Mohon tunggu...
Rumah Tahanan Negara Masohi
Rumah Tahanan Negara Masohi Mohon Tunggu... Penegak Hukum - Akun Resmi Rumah Tahanan Negara Masohi dikelola oleh tim humas

Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Masohi adalah Unit Pelaksana Teknis dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum Dan HAM RI

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Peduli Kesehatan WBP, CPNS Rutan Masohi Sosialisasikan "WBP Patuh Minum Obat"

28 September 2022   18:20 Diperbarui: 28 September 2022   18:23 76 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Masohi mensosialisasikan aktualisasi dalam rangkaian Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS TA 2022, Rabu (28/9). dr. Katelya yang merupakan CPNS dengan jabatan Dokter Ahli Pertama memberikan sosialisasi awal di Kilinik Rutan Masohi kepada Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Hakim Abdul Gani dan jajaran petugas kesehatan yang ada di Rutan Masohi.

"WBP Patuh Minum Obat" merupakan isu yang diangkat oleh dr. Katelya sebagai aktualisasi yang dilaksanakannya. Isu tersebut diambil dari temuan selama 5 bulan bertugas di Rutan Masohi bahwa Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang kurang patuh dalam meminum obat yang diberikan.

"Kepatuhan WBP meminum obat menjadi bagian yang penting. Artinya dengan peresepan obat dan pasien yang sudah benar pun, apabila pasien tidak menggunakan obat tersebut sesuai anjuran petugas kesehatan, maka keberhasilan terapi akan sulit dicapai. Kondisi saat ini WBP kurang disiplin terhadap aturan pemakaian obat yang diberikan oleh petugas kesehatan mengakibatkan angka kesembuhannya juga kurang maksimal," jelas dr. Katelya.

Lebih lanjut, dr. Katelya menjelaskan apa yang terjadi di lapangan, WBP dengan keluhan kesehatan datang ke klinik, diperiksa oleh petugas kesehtan, diberikan obat, dan diberikan instruksi untuk kembali besok untuk diberikan obat lanjutannya, seperti antibiotik. Namun WBP tidak datang, melainkan datang 2 atau 3 hari setelahnya. Hal ini bila berkelanjutan dapat menyebabkan resistensi obat dan kesembuhan yang diharapkan kurang optimal.

"Yang saya harapkan dari aktualisasi ini adalah WBP lebih patuh dalam meminum obat sesuai insturksi petugas kesehatan sampai dinyatakan kondisinya sudah benar-benar sembuh," harapnya.

Sebagaimana diketahui, Rutan Masohi mendapatakn 2 orang CPNS pada penerimaan CPNS TA 2021, dengan keduanya dengan jabatan sebagai petugas kesehatan. Gani selaku mentor kedua CPNS tersebut meminta untuk menunjukan yang terbaik pada aktualisasi untuk dapat lebih mengoptimalkan pemberian layanan kesehatan bagi WBP.

"Perawatan kesehatan merupakan hak dasar yang harus kami berikan kepada WBP. Lakukan yang terbaik untuk dapat memberikan pelayanan yang prima dalam segala aspek," pesan Gani.

Untuk langkah selanjutnya, dr. Katelya akan mensosialisasikan progam aktualisasi tersebut kepada WBP dengan dukungan dari sesama petugas kesehatan untuk dapat melaksanakan gencarannya.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan