Rustian Al Ansori
Rustian Al Ansori Pegawai

Pernah bekerja di lembaga penyiaran, berdomisili di Sungailiat (Bangka Belitung)

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup Pilihan

Biasa Berolahraga hingga Tua Sehat Raga

4 November 2017   20:58 Diperbarui: 4 November 2017   21:01 1494 2 2
Biasa Berolahraga hingga Tua Sehat Raga
Kenangan saya ketika meraih medali emas pada sirkuit atletik se Sumatera 1986 (dok. Pribadi)

Sejumlah event lomba lari dari 10 K hingga Marathon (42,195 km) di gelar dibeberapa kota di Indonesia. Di Jakarta yang baru digelar yakni mandiri Jakarta Marathon 2017. Termasuk di kota tempat saya tinggal yakni kota Sungailiat pada tahun 2018 lomba lari kembali akan galakkan dengan digelarnya lomba lari  Sungailiat 10 K.

Gairah berolahraga khususnya lomba lari pada 5 tahun terakhir ini mulai kembali tampak, sehingga menggugah beberapa daerah baik Pemerintah Daerah maupun swata berminat menggelar lomba lari berjarak 10 km hingga berjarak 42 km. Kegiatan massal olahraga lari ini  setidaknya bisa mengairahkan masyarakat berolahraga khususnya olahraga lari (atletik).

Cabang olahraga lari dirasakan lebih murah dan mudah dilakukan masyarakat. Baik dari biaya yang dikeluarkan yakni lebih murah, juga gampang dilakukan. Demikian pula bila digelar lomba lari banyak peserta yang turut serta. Keikutsertaan masyarakat dalam lomba lari adalah untuk kebersamaan berolahraga, lebih menyenangkan.

Sebenarnya gairah berolahraga lari ini sudah ada sejak tahun 1980 an akhir yang digagas Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) waktu itu Bob Hasan, dimana berbagai lomba lari 10 K digelar dengan menggundang atlet lari jarak jauh tingkat dunia dari pemegang rekor dunia, Olympiade, Asia, Asian dan rekor nasional dalam lomba lari diantaranya Jakarta 10 K, Borobudur 10 K dan Bali 10 K dengan hadiah ratusan ribu dolar AS. Dengan hadirnya para pelari dunia ke Indonesia juga menarik minat media Internasional untuk meliput event tersebut. Lomba lari tidak sekedar menggairahkan masyarakat berolahraga, namun juga memiliki nilai ganda yakni promosi pariwisata Indonesia ke dunia Internasional.

Jauh sebelum itu juga sudah ada Jakarta Marator, Loma Lari Super Semar di Jakarta yang memunculkan nama besar pelari nasional yang disebut juga "Raja Jalanan " karena selalu memenangkan lomba lari Marathon seperti nama legendaris atlet Marathon nasional Ali Sopian Siregar. Semaraknya lomba lari tersebut, juga mendorong digelarnya lomba lari di daerah seperti di daerah saya pada tahun 1989 menggelar Matras 10 K, mengambil nama obyek wisata  terkemuka di daerah saya yakni Pantai Matras Sungailiat yang diikuti ribuan peserta termasuk atlet berprestasi di tingkat nasional dan masyarakat. Kendati pelaksanaannya kacau balau, karena penuh dengan protes dari para peserta. Maklumlah panitia lokal belum berpengalaman menyelenggarakan event olahraga besar yang banyak pesertanya.

Kliping berita ketika pelaksanaan Matras 10 K yang kacau balau (dok. Pribadi)
Kliping berita ketika pelaksanaan Matras 10 K yang kacau balau (dok. Pribadi)

Membuktikan bawah event lomba lari dapat menggairahkan masyarakat berolahraga. Jalan - jalan waktu itu baik pagi  maupun sore hari selalu ada saja masyarakat berlatih lari, selain di stadion olahraga. Seiring dengan selalu didengung - dengungkannya jargon penerintah orde baru waktu itu yakni " memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat " berhasil diwujudkan.

Mandiri Jakarta Maraton juga salah satu cara mengajak masyarakat berolahraga. Ala bisa karena biasa, pepatah itu tetap berlaku. Pada akhirnya olahraga dapat menjadi gaya hidup dan kebiasaan sehari - hari. Banyaknya event olahraga akan mengairahkan masyarakat untuk berlatih, termasuk berdirinya klub - klub olahraga.

Adanya event olahraga seperti lomba lari, mendorong saya untuk berolahraga sertiap hari. Itulah yang saya lakukan pada tahun 1980 an hingga awal tahun 1990 an selama 10 tahun lebih, karena kebiasaan sehingga keterusan menuju prestasi. Saya pernah menjuarai lomba lari Marathon pada tahun 1987 di Bangka. Serta menjuarai beberapa lomba lari dengan berbagai jarak tempuh. Selain itu di cabang Atletik saya mengabil spesialis  nomor jalan cepat sehingga mengantarkan saya keluar sebagai juara diberbagai lomba tingkat Provinsi dan se Sumatera, serta mengantarkan saya lolos babak prakwalifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) sehingga saya dapat mengikuti PON XI tahun 1985 bersama Provinsi Sumatera Selatan di Jakarta.

Koleksi tropy dan medali yang pernah saya raih yang masih tersimpan (dok. Pribadi)
Koleksi tropy dan medali yang pernah saya raih yang masih tersimpan (dok. Pribadi)

Kalau melihat tropi dan medali yang sudah berkarat dari hasil prestasi masa lalu, dapat mengingatkan dan menggairahkan kembali saya untuk berolahraga hingga saat ini. Dengan berolahraga badan terasa bugar, maka kinerja dalam pekerjaanpun  akan meningkat. Dengan berolahraga, jarang terkena sakit sehingga tidak pernah meninggalkan pekerjaan.

Ketika masih sebagai atlet latihan lari dilakukan minimal 20 km setiap hari, sekarang olahraga lari maupun jalan kaki yang dilakukan dengan jarak yang tidak jauh cukup sekedarnya yang penting mengeluarkan keringat, disesuaikan dengan kondisi usia paling yang akan dirasakan yakni pegal otot karena  kepenatan berolahraga. Untuk bebas pegal sehingga tidak menggagu aktifitas dan tetap optimal dalam pekerjaan, saya mencoba menggunakan Krim Otot Geliga, alhamdulillah Geliga Krim (https://www.geligakrim.com/) dapat menghilangkan rasa pegal.

Jadikan olagraga aktfitas keseharian dengan forsi sesuai dengan kemampuan dan usia. Dengan berolahraga tubuh tetap sehat, bekerja tetap semangat dengan hasil capaian kerjapun optimal.

Salam olahraga dari pulau Bangka.

https://www.geligakrim.com/

Sumber : kompasiana.com
Sumber : kompasiana.com