Mohon tunggu...
Rushans Novaly
Rushans Novaly Mohon Tunggu... Administrasi - Seorang Relawan yang terus menata diri untuk lebih baik

Terus Belajar Memahami Kehidupan Sila berkunjung di @NovalyRushan

Selanjutnya

Tutup

Money Pilihan

JNE: Merangkai Nusantara di Antara Peluang Bisnis E-Commerce

23 Desember 2015   08:31 Diperbarui: 26 Januari 2016   15:26 423
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

JNE sebagai Supply Chain Bisnis E-Commerce

JNE saat ini memiliki 5000 titik layanan yang tersebar di ibukota provinsi, kabupaten/kotamadya hingga ke kecamatan. Dengan jumlah titik yang tersebar hingga jauh ke pelosok maka layanan JNE jauh lebih luas. Pengguna layanan JNE memang lebih besar digunakan oleh pelanggan invidual yang menempati angka 80 persen. Pelanggan korporasi hanya menempati angka 20 persen.

JNE didukung lebih dari 13.000 orang personil diseluruh Indonesia. Tiga ribu adalah karyawan tetap sedang sisanya sepuluh ribu adalah mitra bisnis yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Baik karyawan dan mitra bisnis mendapatkan pelatihan berjenjang secara berkelanjutan. JNE sangat peduli dengan kehandalan sumber daya manusia. Sebuah pusat latihan cukup representatif berada persis disamping gedung kantor pusat JNE. Di gedung inilah JNE melatih karyawan dan mitra bisnis untuk menstandarkan layanan dan kepuasan kepada para pelanggan.

Materi pelatihan juga disesuaikan pada kebutuhan pelayanan. Diharapkan pelatihan yang berkelanjutan dan berjenjang akan membuat karakter dan budaya kerja JNE meningkat dan sesuai standar pelayanan.

Selain itu JNE juga mengembangkan kemampuan IT dan jaringan untuk meningkatkan kapasitas layanan. Load yang begitu tinggi harus ditunjang dengan sistem yang handal . Fasilitas berteknologi ini terus dikembangkan pada jaringan pelayanan . Tracking barang dapat dilakukan secara online.

Bahkan sejak tahun 2014 JNE telah mengembangkan mobile applications yang memungkinkan pelanggan melakukan transaksi online. Penggunaan teknologi berbasis informasi dan komunikasi sudah menjadi tuntutan yang tak mungkin ditawar tawar lagi.

Untuk lebih menguatkan tingkat layanan dan kehandalan logistik yang menjadi back bone perusahaan. JNE pada akhir tahun 2012 melakukan spin-off divisi logistik menjadi unit usaha tersendiri . Artinya divisi logistik terpisah dengan unit kurir ekspres sejak awal tahun 2013. Sebagai unit usaha tersendiri maka ekspansi unit logistik lebih berfokus pada area yang meliputi warehouse, cargo, sea freight, air freight dan pengiriman darat. Jadi saat ini ada JNE Express , JNE Logistic, JNE Freight dan E-Commerce pada jenis produk dan layanan. Tinggal sesuaikan kebutuhan JNE akan siap melayani.

Pada tahun ini pendapatan JNE tumbuh hingga 30 persen dibanding pada kuartal ketiga tahun sebelumnya. Pendapatan ini memang cukup tinggi di era persaingan antar perusahaan sejenis yang semakin berlomba memberikan pelayanan prima. JNE mampu membukukan pertumbuhan yang positif. Hal itulah yang disampaikan Presiden Direktur JNE , Mohamad Feriadi sebagai kata pembuka pada acara kompasiana nagkring JNE. Selain itu lelaki yang menjadi pucuk pimpinan JNE ini mengungkap load yang ditangani JNE telah menembus 12 juta pengiriman setiap bulan atau 400.000 pengiriman perhari.

Seperti yang diungkapkan selanjutnya . fokus JNE kedepannya adalah menguatkan express busines yang menjadi core business sejak awal , lini bisnis ini tetap menjadi andalan utama JNE.

Selain itu JNE akan menguatkan posisi pada unit logistik yang telah menjadi penghasil laba tersendiri. Bidang ini menjadi sasaran untuk mendongkrak angka pelanggan korporasi. Saat ini banyak perusahaan yang menyerahkan masalah logistik pada perusahan rekanan alias outsourcing. JNE melihat pangsa pasar ini masih memiliki celah lebar untuk dimasuki.

Fokus JNE selanjutnya adalah bidang freight. Bidang ini telah digeluti JNE selama 20 tahun. Ada dua bidang yang dilayani JNE yaitu : Custom Brokerage dan Freight Forwarder.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun