Mohon tunggu...
RuRy
RuRy Mohon Tunggu... Wiraswasta - Lahir di Demak Jawa Tengah

Orang biasa dari desa

Selanjutnya

Tutup

Trip Artikel Utama

Mengasah "Soft Skill" Dengan "Solo Traveling"

25 Oktober 2018   06:50 Diperbarui: 14 Juli 2022   19:07 1525
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi: Dokumen Pribadi

Ada banyak pelajaran hidup yang tidak pernah kita dapatkan di bangku sekolah maupun kuliah yang justru akan didapatkan dalam sebuah perjalanan. Perjalanan dan pengalaman yang nantinya akan memberikan soft skill kepada kita dan bermanfat bagi sesama dikemudian hari.

Aktifitas yang monoton cenderung membuat kita mudah bosan dan sulit berkembang, terutama dalam hal pola pikir. Dan, biasanya dalam kondisi seperti ini seseorang mudah mengeluh sulit bersyukur, emosional,  dan tanpa disadari sering mengambil keputusan sembrono.

Selain phisik, psikis kita juga perlu istirahat. Dan, istirahat tidak cukup hanya dengan tidur, karena tidur tidak selamanya bisa membuat tubuh segar secara maksimal. Pergi traveling ( jalan-jalan atau berkunjung ke suatu tempat) akan membuka cakrawala berfikir dan menyegarkan jasmani maupun rohani.

Cobalah solo Travelling

Traveling rame-rame memang seru. Namun,  menjadi solo traveler akan memberikan Anda nilai dan manfaat yang tidak akan bisa didapatkan jika liburan bersama keluarga atau teman. Kesan, pengalaman, dan pelajaran yang jauh berbeda. Selain belajar untuk lebih mandiri, saat kita mengunjungi sebuah destinasi sendiri rasa ingin tahu mengeksplorasi akan lebih tinggi karena tidak terikat estimasi.

Selama ini pasti kita sering mempertanyakan, siapa kita sebenarnya, untuk apa kita hidup, apa saja hal berfaedah yang sudah pernah kita lakukan untuk orang lain, dan sebagainya.

Tak hanya itu, kita juga sering membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Kurang ini lah, kurang itu lah, tanpa bisa menggali dan mebgenali kelebihan kita yang sesungguhnya.

Pada dasarnya apa yang Anda temui dan Anda lihat dalam perjalanan adalah sebuah pelajaran. Misalnya, ketemu pengamen buta atau pengemis renta, dengan kerendahan hati serta keluasan berfikir kita akan mampu menangkap pesan yang mereka sampaikan. Rasa empati akan terpupuk disaat melihat sesama dalam kondisi terpuruk, rasa syukur akan terasah kala melihat sesama yang lebih susah payah mengais rupiah.

Saat dalam kesendirian jauh dari sahabat dan keluarga, Anda akan lebih mengenal diri dan menjadi diri sendiri. Anda akan lebih luas dalam memandang hidup, tidak melulu selalu berkompetisi namun Anda juga butuh berkontemplasi. Memandang hidup dari ragam sisi, dan mampu menangkap makna dari ragam peristiwa.

Berkunjung ke satu tempat tidak cukup menikmati keunikan dan keindahannya saja, namun mencari tahu sejarah dan asal mulanya adalah yang utama. Dan ini tentu akan sulit Anda dapatkan saat liburan rame-rame, karena lagi-lagi estimasi yang membatasi. Semakin banyak orang, semakin susah mengatur itinerary, karena setiap orang memiliki minatnya masing-masing.

 Ber-solo traveling membuat Anda bisa melihat dunia ini luas penuh perbedaan, perubahan, dan kebudayaan yang beraneka ragam. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun