Rusman
Rusman Praktisi Pendidikan, Aktivis SAMBANGPRAMITRA - www.kompasiana.com/rusrusman522 - www.facebook.com/rusman245

"Hidupmu terasa LEBIH INDAH jika kau hiasi dengan BUAH KARYA untuk sesama".

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Puisi: Menyapu Kabut

11 Oktober 2018   22:21 Diperbarui: 12 Oktober 2018   00:35 283 7 3

Oleh: RUS RUSMAN.

Aku biarkan daun jendelaku terbuka

Meski malam semakin meremang

Mataku memandang jauh ke bibir bukit

Di antara pepohonan yang sedang bergoyang

Di antara temaram cahaya bulan

Hatikupun tersenyum

Mencoba untuk mengerti cobaan yang kualami

Yang membuat riuh suara hati

Mendulang rasa gundah gulana

Mengusap dinding meresah sukma

Dan anginpun terus berhemhus tak kenal lelah

Seolah bercerita tentang tabir biografi kehidupan

Yang menghias dingin-dinding tajam berliku

Tak ada yang perlu kusembunyikan pada siapapun

Hitam putih perjalanan merantau melalang buana

Udara masa silam segera menyeruak tak terelakkan

Membuatku tercenung sesaat sebelum akhirnya sadar

Apa yang perlu ditakutkan tentang yang disebut derita?

Yang paling pedihpun telah aku rasakan, aku lakukan..

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2