Mohon tunggu...
Rumah Kayu
Rumah Kayu Mohon Tunggu... Administrasi - Catatan inspiratif tentang keluarga, persahabatan dan cinta...

Ketika Daun Ilalang dan Suka Ngeblog berkolaborasi, inilah catatannya ~ catatan inspiratif tentang keluarga, persahabatan dan cinta...

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Bisakah Sekolah Membentuk Karakter Anak ?

27 September 2016   23:43 Diperbarui: 28 September 2016   00:03 214
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gambar: www.mpmschoolsupplies.com

Lalu, setelah beberapa waktu aku berada disana, diantara keriuhan suara beragam alat musik yang sedang dimainkan di balik panggung itu, tiba- tiba saja terdengar suara tangis. Rupanya, ada seorang anak perempuan murid SD yang tanpa sebab yang jelas menangis. Tiba- tiba begitu saja dia terisak- isak.

Kulihat saat itu, beberapa murid SMA yang sedang duduk melingkar menoleh memperhatikan anak SD yang menangis itu. Lalu salah satu dari mereka bangkit menghampiri dan berkata, “ Dik, sini dik, duduk di sini. “

Lalu setelah anak SD itu turut duduk di lingkaran, mereka mengajaknya mengobrol sambil menawarkan makanan dan minuman. Melihat sikap mereka yang akrab pada anak SD tersebut, aku duga, murid SD itu merupakan adik salah satu dari murid- murid SMA tersebut.

Dan..

Dugaanku ternyata salah.

Sebab setelah anak tersebut reda tangisnya, salah seorang dari murid SMA itu bertanya pada murid SD tersebut, “ Dik, namanya siapa, kelas berapa ? “

Wah. Ya ampun. Jadi murid- murid SMA itu bahkan tak mengenal anak yang menangis itu. Nama dan kelasnya saja tak tahu. Tapi sedemikian terbukanya mereka, juga karena sikap empati yang terlatih, walau tak mengenalnya, saat anak tersebut menangis, mereka begitu saja merangkul anak tersebut tanpa banyak bertanya.

***

Sikap yang ditunjukkan murid- murid SMA di belakang panggung itu mengingatkan aku kembali pada hari- hari pertama si bungsu pindah ke sekolah tersebut.

Sepulang sekolah, aku dan ayahnya bertanya pada si bungsu, apa yang dia lakukan pada jam istirahat di sekolah  hari itu.

Si bungsu menjawab dengan senang, “ Aku main bola. “

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun