Politik Artikel Utama

Mengenang Janji Air Citarum Bisa Diminum Langsung

26 Februari 2018   22:25 Diperbarui: 2 Maret 2018   08:40 2454 6 2
Mengenang Janji Air Citarum Bisa Diminum Langsung
Suasana pemandangan Sungai Citarum ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/aww/18.

Presiden akhirnya turun tangan mengurusi Citarum. Sebanyak Rp 1,59 triliun dana dikucurkan untuk merevitalisasi sungai pemasok air bersih Jawa Barat dan Jakarta ini. Komitmen pemerintah pusat ini dinyatakan saat Presiden mengunjungi Situ Cisanti, lokasi Nol Kilometer Citarum, pekan lalu. Padahal lima tahun lalu Gubernur Jabar pernah bilang, tahun ini air Sungai Citarum sudah bisa diminum langsung.

Saat berada di lokasi mata air Citarum itu pada 22 Februari lalu, Presiden menyatakan ingin agar Citarum bisa kembali jernih. Rencana ini disebut akan memakan waktu tujuh tahun sejak tahun ini. Artinya, dibutuhkan tambahan waktu hingga total 12 tahun untuk membuat janji Gubernur Jawa Barat (Jabar) pada 2013 itu, lebih mendekati kenyataan.

Untuk diketahui, dana Rp 1,59 triliun tersebut menyusul triliunan rupiah lainnya yang telah digelontorkan demi merevitalisasi sungai terpanjang di Jabar ini. Namun hingga gubernur terakhir bakal menuntaskan masa jabatannya, air Citarum masih juga belum bisa diminum langsung. Sekali lagi: langsung!

Seperti terekam oleh media, pada tahun terakhir periode pertama menjabat sebagai Gubernur Jabar, tepatnya pada Februari 2013, Sang Gubernur petahana, Ahmad Heryawan (Aher), sesumbar bak seorang petinju, bahwa pada 2018 air Citarum bisa diminum langsung. Bahkan pernyataan itu ditegaskan lagi Mei 2014.

Melalui Program Citarum Bestari, kata Aher waktu itu, selain akan membuat Citarum menjadi jernih, nantinya sungai yang menjadi sumber air di Jabar dan DKI (Jakarta) ini bisa langsung diminum. Bestari adalah kependekan dari bersih, sehat, indah, dan lestari.

Tak perlu sebenarnya Aher mengumbar janji seberat itu dengan kalimat seharfiah itu, karena warga juga sulit mempercayainya. Tapi beliau kala itu sedang merencanakan "nyalon" lagi untuk periode kedua. Jadi, bisa dimaklumi lah. Biasa, politik. Yang penting ada (muka) badaknya, hehehe...

Pernyataan Aher itu --jika bisa danggap sebagai doa-- telah diaminkan oleh anak buahnya, dalam hal ini oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemprov Jabar, Anang Sudarna. Karenanya memasuki tahun terakhir masa jabatan sang boss sebagai gubernur, Anang jadi punya kepentingan untuk meng-counter dampak dari janji yang tak terpenuhi tersebut. Sebab belum lagi 2017 beristirahat dengan tenang, warganet sudah bernostalgia pada janji angin surga lima tahun silam itu.

Pemilik akun Facebook, Faiz Manshur, mengenang janji itu. Dengan gaya satir dia menulis di akunnya pada 29 Desember 2017:

"Beberapa tahun lalu Gubernur Air bilang: tahun 2018 Aher di Citarum bisa diminum. Sekarang Presiden datang baru berencana pertengahan Januari 2018 pembenahan Citarum baru dimulai. Apa tidak sebaiknya saat memulai pembenahan dibuka dengan menyaksikan Pak Air Heryawan minum Aher Citarum?"

Aktivis lingkungan ini meng-apdet statusnya itu seraya menautkan berita di satu surat kabar yang menyebutkan rencana cawe-cawe Jokowi di Citarum pada awal 2018.

Namun bagi Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Jabar, turun tangannya presiden mengurusi langsung Ci Tarum juga sudah dianggap bentuk keberhasilan kinerja mereka terkait janji tersebut.

Dalam pernyataan yang dilansirPikiran Rakyat (8/1/2018), Anang berdalih bahwa adanya perhatian bahkan perintah dari Presiden RI, Menko Kemaritiman dan Pangdam III/Siliwangi untuk menangani pemulihan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, tidak lepas dari hasil komunikasi Gubernur Jabar dengan Presiden, Wapres, Menko Kemaritiman, dan Pangdam dalam berbagai kesempatan.

Selain itu Anang meminta agar pernyataan Aher itu tidak dimaknai secara harfiah, melainkan sebagai sumber inspirasi dan motivasi kerja bagi semua pemangku kepentingan untuk sama-sama menjaga Citarum.

Sebelumnya, Anang juga pernah mengungkap bahwa program Citarum Bestari telah menunjukkan keberhasilan. Pada 2015, kata dia, dari 1.500 ton sampah yang masuk Citarum setiap harinya, sudah berhasil dikurangi 50 persen.

Sementara itu Ketua Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jabar, Dadan Ramdan, saat peringatan Hari Citarum tahun lalu mengungkap data, bahwa dana sebesar Rp 4,5 triliun sebelumnya telah dihambur-hamburkan dalam berbagai proyek Citarum, namun toh masih belum mampu juga memulihkan kondisi sungai ini.

Citarum adalah sungai utama di Jabar yang memilik panjang sekitar 225 kilometer. Sungai ini memiliki hulu di Cisanti, lereng Gunung Wayang, di selatan Bandung, dan bermuara di lokasi bernama Muara Gembong, Bekasi. Pada 2008, satu lembaga dunia pernah mencap sungai ini sebagai "The World's Most Polluted River".

Waktu untuk Gubernur Jabar memenuhi janjinya, tinggal 10 bulan lagi. Tapi Presiden Jokowi nambah tujuh tahun lagi untuk Citarum bisa kembali jernih. Jadi.... Ah sudahlah. (***/dari berbagai sumber)