Rushans Novaly
Rushans Novaly program pemberdayaan masyarakat

Terus Belajar Memahami Kehidupan Sila berkunjung di @NovalyRushan

Selanjutnya

Tutup

Manajemen

Kabupaten Tangerang Menyongsong Peran Kota Cerdas

7 Juni 2015   02:43 Diperbarui: 17 Juni 2015   06:19 7871 0 0
Kabupaten Tangerang Menyongsong Peran Kota Cerdas
14325028472128840390

[caption id="attachment_367537" align="aligncenter" width="448" caption="Gerbang Utama Kabupaten Tangerang di Tigaraksa ( Foto : Novaly Rushan diambil pada 19/05/15)"][/caption]


Kabupaten Tangerang memang bukan peserta Indeks Kota Cerdas Indonesia (IKCI 2015) . Walaupun dua saudara mudanya  Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan masuk sebagai peserta dengan jumlah penduduk diatas 3 juta. Dua kota peserta IKCI 2015 tersebut dulunya adalah bagian dari kabupaten Tangerang.



Kota Tangerang mekar dari kabupaten Tangerang pada 27 Februari 1993 sedang Kota Tangerang Selatan mekar dari Kabupaten Tangerang pada 29 Oktober 2008. Kedua kota tersebut tumbuhseiring kebutuhan dan tuntutan perkembangan wilayah.Kabupaten Tangerang ibarat ibu yang telah melahirkan anak anak yang kini tumbuh menjadi sebuah kota modern. Bila sang anak telah tumbuh dewasa dan mapan maka sang anak akan memisahkan diri dari  induknya. Itulah yang terjadi dengan Kabupaten Tangerang.

Ada 3 alasan kenapa beberapa wilayah/kawasan di  kabupaten Tangerang kini memasuki perkembangansebuah kota. Berikut ini 3 alasan tersebut:



1.Urbanisasi dan Tumbuhnya Sektor Industri dan Manufaktur

Pertumbuhan penduduk Kabupaten Tangerang yang tinggi disebabkan faktor urbanisasi dan migrasi para pekerja dari beberapa wilayah seperti Lampung, Jawa barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah juga beberapa kabupaten diwilayah Banten seperti Lebak, Pandeglang, Serang dan Cilegon. Kabupaten Tangerangmemang tumbuh menjadi wilayah industri dan manufaktur. Saat ini hampir 50 % pekerja utama di kabupaten Tangerang bekerja pada sektor industri dan manufaktur. Menurut data BPS pada tahun 2013 kabupaten Tangerang dihuni 3.157.780 jiwa . Dengan rata rata kepadatan penduduk secara luasan per km2 mencapai3.121 jiwa/km2. Pertumbuhan penduduk di kabupaten Tangerangtumbuh sebesar 3,34 % . Sektor Industri dan manufaktur terus tumbuh dengan dibukanya banyak kawasan industribaru.





[caption id="attachment_367538" align="aligncenter" width="448" caption="Salah satu Kawasan Industri Modern (Foto : Novaly Rushan diambil pada 19/5/15)"]

14325030081581259489
14325030081581259489
[/caption]

Para pekerja migran dari beberapa wilayah sekitar menjadikan kabupaten Tangerang sebagai tujuan mencari nafkah. Selain pekerja di sektor industri dan manufaktur , pedagang dari berbagai wilayah juga ikut tumbuh subur.Sebagai gambaran angka Upah Minimum Regional (UMR) dikabupaten tangerang tergolong tinggi menyamai Upah diDKI Jakarta. Padahal biaya hidup di kabupaten Tangerang jauh lebih murah ketimbang di DKI Jakarta atau diwilayah Bekasi dan Depok. Inilah yang menjadi daya tarik kabupaten Tangerang.


Secara luasan wilayah Industri di kabupaten Tangerang terbagi menjadi tiga wilayah. Industri besar mendapat porsi seluas 8.407 Ha berada di kecamatan Balaraja, Pasar Kemis, Cikupa, Tigaraksa, Sepatan dan Jambe. Industri sedang dengan luas 3.586 Ha berada di kecamatan Curug, Kosambi, Sindang Jaya, Legok, Cisauk, Kronjo dan panongan.Untuk indistri kecil atau industri rumahan tersebar di kecamatan Pasar Kemis, Curug , Cisoka dan Solear.


Untuk jumlah pelaku Industri dan manufaktur tercatat 4.690 perusahaan. Dengan rincian  2.885 perusahaan swasta nasional,716 perusahaan PMA, 605 perusahaan PMDN dan 484 perusahaan perorangan. Untuk jumlah pekerja di sektor Industridan manufaktur yang dapat diserap sejumlah 356.082 orang. Terdiri dari 353.762 orang WNI dan 2.321 orangWNA.


Sektor industri dan manufaktur menyumbang angka 53,08% Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) . Pendapatan Daerah Kabupaten Tangerang pada tahun 2014 menyentuh angka Rp 3,51 Trilyun. Sektor Industri dan manufakturlah yang menyumbang angka pendapatan asli daerah (PAD) baik dari pendapatan pajak dan non pajak.


Pengelolaan sektor Industri dan manufaktur di Kabupaten Tangerang telah mengalami banyak perkembangan positif. Saat ini tumbuh kawasan industri modern terpadu dan terintegrasi. Bila dulu lokasi pabrik tumbuh di banyak wilayah tanpa kawasan industri terpadu. Di kecamatan Cikupa tumbuh kawasan industri Cikupa Mas,kawasan industri Millenium, kawasan Bizzlink, Kawasan modern Citra raya juga tumbuh kawasan modern di kecamatan Balaraja, Curug, Pasar kemis.


2.Tumbuhnya Pusat Bisnis dan Kawasan Pemukiman Modern


Seiring berkembangnya sektor industri dan manufaktur yang tumbuh sangat cepat di kabupatenTangerang . Juga memicupertumbuhan kawasan bisnis modern, seperti jasa keuangan, jasa niaga dan yang paling mencolok adalah tumbuhnya kawasan pemukiman modern.





[caption id="attachment_367539" align="aligncenter" width="448" caption="Salah satu Kawasan Bisnis dan Pemukiman Modern (Foto : Novaly Rushan diambil pada 19/05/2015)"]

1432503297334133349
1432503297334133349
[/caption]

Beberapa pengembang properti nasionalberamai ramai membangun banyak kawasan bisnis maupun kawasan pemukiman. Seperti kawasan Sumarecon dan  Lippo Karawaciyang membangun ribuan hektar diwilayah kecamatan kelapa dua, Pagedangan hingga kecamatan curug . Pengembang Citra raya (Ciputra Group) juga mengembangkan pemukiman modern di kecamatan Cikupa dan kecamatan Panongan . Kawasan pemukiman modern juga tumbuh di kecamatan Sindang jaya , perumahan Telaga bestari yang akan menjadi pusat pendidikan maskapai penerbangan Lion Air . Di kecamatan Balaraja saat ini dibangun apartemen modern pertama di wilayah ini.


Pengembangan kawasan bisnisdan pemukiman modern di kabupaten Tangerang telah merubah wajah kabupaten menjadi jauh lebih modern layaknya sebuah kota . Fasilitas penunjang seperti Hotel berbintang, jaringan bank nasional, Mall berkualitas internasional, Rumah sakit sekelas rumah sakit Internasional seperti rumah sakit siloam di Lippo Karawaci, rumah sakit Ctra hospital . Maupun rumah sakit tipe B seperti rumah sakit Mulya Insani di Kecamatan Cikupa.


Kawasan modern yang tumbuh dan berkembang di Kabupaten Tangerang mempunyai nilai positif bagi pertumbuhan ekonomi. Dampakdistribusi pendapatan dan aliran uang di kawasan modern ini mampu membuat kawasan ini tumbuh secara mandiri layaknya sebuah kota .


Kawasan bisnis memang tumbuh mengikuti arah perkembangan sektor industri dan manufaktur. Sebagai penunjang sektor industri , kawasan bisnismodern memiliki peran dalam terbukanyapeluang tenaga kerja. Daya serapsektor bisnis modern yang terdiri dari jasa retail moderndan jasalayanan penunjang lainnya terhadap tenaga kerja cukup besar. Mulai tenaga kasar hingga tenaga terdidik profesional .


Kawasan bisnis modern yang tumbuh lebih karena melihat peluang pasar dari tingginya pendapatan perkapita penduduk wilayah tersebut.Wilayah dengan pendapatan perkapita yang tinggi berada di sekitar lintas industri . Bila melihat kawasan modern yangtumbuh mengikutiakses jalan tol Tangerang- Merak. Ada pola dimana patokan berdirinya kawasan dan pemukiman modern mengikuti akses jalan tol. Hampir seluruh kawasan bisnis berada di sekitaran jalan tol Tangerang-Merak.


3. Akses Infrastruktur Jalan yang telah rampung


Selama rentang sepuluh tahun terakhir ini kabupaten Tangerang sangat masif membangun infrastruktur jalan. Luasnya wilayah kabupaten Tangerang yang mencapai 959,61 Km2 atau tiga kali dari luas DKI Jakarta. Terbayang luas wilayah dan panjangnya jalan yang harus dibangun. Total panjang jalan di kabupaten Tangerang menurut jenis jalan lebih dari 1000 km.Jalan kabupaten memiliki jumlah terpanjang mencapai 990,62 km. Jalan Provinsi memiliki panjang mencapai 114,44 km dan Jalan nasional mencapai panjang 27,93 km.


Kabupaten Tangerang telah membangun empat jalur jalan utama. Jalan Lingkar Utara (JLU) , Jalan lingkar selatan (JLS), Jalur lingkar barat (Jalibar) dan jalur lintas tengah (Jaliteng). Empat jalur utama itu saling menghubungkan beberapa kecamatan dengan pusat kota di Tigaraksa dan kabupaten tetangga seperti Serang, Lebak ,Kota Tangerang dan Kota Tangerarng Selatan.




  • Pembangunan Jalur lintas selatan, yang menghubungkan Pertigaan muncul Puspitek –Pusat Pemerintahan Tigaraksa sepanjang 31,6 Km dengan menelan dana sebesar Rp 80,5 miliar. Menghubungkan wilayah kota Tangerang selatan,kecamatan Cisauk, kecamatan legok, panongan hingga berakhir di kecamatan Tigaraksa. Akses jalan ini menunjang kawasan industri yang dikembangkan di wilayah legok dan panongan.



  • Pembangunan Jalan lintas utara (JLU) yang menghubungkan Bandara Internasional Sukarno-Hatta dengan kecamatan kecamatan di sekitar wilayah utara kabupaten Tangerang . Jalan beton hotmixini dibangun melingkar dimulai dari kecamatan Sukadiri, Pakuhaji, Sepatan, Tanjung burung, Teluk naga, kosambi dan berakhir di kecamatan selapajang atau pintu masuk bandara. Jalan lintas utara dibangun agar pertumbuhan ekonomi bergerak positif dengan adanya akses jalan yang baik. Wilayah utara kabupaten Tangerang memang lebih didominasi oleh sektor pertanian, peternakan dan hasil budadidayadan penangkapanikan di laut jawa. Jalan lintas utara ini juga terintegrasi dengan jalur lintas tengah dan jalan lintas barat.



  • Pembangunan Jalan lintas tengah (Jaliteng) yang dibangun pada tahun 2011 . Melewati kecamatan Sukadiri, Rajeg, Pasar kemis , Cikupa tembus ke pusat pemerintahan di Tigaraksa. Jaliteng dibangun sepanjang 12,5 Km. Saat ini jalan lintas tengah telah mengalami kerusakan dibeberapa titik. Kerusakan jalan ini lebih dikarenakan sistem drainase yang tidak sesuai standar. Termasuk jalur perempatan Pasar kemis hingga Jatiuwung kota Tangerang yang telahmengalami kerusakan dibeberapa titik. Bila hujan turun cukup deras maka jalan raya langsung tergenang air beberapa centimeter. Jalan lintas tengah ini juga menghubungkan wilayah ceplak-Kronjo, jengkol, buni ayu, daun , Jambu hingga tembus ke kota Tangerang.



  • Pembangunan jalan lintas barat menghubungkan wilayah kecamatan kresek, Gunung kaler, Kronjo, Mekar baru hingga perbatasan Tanara di kabupaten Serang. Jalur ini dibangun sejak 2012 dan masih berlangsung hingga saat ini dibeberapa ruas. Jalibar dibangun sepanjang 13,6 Kmdengan menelan dana Rp 98 miliar. Pembangunan jalan lintas barat akan terintegrasi dengan jalan lintas tengah. Jalan lintas ini akan mengurangi beban jalan Raya Serang yang menghubungkan Kota tangerang, Kabupaten Tangerang , Kabupaten Serang , kabupaten Cilegon.


Empat jalur lintas utama ini telah terbangun dan saling terintegrasi. Pergerakan manusia dan barang tak lagi menjadi kendala. Namun sayangnya , lebar jalan yang  di bangun rentan terhadap perkembangan jumlah kendaraan yang tumbuh cepat. Lebar jalan yang tersedia tidaklah terlalu lebar. Seharusnya rata rata lebar jalan di Kabupaten tangerang mencapai 14 meter guna mempersiapkan dampak kemacetan yang saat ini mulai menghantui kabupaten Tangerang.


Kabupaten Tangerang Menuju Kota cerdas





[caption id="attachment_367540" align="aligncenter" width="448" caption="Kantor Bupati Kabupaten Tangerang Yang Megah (Foto : Novaly Rushan diambil pada 19/5/2015)"]

14325035462009013122
14325035462009013122
[/caption]



Sebagai salah satu penyangga DKI jakarta, Peran Kabupaten Tangerang tidaklah kecil. Kabupaten Tangerang telah berhasil menyangga di sektor industri dan manufaktur, menyangga pemukiman penduduk karena sebagianpekerja DKI Jakarta memilih bertempat tinggal di Kabupaten Tangerang, Selain itu aliran sungai Cisadane yang melintasi kabupaten Tangerang dan bermuara di teluk jakarta menjadi sumber bahan baku air minum penduduk DKI Jakarta. Belum lagi hasil pertanian dan peternakan kabupaten Tangerang yang menjadi bahan baku makanan penduduk DKI Jakarta. Dari peran penting itu kedudukan Kabupaten Tangerang selayaknya mendapat apresiasi dari pemerintah pusat dengan mengintegrasikan pembangunan mega metropolitan secara bersama sama.


Bila melihat 3 alat pengukuran bagi indek kota cerdas Indonesia (IKCI) dimana Aspek Ekonomi, Aspek Sosial dan Aspek Lingkungan sebagai parameter ukur. Penulis mencoba memasukkan tiga unsur tersebut kedalam fakta pembangunan kabupaten Tangerang. Perkembangan Kota yang menjadi acuan penilaian ini memang tidak sepenuhnya didapati di kabupaten Tangerang. Sebagai wilayah yang dikelola sebagai penyangga ibukota DKI Jakarta, kabupaten Tangerang telah berperan dalam mengurangi dampak industrialisasi dan ledakan urbanisasi penduduk. Urbanisasi yang terjadi kabupaten Tangerang menjadi berkah karena pekerja dibidang Industri, Manufaktur dan Jasa pendukung lainnya menjadikan kabupaten Tangerang sebagai rumah mereka. Pemukiman terus tumbuh dan roda perekonomian berjalan positif.


A.Smart Economy


Secara potensi ekonomi, kabupaten Tangerang memiliki sektor Industri dan manufaktur yang terus berkembang. Angka pendapatan kabupaten terus meningkat begitu juga dengan angka pendapatan perkapita penduduk .


Pusat bisnis dan jasa layanan tumbuh secara signifikan. Wilayah kecamatan Kelapa dua, Pagedangan , Legok dan Curug tumbuh menjadi pusat bisnis. Kawasan yang dibangun sektor swasta ini telah membangun kawasan perkantoran, kawasan niaga, kawasan pemukiman , kawasan pendidikan hingga rumah sakit berskala internasional. Dikawasan ini telah dibangun Universitas Pelita Harapan (UPH),Universitas Multimedia Nasional (UMN) ,Sport Center berkualitas internasional, Hotel berbintang lima, Mall dan pusat niaga lainnya. Pusat pemukiman dibangun dengan sistem horizontal dan vertikal. Di kawasan ini telah berdiri beberapa apartemen sebuah konsep pemukiman cerdas yang tidak memerlukan banyak luasan tanah. Terhitung ada empat pengembang yang telah mendirikan pemukiman vertikal.


Saat ini juga sedang dibangun satu unit apartemen di kecamatan Balaraja.Lengkap dengan pusat bisnis dan jasa keuangan. Balaraja terus tumbuh menjadi salah satu kawasan bisnis dan niaga di wilayah barat kabupaten Tangerang. Penataan kawasan perkotaan di kabupaten Tangerang  terus digenjot. Salah satu wilayah yang juga sedang berkembang adalah kecamatan Cikupa dan Panongan.Di wilayah ini telah dibangun pusat pemukiman modern, pusat pendidikan, pusat bisnis dan niaga, rumah sakit berskala nasional . Pengembangan pusat bisnis diwilayah tengah Kabupaten Tangerang ini telah membuat kawasan Tigaraksa sebagai pusat pemerintan ikut berkembang cepat.


Kawasan bisnis dan Industri telah dibangun secara terpadu. Terhitung ada tiga kawasan bisnis modern sepanjang jalan utama menuju Tigaraksa. Satu kawasan sudah beroperasi dan dua lainnya masih dalam tahap pengembangan.


Untuk wilayah utara pengembangan bisnis modern akan dibangun di wilayah Mauk, Sukadiri, Sepatan dan Kosambi. Kawasan utara yang langsung berbatasan dengan laut jawa ini punyapotensi yang sangat besar. Grand Design pengembangan kawasan utara kabupaten Tangerang dinilai sangat strategis. Rencana pembangunan reklamasi pantai utara sebagai pusat bisnis, pemukiman modern hanya tinggal menunggu kelengkapan izin AMDAL. Dalam rencana megaproyek reklamasi pantai utara ini nantinya akan ada 6 pulau baru. Dari bibir pantai akan dilakukan reklamasi sejauh 200 meter dengan luas 7.500 Ha. Dalam kawasana ini nantinya akan dibangun kawasan bisnis, pelabuhan, kawasan wisata, kawasan pemukiman dan pengembangan industri pengolahan hasil laut. Namun rencana megaproyek ini membutuhkan jangka waktu yang panjang hingga 30 tahun.


Pasar Tradisional sebagai Penunjung Perekonomian rakyat


Kabupaten Tangerang memiliki pasar tradisional di setiap kecamatan. Pengelolaan pasar tradisional ini dikelola PD Pasar Niaga Kerta Raharja. Sejak 2009 pemerintah Kabupaten Tangerang telah melakukan revitalisasi pasar tradisional menjadi pasar modern yang sehat . Pasar Kelapa dua, pasar Sentiong Balaraja, Pasar Bintaro Mas, Pasar Bojongnangka, Pasar Cikupa, Pasar Serpong dan pasar Jombang telah berhasil direvitalisasi.





[caption id="attachment_367541" align="aligncenter" width="448" caption="Pasar Cikupa yang Mulai Rapi dan Tak Membuat Macet Jalan (Foto : Novaly Rushan diambil 19/5/2015)"]

14325037541764947290
14325037541764947290
[/caption]

Revitalisasi pasar tradisional dilakukan dengan membangun fisik pasar tradisional, melakukan penataan pasar dengan sarana penunjang seperti areal parkir, los pedagang yang telah di klasifikasikan, sarana ibadah, sarana keamanan , penataan limbah pasar hingga penyediaan sarana genset listrik sebagai antisipasi pemadaman listrik.

Kesan kotor, bau, becek dan tidak sehat telah hilang menjadi pasar yang nyaman , aman dan sehat. Langkah revitalisasi pasar tradisional ini masih dalam progress. Masih terdapat pasar tradisional yang belum ditata terutama pasar yang terdapat di jalur utama jalan Raya Serang. Pasar pasar ini selain membuat macet jalan dan membuat kawasan sekitar menjadi kotor dan bau. Pasar gembong dan pasar Jayanti adalah contoh pasar tradisional yang harus segera ditata.



B.Smart Society


Kabupaten Tangerang  terus bergeliat dan tumbuh positif. Penulis melihat dua sektor penunjang yang tumbuh cukup cepat adalah sektor pendidikan dan sektor kesehatan. Pada sektor pendidikan pertambahan jumlah sekolah baik sekolah negeri yang dikelola pemerintah maupun  sekolah swasta yang dikelola swadaya menunjukan angka yang terus menanjak. Demikian pula kualitas sekolah , baik dari sisi fisik, tenaga pendidik hingga alat penunjang belajar. Bila dulu masih sering ditemui sekolah yang kusam , kotor dan nampak tak terawat saat ini sangat sulit mencari sekolah seperti itu.


Sekolah yang dikelola swasta cukup banyak berdiri. Dari sekolah berstandar nasional hingga berstandar Internasional. Penulis mencatat ada Sekolah Pelita Harapan, sekolah Al Azhar, sekolah Tarakanita, sekolah Pahoa. Kabupaten Tangerang juga memiliki ratusan pondok pesantren dengan berbagai kualitas. Yang menonjol pesantren Darul Qolam di kecamatan Jayanti. Pesantren menjadi bagian penting pendidikan di kabupaten Tangerang. Baik secara kultur budaya dan kebutuhan sekolah berbasis agama. Pondok pesantren menjadi salah satu tempat pilihan menimba ilmu.



Saat ini jumlah sekolah yang ada di kabupaten Tangerang untuk tingkat SD berjumlah 912 , untuk tingkat SMP berjumlah 291 sedang tingkat SMA 134 dan untuk SMK berjumlah 140 sekolah (Sumber Data : Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang ). Selain itu Kabupaten Tangerang telah memiliki beberapa perpustakaan daerah. Yang paling representatif adalah perpustakaan daerah yang berada di pusat pemerintahan Tigaraksa. Perpustakaan ini memiliki koleksi buku yang cukup lengkap. ada 46 ribu judul buku. Dihalaman parkirnya terdapat 8 unit perpustakaan keliling yang siap beroperasi hingga pelosok kabupaten Tangerang.

Untuk perguruan tinggi di kabupaten Tangerang telah berdiri kampus Universitas Pelita Harapan , Universitas Multimedia Nasional, Universitas Indonusa Esa Unggul kampus Citra Raya dan  beberapa kampus lainnya juga terus tumbuh dan melayani kebutuhan pendidikan masyarakat kabupaten Tangerang. Namun sayangnya belum ada perguruan tinggi negeri di Kabupaten Tangerang.


Untuk bidang kesehatan, penulis mencatat perkembangan yang cukup baik. Baik dari infrastruktur fisik, peralatan penunjang hingga tenaga kesehatan. Pemerintah Kabupaten Tangerang memiliki 2 RSUD, 43 unit Puskesmas tingkat kecamatan, 39 unit puskesmas pembantu, 437 balai pengobatan. Untuk tenaga kesehatan tercatat terdapat 1.279 dokter umum, 301 gokter gigi, 425 dokter spesialis, 714 tenaga bidan, 654 tenaga perawat, 14 tenaga radiografter, 127 asisten apoteker, dan 11 orang tenaga fisiotrapi.Selain itu juga terdapat 11 rumah sakit swasta berstandar nasional.


Untuk bidang transportasi, kabupaten Tangerang dilewati jalan tol Jakarta-Merak . Akses tol lingkar selatan, Tol Jakarta- Serpong. Transportasi dari dan ke Jakarta dapat ditempuh melalui jalur bus atau jalur kereta api Tanah abang – Rangkasbitung. Saat ini telah tersedia commuterline dari stasiun Maja hingga stasiun Tanah abang. Kabupaten Tangerang juga memiliki bandar udara Internasional Sukarno-Hatta sebagai gerbang internasional dan nasional. Pelabuhan laut Cituis di kecamatan Pakuhaji juga mulai dikembangkan menjadi pelabuhan transportasi menuju Pelabuhan di DKI Jakarta.


Saat ini kabupaten Tangerang memiliki 30 trayek yang melayani transportasi antar wilayah kecamatan. Kabupaten Tangerang memiliki 17 unit terminal. Terdiri dari 5 unit terminal tipe B dan 12 unit sub terminal. Dengan total 30 trayek. Terminal balaraja melayani 9 trayek , terminal tigaraksa 2 trayek, terminal Cisoka 1 trayek, terminal curug 7 trayek, terminal kelapa dua 2 trayek, terminal Kronjo 2 trayek, terminal sepatan 2 trayek, terminal kota bumi 3 trayek, terminal mauk 2 trayek, terminal pasar kemis 4 trayek dan terminal kampung melayu 2 trayek. Transportasi antar kota dilayani bus Angkutan Kota Antara Provinsi (AKAP) baik menuju kota kota di pulau Jawa hingga pulau Sumatra. Selain itu tersedia shuttle bus dari beberapa perumahan menuju beberapa titik lokasi di DKI Jakarta.


Layanan publik di kabupaten Tangerang mulai semakin baik. Penerapan pelayanan satu pintu mulai diterapkan. Baik kebutuhan pengurusan seperti E-KTP, Kartu keluarga, SIM, STNK hingga pengurusan perijinan daerah. Penulis pernah menjajal sendiri pengurusan STNK yang hanya butuh 1 jam saja. Pemerintah Kabupaten juga terus membenahi sistem tatakelola pemerintahan berdasarkan e-Goverment. Termasuk sistem lelang pengadaan barang dan jasa dengan fasilitas digital menggunakan jaringan internet. Yang cukup baik adalah fasilitas perpustakaan daerah yang terbaik diantara perpustakaan di Provinsi Banten. Untuk pencarian judul buku yang dibutuhkan bisa menggunakan jarpusda dengan sistem online.


Untuk masalah keamanan kabupaten Tangerang tergolong wilayah yang relatif aman dengan tingkat angka krimilitas yang tidak tinggi. Di Kabupaten Tangerang yang agak menonjol adalah kasus perampasan motor atau lebih dikenal begal motor. Selain kasus pencurian di rumah kosong , kasus curanmor cukup tinggi terutama dikawasan perumahan. Untuk kasus prostitusi terdapat di kecamatan kosambi diwilayah pantai Dadap yang berbatasan langsung dengan DKI Jakarta dan Kota Tangerang. Wilayah merah ini masuk dalam pantauan pemerintah kabupaten Tangerang.


C. Smart Environment


Kabupaten Tangerang melalui Perda Nomor 31 tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2011-2031. Tujuan dari penataan ruang ini mewujudkan kabupaten Tangerang sebagai pusat kegiatan Industri, pemukiman dan pengembangan kawasan perkotaan baru Pantura yang berwawasan lingkungan dan berdaya saing didukung oleh pertanian berkelanjutan melalui pusat pusat penumbuhan.


Penataan tata ruang wilayah terbagi dalam 3 pusat kegiatan.




  • Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) adalah kawasan perkotaan yang berfungsi melayani kegiatan skala provinsi/beberapa kebupaten/kota berada di kecamatan Balaraja, kecamatan Teluk Naga,
  • Pusat Pelayanan per-Kotaan (PPK) adalah kawasan perkotaan yang berfungsi untuk melayani kegiatan skala kecamatan dan beberapa desa.Berada di kecamatan Mekar baru, Gunung Kaler, kresek, Kemiri, Sukamulya, Sindang jaya, jayanti, Cisoka, Solear, Jambe, Cisauk, Pagedangan, Legok, Panongan, Rajeg, Sepatan timur, Pakuhaji dan Sukadiri.



  • Pusat Pelayanan Lingkungan (PPL) adalah pusat pemukiman yang berfungsi untuk melayani kegiatan skala antar desa.


Untuk rencana kawasan lindung Kabupaten Tangerang telah membagi menjadi 5 kawasan.




  1. Kawasan hutan lindung merupakan hutan bakau di wilayah pantai utara seluas 1.576 Ha tersebar di kecamatan Kronjo, Kemiri, Mauk, Paku haji, Teluknaga dan Kosambi. Kawasan hutan bakau ini menjadi barrier dan pemecah ombak Tsunami.
  2. Kawasan perlindungan terhadap kawasan bawahannya , merupakan kawasan resapan air meliputi kecamatan Solear, Cisoka, Tigaraksa, Panongan , Jambe, Legok, Kelapa dua dan Cisauk. Salah satu peran penting wilayah ini adalah menjaga kawasan hijau sebagai tangkapan air hujan. Resapan air ini menjadi penyeimbang bagi wilayah yang telah berubah menjadi kawasan industri, pemukiman padat dan pusat bisnis. Wilayah ini berada di selatan berbatasan dengan kabupaten Bogor,Kabupaten Serang dan Kabupaten Lebak.
  3. Kawasan Perlindungan Setempat. Kawasan sempadan pantai terdapat dipesisir pantai utara, kawasan sempadan sungai cidurian, sungai cisadane , kawasan danau dan situ seluas 880 Ha.
  4. Kawasan Cagar Budaya, melindungi situs bersejarah yang ada di kabupaten Tangerang. Seperti kawasan makam pahlawan Lengkong, Makam keramat Solear, Situs Gajah purba.

  5. Kawasan rawan Bencana, Kawasan yang diantisipasi mengalami kerawanan akibat bencana alam. Seperti ancaman gelombang Tsunami di kawasan pantai utara dan rawan banjir di sepanjang aliran sungai yang sering terkena dampak limpahan air.Seperti kecamatan Tigaraksa , kecamatan kronjo dan kecamatan Pasar Kemis.


Ruang Terbuka Hijau (RTH) kawasan perkotaan ditetapkan paling sedikit 30% dari kawasan perkotaan yang direncanakan seluas 17.266 Ha terdiri atas RTH publik 20% dan RTH privat 10% yang tersebar diseluruh kecamatan. Rung terbuka hijau ini diharapkan bisa menyeimbangkan kadar polutan yang ada diudara. Sebagai pengikat zat karbon.


Runag terbuka hijau (RTH) publik direncanakan seluas 11.511 Ha meliputi hutan kota di kecamatan Tigaraksa. Selain itu disiapkan taman lingkungan yang tersebar diseluruh kecamatan . Hutan kota dilingkungan pusat pemerintahan  kota Tigaraksa juga dilengkapi beberapa danau buatan. Danau ini selain sebagai penampung air permukaan juga berfungsi sebagai kawasan wisata kota .

Pencemaran yang terjadi di kabupaten Tangerang akibat sektor Industri adalah pencemaran udara, air dan tanah. Aliran sungai yang melewati kawasan industri rawan atas limbah cair. Penulis pernah melihat cerobong asap hitam yang keluar dari pabrik di kawasan Balaraja. Tersebarnya sektor industri di banyak wilayah membuat pengawasan terasa sulit. Perlu adanya dukungan dari masyarakat secara aktif. Termasuk peran kelompok pencinta lingkungan.



Sebagai wilayah yang bertumpu pada industri dan manufaktur , dampak pencemaran memang sulit terhindarkan . Hanya saja meminimalkan dampak negatif serendah mungkin mengikuti aturan keselamatan dan kesehatan nasional. Perlu ada tindakan tegas bila ada pihak yang menyalahi aturan pencemaran limbah.

Tantangan dan Peluang Kabupaten Tangerang dalam Mengembangkan Kota Cerdas


Kabupaten Tangerang saat ini dipimpin oleh seorang bupati muda , Ahmed Zaki Iskandar. Dilantik pada tahun 2013 . Dalam pengelolaan pemerintahan , Ahmed Zaki Iskandar yang juga putra dari Ismet Iskandar bupati periode sebelumnya memang banyak mengadopsi apa yang telah dikerjakan sang ayah. Program pembangunan yang dijalankan adalah program lanjutan sepuluh tahun yang lalu. Ada nilai positifnya, konsistensi arah kebijakan. Saat ini fokus pembangunan mengarah pada sektor Pendidikan , Kesehatan, Sosial, perluasan dan revitalisasi kawasan industri, peningkatan kualitas jalan, pemberdayaan ekonomi pedesaan, pertanian berkelanjutan.


Tantangan yang dihadapi kabupaten Tangerang adalah permasalah dampak turunan dari perkembangan sektor industri seperti dampak pencemaran, kemacetan, hubungan industrial antara buruh dan pengusaha, perluasan pemukiman. Tantangan selanjutnya adalah peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan yang harus terus berjalan. Dalam bidang infrastuktur , pembangunan drainase yang saat ini tidak terurus dengan baik. Banyak saluran drainase yang tidak berfungsi.


Tingkat kemiskinan di Kabupaten Tangerang memang cenderung turun. Namun kantong kantong kemiskinan di wilayah utara masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dientaskan . Program pemberdayaan ekonomi kecil harus terus dikembangkan mengingat masih banyaknya industri rumahan yang belum tersentuh dukungan pemerintah. Bila pemerintah Kabupaten Tangerang jeli , menikatnya taraf ekonomi kecil di pelosok desa akan banyak menaikan taraf hidup masyarakat.


Peluang yang bisa dilakukan pemerintah kabupaten Tangerang adalah mensenergikan kecepatan tumbuhnya industri besar dengan tumbuhnya ekonomi kecil berbasis masyarakat. Menjembatani alih modal dari industri besar ke industri kecil. Penyerapan tenaga kerja di industi kecil cukup masif dan menjadi salah satu cara untuk mengurangi pengangguran akibat tidak terserapnya tenaga kerja pada industri besar.


Sebagai wilayah yang kini tumbuh. Pemerintah Kabupaten telah membuat zona kawasan perkotaan. Di kawasan ini diharapkan peran kota yang tumbuh dapat membuka akses bagi penduduk lokal sekitarnya.  Baik dari tenaga kerja, lokasi niaga untuk masyarakat kecil hingga bantuan modal bagi industri tradisional.


Program kerja pemerintahan kabupaten diharapkan selaras dengan kebutuhan masyarakat. Kearifan lokal kabupaten Tangarang harus terus dijaga dan dilestarikan mengingat gempuran modernisasi menghantam dan mengikis sifat kelokalan daerah. Gerusan perkembangan modernisasi  diharapkan tidak menimbulkan konflik sosial dan kesenjangan yang jauh antara si 'pendatang' dan si 'pribumi'.


Keresahan sosial yang terjadi pada saat ini adalah masih tingginya pengangguran dan ada kesenjangan yang nyata. Tembok tembok pemisah strata sosial  terlihat begitu mencolok. Penulis sering melihat perbedaan mencolok antar kawasan pemukiman modern dengan lingkungan penduduk sekitar yang dibatasi tembok pemisah setinggi 3 meter. Sungguh kota yang cerdas dapat menampung seluruh elemen warganya tanpa sekat strata sosial, ras, asal usul hingga agama.


Solusi Cerdas Yang Dibutuhkan .


Bila melihat perkembangan beberapa kawasan yang tumbuh dengan pesat terutama kawasan Kabupaten Tangerang wilayah utara. Maka perlu ada upaya mengembangkan potensi wilayah utara untuk menjadi kota mandiri. Selain dekat dengan bandar udara Internasional Sukarno-Hatta , wilayah utara akan memiliki pelabuhan besar yang akan mengurangi beban pelabuhan Tanjung Priuk di DKI Jakarta. Proyek prestisius  berskala besar sedang dikembangkan diwilayah utara , reklamasi pantai yang sedang berjalan dan memerlukan waktu yang cukup panjang.


Namun begitu permasalahan yang berkembang saat ini harus segera diberikan solusi yang tepat. Kabupaten Tangerang memang memiliki setumpuk masalah, bila tak segera ditangani masalah itu akan seperti bom waktu yang akan meledak setiap saat. Berikut solusi yang harus segera diambil.




  1. Kesenjangan Sosial. Banyaknya kawasan industri dan manufaktur , sentra kawasan bisnis, kawasan pemukiman modern yang tumbuh pesat membuat tumbuhnya gap antara pendatang dan penduduk lokal. Distribusi pendapatan yang sangat curam kesenjangannya membuat banyak lokasi penduduk lokal terpinggirkan. Solusi dari kesenjangan ini adalah memberikan peran keikutsertaan lingkungan penduduk sekitar . Memberikan akses pekerjaan , akses jalan, akses jaringan digital, pemberdayaan ekonomi kecil, sarana ibadah, sarana pendidikan hingga sarana kesehatan. Perlu dibuat aturan dalam Peraturan daerah tentang  kewajiban kawasan industri, kawasan bisnis hingga pemukiman modern untuk bisa menyelaraskan kemajuannya kepada lingkungan penduduk sekitar.
  2. Pembangunan dan Peningkatan Infrastruktur Lanjutan. Selama rentang sepuluh tahun infrastruktur jalan telah berhasil dibangun, jumlah fisik sekolah bertambah, peningkatan kualitas sarana kesehatan meningkat. Namun masalah yang masih menggantung adalah pembangunan drainase yang masih buruk, sarana pengolahan air bersih yang masih minim. Kualitas jalan yang dibangun juga masih memerlukan peningkatan. Infrastruktur fisik di kabupaten Tangerang masih terlihat belum merata. Ada wilayah yang infrastruktutnya lengkap dengan kualitas yang baik namun dibeberapa wilayah yang lain masih memprihatinkan. Masih ada beberapa desa yang belum teraliri listrik dan tersambung jaringan telepon. Solusinya adalah menyeragamkan infrastruktur fisik sesuai standar yang ada. Jangan sampai terjadi perbedaan kualitas mencolok antara pembangunan fisik wilayah satu dengan wilayah lainnya.

    [caption id="attachment_367542" align="aligncenter" width="448" caption="Drainase yang buruk di kecamatan Cikupa (Foto : Novaly Rushan diambil 19/05/2015)"]
    143250564662216508
    143250564662216508
    [/caption]


  3. Pengaturan Kawasan dan  Wilayah. Sesuatu yang kurang nyaman dari kabupaten Tangerang adalah masalah pengaturan tata ruang wilayah. Masih adanya kawasan industri yang tumbuh dan berkembang diwilayah yang seharusnya jadi wilayah pemukiman. Tidak ditata melihat perkembangan  wilayah selanjutnya, dampak sosial seperti kemacetan, polusi, kerawanan kriminal hingga ekses negatif lainnya yang kini berkembang. Desain wilayah terkesan asal ada lahan kosong bisa dikeluarkan ijin mendirikan pabrik industri. Padahal setelah pabrik industri itu berdiri kawasan sekitar jadi semrawut , macet dan kumuh. Solusinya perlu ada ketegasan dari pemangku kebijakan agar memberikan ijin sesuai peruntukan wilayah. Perlu ada pengawasan dari DPRD, LSM dan masyrakat agar tidak ada oknum yang bisa memberikan ijin pembangunan pabrik di sembarang wilayah.

  4. Pengembangan dan Distribusi  Ekonomi Yang Pro Rakyat. Masih ada kesan yang ditangkap masyarakat bahwa pembangunan wilayah hanya diperuntukan bagi segelintir orang yang punya kepentingan. Termasuk dalam kaitan distribusi ekonomi. Pembangunan tidak pro rakyat, hanya bagi si pemilik modal. Maka perlu dibangun sentra ekonomi rakyat. Penyediaan sarana bagi UMKM, pedagang kaki lima, pedagang bakulan, hasil pertanian, hasil tangkapan laut. Maka pembangunan fisik pasar tradisional menjadi urgent untuk segera direalisasikan. Termasuk memberdayakan pasar kaget yang bersifat mobile.

  5. Akses Transportasi Massal Yang Harus Dikembangkan. Pertumbuhan penduduk yang cepat, aliran pergerakan manusia dan barang yang tinggi  membuat kabupaten Tangerang seperti menderita sakit asma yang semakin kronis. Transportasi antar kecamatan saja masih dirasa kurang, jumlah trayek yang ada tak meng-cover seluruh pelosok wilayah. Akses transportasi massal masih menjadi kendala serius. Solusi dari permasalahn ini adalah menyiapkan langkah serius dan berkoordinasi . Baik bagi regulator pihak Dinas perhubungan dengan operator si pengusaha jasa transportasi. Adanya penataan transportasi terintegrasi dari berbagai moda .  Penambahan trayek dan unit kendaraan. Sistem jaringan tranportasi masih perlu penataan serius. Terminal yang tidak berfungsi , awak kendaraan yang tidak tertib dan membuat jalan semakin macet dan semrawut. Wajah kelam transportasi massal harus segera dicarikan solusi terbaik. Bila tidak angka penggunaan kendaraan pribadi seperti mobil dan motor akan semakin tinggi. akibatnya lalu lintas selalu macet dan pertumbuhan ekonomi menurun. Salah satu syarat kota cerdas adalah akses transportasi publik yang mudah , nyaman dan aman.

    [caption id="attachment_367543" align="aligncenter" width="448" caption="Kesemrautan Transportasi Massal , Salah penataan hingga membuat Kemacetan (Foto : Novaly Rushan diambil 19/5/2015 di Jl Raya Serang)"]
    14325058921185169216
    14325058921185169216
    [/caption]



Kabupaten Tangerang masih mempunyai potensi besar menjadi wilayah dan kawasan yang tumbuh dengan menakjubkan. Bila penataan, pengembangan dan pembangunan selaras mengikuti tata kelola kota yang cerdas dan modern maka kelak beberapa tahun kedepan akan muncul kawasan yang akan tumbuh menjadi kota mandiri yang cerdas. Tentu ini adalah pekerjaan besar yang harus melibatkan semua stake holder yang ada. Bekerja sama dalam menyukseskan Kabupaten Tangerang yang cerdas, nyaman, modern dan ramah lingkungan.

*****





Referensi Tulisan :


BPS Kabupaten Tangerang



Buku "Mengabdi Tanpa Akhir Untuk Membangun Kabupaten Tangerang"  ( Bag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Tangerang)