara, kekuasaan itu tak selalu bisa dipertahankan, begitu pula yang dialami Tarmizi Saat sebagai calon petahana pada Pilkada lalu harus mengalami kekalahan. Keinginan melanjutkan kekuasaan namun takdir tak mengizinkan. Kembali mengadu peruntungan dalam Pemilu 2019 sebagai calon legislatif DPR RI. Setelah ditetapkan dalam DCT, ia otomatis harus melepaskan jabatan. "

Tak ada yang istimewa. Acaranya biasa - biasa saja. Tidak semeriah ketika mencalonkan diri pada Pilkada lima tahun lalu saat menang. Begitu pula kemeriahan ketika di lantik dan diambil sumpah sebagai Bupati Bangka priode 2013 - 2018 pada September 2013. Kamis malam ( 20/9 ) sebelum masa jabatannya berakhir Tarmizi Saat yang berpasangan dengan wakil Bupati Rustamsyah harus menyerahkan jabatan kepada Plh Bupati Bangka Akhmad Mukhsin. Dengan jabatan baru yang diterima berarti Akhmad Mukhsin menyandang 3 jabatan sekaligus, yakni 2 jabatan lainnya sebagai Pj Sekda Bangka dan Asisten Adminitrasi Umum.

Upacara serah terima jabatan berlangsung di rumah dinas Bupati Bangka di jalan A. Yani Sungailiat. Masa jabatan sebagai Bupati dan Wakil Bupati baru akan berakhir pada 25 September 2018, karena keduanya mencalonkan diri sebagai anggota legeslatif sesuai dengan aturan yang berlaku harus mundur dari jabatan. Rustamsyah juga nyaleg sebagai anggota DPRD provinsi kepulauan Bangka Belitung. Para pejabat hadir dalam serah terima jabatan, baik pejabat di lingkungan Pemkab Bangka maupun forum koordinasi pimpinan daerah.

Tarmizi menyampaikan kata perpisahan didampingi istri, begitu pula Rustamsyah. Selain serah terimah jabatan Bupati juga dilakukan serah terima jabatan Ketua Tim Penggerak PKK kabupaten Bangka, istri Tarmizi sebagai Ketua PKK menyerahkan kepada istri Akhmad Mukhsin sebagai wakil ketua Tim Pengerak PKK kabupaten Bangka. Tak lupa dalam serah terima jabatan itu diserahkan tanda mata untuk mantan Bupati dan Wakil Bupati.

Tarmizi yang kalah dalam Pilkada lalu, meninggalkan banyak penghargaan semasa kepemimpinannya. Namun penghargaan yang banyak itu tak mampu mendokrak perolehan suara untuk kemenangan  dalam Pilkada. Tarmizi yang berpasangan dengan Amri Cahyadi dikalahkan pasangan Mulkan dan Syahbudin. Pada Pilkada, Rustamsah wakil bupati Bangka tidak mencalonkan diri. Sedangkan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Bangka terpilih belum ada agenda yang pasti.

Malam serah terima jabatan, berlangsung dalam berbagai rasa. Antara gembira dan haru.

Semua rasa dilebur dalam aneka rasa makanan yang terhidang dalam jamuan makan malam. Sedikit kisah pembuka salah satu contoh kasus kepala daerah yang kalah Pilkada namun mencalonkan kembali dalam Pileg. Seperti tak ada lelahnya setelah terkuras tenaga maupun harta untuk Pilkada. Kesannya haus kekuasaan. 

Saya sempat mendengar pernyataan Tarmizi, setelah beberapa hari selesai Pilkada bahwa ia tidak akan maju pada pemilu 2019 sebagai caleg dengan alasan ingin istirahat. Namun beberapa waktu kemudian pernyataan itu ia cabut kembali bahwa ada partai yang mengajaknya nyaleg. Ia pun menerima tawaran itu. Terkesan tidak konsisten, mungkin itu sudah karakter politisi. Walau ia sebenarnya dengan latar belakang sebagai Aparatur Sipil Negara, yang baru pesiun sebagai PNS awal 2017 lalu. 

" Mundur dari jabatan yang dilakukan kepala daerah yang tidak berhasil dalam Pilkada sebelum masa jabatan berakhir karena nyaleg baik sebagai anggota DPRD Kabupaten kota, DPRD provinsi, DPRRI dan DPDRI tidak hanya dilakukan Bupati Bangka Tarmizi Saat tapi juga beberapa kepala daerah lainnya. "

Bisa menjamin terpilih sebagai caleg setelah kalah Pilkada? Tergantung dengan kegigihan usaha, setidaknya bisa belajar dari kekalahan ketika Pilkada. Bila mengulangi kesalahan ketika Pilkada, akan mengulang kesalahan kedua kali. Menarik simpati pemilih tidak hanya berasal dari calon, tapi para pembantu (tim sukses) kelakuannya juga menentukan bisa menarik simpati masyarakat. 

Kekalahan ketika Pilkada pasti ada kesalahan strategi. Kalau mengevaluasi pasti akan tahu kekurangan diri. Maka tak akan mengulagi kesalahan ke dunia kali. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x